← Beranda

10 Perilaku Orang Tua yang Diam-Diam Dapat Melunturkan Rasa Hormat Anak Saat Dewasa

Aunur RahmanSelasa, 30 September 2025 | 00.01 WIB
Ilustrasi seorang ibu sedang berdebat dengan anak remaja yang menunjukkan ekspresi wajah tertutup dan enggan berkomunikasi./Freepik

JawaPos.com - Cinta seorang anak kepada orang tuanya memang sering tanpa syarat dan abadi hingga tua.

Akan tetapi, rasa hormat yang mendalam haruslah didapatkan melalui perilaku dan tindakan nyata sehari-hari. Beberapa orang tua sering tidak menyadari bahwa kebiasaan mereka justru merusak fondasi rasa hormat itu.

Melansir dari Geediting.com Senin (29/9), ada sepuluh perilaku umum yang ditampilkan orang tua tanpa disadari.

Mengenali perilaku ini sangat penting untuk memperbaiki hubungan dan menjaga hubungan yang sehat. Mari kita telaah lebih jauh sepuluh perilaku tersebut.

1. Disiplin yang Tidak Konsisten

Penerapan aturan yang tidak konsisten dapat mengirimkan sinyal yang sangat membingungkan. Hari ini melarang sesuatu, besok mengizinkannya tanpa alasan jelas. Sikap plin-plan ini membuat anak merasa tidak aman dan sulit mempercayai perkataan Anda.

2. Terlalu Sering Meremehkan Perasaan

Mengabaikan perasaan atau ide anak memberikan pesan bahwa mereka tidak berharga. Hal ini dapat dengan cepat merusak kepercayaan dan harga diri yang mereka miliki. Anak harus merasa didengarkan dan dianggap serius.

Baca Juga: Mengenali 7 Perilaku Halus Pria yang Tanpa Sadar Terlalu Fokus pada Dirinya

3. Kritikan yang Terlalu Banyak

Meskipun kritik konstruktif diperlukan, umpan balik negatif yang berlebihan tidaklah baik. Kritik yang konstan membuat anak merasa tidak pernah cukup baik dalam hidupnya. Fokuslah pada kekuatan anak, dan bukan hanya kekurangannya.

4. Kurangnya Empati Mendalam

Ketiadaan empati membuat anak merasa terisolasi dan tidak dipahami dalam menghadapi masalah. Mereka akan percaya bahwa perasaan mereka tidak penting di mata Anda. Berusaha menunjukkan empati akan membuat anak merasa lebih dekat.

5. Sering Melanggar Janji yang Dibuat

Janji yang dilanggar secara rutin adalah cara tercepat untuk menghancurkan pilar kepercayaan. Anak melihat orang tua sebagai panutan utama mereka dalam segala hal. Mereka akan cenderung meniru kebiasaan buruk yang Anda lakukan.

6. Tidak Memberi Mereka Ruang Pribadi

Seiring bertambahnya usia, anak membutuhkan ruang untuk menjelajah dan belajar dari kesalahan mereka. Kehadiran Anda yang berlebihan dapat menghambat kemandirian mereka. Memberi kepercayaan juga dapat meningkatkan rasa hormat mereka.

7. Gagal Mengakui Kesalahan Sendiri

Mengaku salah menunjukkan bahwa Anda juga manusia biasa dan bertanggung jawab atas tindakan Anda. Orang tua yang tidak mau mengakui kesalahannya gagal memberikan contoh yang baik. Kerendahan hati Anda akan menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi anak.

8. Terlalu Protektif Secara Berlebihan

Meskipun tidak disebutkan secara spesifik, sikap terlalu protektif menahan ruang pribadi anak. Sikap ini menunjukkan Anda tidak percaya pada kemampuan mereka dalam menghadapi dunia luar. Anda harus memercayai kemampuan anak untuk mengendalikan situasi.

9. Tidak Melakukan Apa yang Dikatakan

Perilaku ini dikenal dengan pepatah "tidak mempraktikkan apa yang Anda khotbahkan" dalam ucapan. Contohnya, Anda menyuruh anak jujur, tetapi mereka melihat Anda berbohong secara konsisten. Perbedaan antara kata dan perbuatan dapat menyebabkan hilangnya rasa hormat.

10. Tidak Menghargai Individualitas Mereka

Setiap anak adalah pribadi yang unik dengan pandangan dan minatnya sendiri yang berbeda. Gagal mengakui keunikan ini membuat anak merasa harus menjadi orang lain. Hormatilah perspektif mereka dan fokus pada bakat uniknya.

Kehilangan rasa hormat dari anak biasanya terjadi secara bertahap dan sering kali tanpa disadari oleh orang tua. Perilaku ini hanyalah akumulasi dari tindakan kecil yang tidak diperhatikan selama bertahun-tahun. Perubahan yang bijaksana harus segera dilakukan.

Jadilah panutan yang baik dalam setiap tindakan dan perkataan yang Anda ucapkan. Anak akan menghormati orang tua yang berupaya untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka. Ini adalah langkah paling penting.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho