← Beranda

Bukan Bercanda, Ini 5 Tanda Kamu Mengalami Touch Starvation atau Kurang Pelukan dan Cara Mengatasinya Menurut Psikologi

Intan PuspitasariRabu, 1 Oktober 2025 | 05.57 WIB
Bukan Bercanda, Ini 5 Tanda Kamu Mengalami Touch Starvation atau Kurang Pelukan dan Cara Mengatasinya Menurut Psikologi (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa sangat merindukan pelukan, sentuhan hangat, atau sekadar tepukan lembut di bahu?

Jika iya, bisa jadi kamu sedang mengalami touch starvation atau yang juga dikenal dengan istilah skin hunger.

Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa fenomena ini nyata dan bisa dialami siapa saja.

Menurut psikolog Matthew Hertenstein, kurangnya sentuhan fisik dapat memengaruhi kesehatan emosional, hubungan sosial, bahkan kesehatan mental secara keseluruhan. 

Sayangnya, banyak orang menganggap hal ini hanya mencari perhatian lebih, padahal sebenarnya tubuh kita memang membutuhkan sentuhan untuk merasa terhubung dan tenang.

Baca Juga: Siap-Siap Tajir Melintir! 4 Shio Ini Paling Cocok Jadi Pengusaha di 2025

Agar kamu lebih memahami, berikut adalah tanda-tanda kamu mungkin sedang mengalami touch starvation.

1. Merasa Kesepian Meski di Keramaian

Apakah kamu sering merasa kesepian meski sedang bersama keluarga atau teman dekat? Perasaan hampa dan tidak terkoneksi ini bisa jadi tanda kamu kekurangan sentuhan fisik.

Menurut penelitian Tiffany Field dari Touch Research Institute, University of Miami, sentuhan manusia adalah cara paling kuat untuk membangun rasa memiliki.

Tanpa pelukan, genggaman tangan, atau sentuhan kecil lainnya, rasa kesepian bisa semakin dalam meski orang-orang terdekat tetap ada di sekelilingmu.

2. Ingin Ikut Dipeluk Saat Melihat Orang lain Berpelukan

Baca Juga: Dunlop dan Falken Resmi Bersatu, Perkuat Pasar Ban Nasional

Saat menyaksikan teman atau kenalan saling berpelukan, tepuk bahu, atau menggandeng tangan, apakah kamu tiba-tiba merasa ingin sekali ikut merasakannya? Reaksi berlebihan atau kerinduan yang kuat terhadap sentuhan bisa menandakan kamu sedang touch starved.

Profesor komunikasi Corey Floyd dari University of Arizona menjelaskan bahwa kurangnya sentuhan bisa membuat tubuh lebih sensitif dan “haus” bahkan terhadap kontak fisik yang sederhana.

3. Ketidakseimbangan Emosi dan Mood Swing

Tahukah kamu, sentuhan fisik mampu memicu pelepasan oksitosin, hormon yang berperan penting dalam mengurangi stres dan meningkatkan rasa tenang? Ketika kamu jarang mendapat sentuhan, kadar oksitosin dalam tubuh bisa menurun. 

Hal ini bisa menyebabkan suasana hati yang tidak stabil, mudah marah, bahkan meningkatkan risiko kecemasan atau depresi. Menurut Helen Fisher, seorang antropolog dan pakar hubungan, kurangnya sentuhan memang dapat mengganggu keseimbangan emosional seseorang.

4. Kerinduan terhadap Sentuhan Non-Intim

Tidak semua sentuhan harus bersifat romantis atau intim. Jika kamu mendapati dirimu merindukan hal-hal sederhana seperti berjabat tangan, tos, atau bahkan sekadar duduk berdekatan, itu bisa menjadi tanda touch starvation.

Psikolog Daniel Goleman, penulis buku Social Intelligence, menjelaskan bahwa manusia secara alami mencari sentuhan sebagai bentuk komunikasi empati dan koneksi. Tak heran jika banyak orang yang touch starved kemudian mencari alternatif lewat aktivitas seperti kelas dansa, pijat relaksasi, atau sekadar lebih sering memeluk teman.

5. Keinginan untuk Mendapatkan Lebih Banyak Sentuhan dari Orang Terdekat

Jika kamu mulai merasa ingin lebih sering memeluk sahabat, menggenggam tangan pasangan, atau mencari alasan untuk melakukan kontak fisik ringan, ini adalah tanda bahwa tubuhmu mencoba mengimbangi kekurangan sentuhan.

Perlu diingat, ini adalah kebutuhan alami, bukan kelemahan. Dengan cara sehat dan konsensual, kebutuhan ini bisa terpenuhi sehingga hubunganmu dengan orang-orang sekitar menjadi lebih hangat dan kuat.

Cara Mengatasi Touch Starvation

Kabar baiknya, ada banyak cara untuk memenuhi kebutuhan sentuhan, meski kamu mungkin tidak selalu punya pasangan atau keluarga yang dekat secara fisik. Beberapa cara yang bisa dicoba:

  1. Memeluk hewan peliharaan atau menggunakan selimut berbobot (weighted blanket) untuk memberi rasa nyaman.

  2. Mengikuti kelas yoga atau dansa, yang sering melibatkan interaksi fisik.

  3. Menjadwalkan pijat relaksasi untuk mendapatkan manfaat sentuhan dalam suasana profesional.

  4. Lebih terbuka kepada sahabat atau keluarga bahwa kamu ingin lebih banyak kontak fisik sederhana, seperti pelukan atau tepukan hangat.

Touch starvation atau skin hunger adalah fenomena nyata yang bisa berdampak besar pada kesehatan emosional, fisik, dan sosial. Rasa kesepian yang mendalam, sensitif terhadap sentuhan, mood swing, hingga kerinduan akan sentuhan sederhana bisa menjadi tanda-tanda kamu sedang mengalaminya.

Ingatlah bahwa keinginan untuk disentuh bukan berarti kamu lemah atau terlalu bergantung pada orang lain. Itu adalah kebutuhan dasar manusia untuk merasa terhubung. Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal dan mencari cara sehat untuk memenuhinya, kamu bisa meningkatkan kualitas hidup, memperkuat hubungan, dan menjaga kesehatan mental.

EDITOR: Hanny Suwindari