← Beranda
Jika Anda Masih Mengetik “wkwkwk” Alih-alih Menggunakan Emoticon, Psikologi Mengatakan 8 Sifat Ini Mendefinisikan Anda
Irfan FerdiansyahSelasa, 16 September 2025 | 19.50 WIB
seseorang yang masih mengetik wkwkwk

JawaPos.com - Dalam era komunikasi digital yang serba cepat, gaya mengekspresikan tawa di chat sering kali menjadi ciri khas seseorang.

Ada yang lebih nyaman menggunakan emoticon tertawa, ada juga yang memilih tulisan “haha”, “hehe”, atau bahkan “kwkwkw”.

Namun, di Indonesia, “wkwkwk” punya tempat khusus di hati banyak orang.

Meski emoticon sudah tersedia di hampir semua aplikasi, sebagian orang tetap setia dengan ketikan “wkwkwk” sebagai tanda tawa.

Menariknya, kebiasaan sederhana ini ternyata menyimpan makna psikologis tertentu.

Cara seseorang mengekspresikan emosi di teks bukanlah hal sepele—itu bisa menjadi cerminan kepribadian, pola pikir, hingga bagaimana ia membangun interaksi sosial.

Dilansir dari Geediting pada Senin (15/9), jika Anda termasuk orang yang masih mengetik “wkwkwk” alih-alih memakai emoticon, psikologi mengatakan 8 sifat berikut ini mungkin mendefinisikan diri Anda.

1. Autentik dan Tidak Terlalu Ikut Tren

Menggunakan “wkwkwk” menunjukkan Anda bukan tipe orang yang mudah terpengaruh oleh tren komunikasi baru.

Meskipun emoji lebih populer, Anda tetap nyaman dengan cara lama.

Hal ini menggambarkan sifat autentik—Anda lebih memilih jati diri sendiri daripada sekadar mengikuti arus.

2. Humoris dengan Cara Natural

“Wkwkwk” terdengar spontan dan apa adanya, berbeda dengan emoji yang terkesan lebih formal atau terkadang dipilih hanya untuk sopan santun.

Orang yang mengetik “wkwkwk” biasanya punya selera humor natural dan tahu cara membuat suasana percakapan lebih cair tanpa perlu banyak usaha.

3. Ekspresif Meski Sederhana

Meskipun hanya berupa huruf, “wkwkwk” membawa nuansa suara tawa yang nyata.

Ini menunjukkan Anda orang yang ekspresif dan suka menyalurkan emosi lewat teks, meski dengan cara sederhana.

Anda bisa membuat orang lain merasa “mendengar” tawa Anda hanya lewat tulisan.

4. Dekat dengan Budaya Lokal

“Wkwkwk” sangat identik dengan gaya komunikasi khas orang Indonesia, khususnya di ranah internet.

Jika Anda tetap setia mengetiknya, artinya Anda punya keterikatan kuat dengan budaya komunikasi lokal.

Anda merasa nyaman dengan identitas ini dan tidak merasa perlu menyesuaikan diri dengan standar global semata.

5. Ramah dan Akrab dalam Berkomunikasi

Psikologi sosial menyebutkan bahwa ekspresi tawa di teks berfungsi sebagai social lubricant—pelumas sosial yang membuat percakapan lebih akrab.

Dengan “wkwkwk”, Anda memberi kesan ramah, santai, dan tidak terlalu kaku dalam berinteraksi.

Lawan bicara biasanya merasa lebih dekat dengan Anda.

6. Tidak Suka Kepura-puraan

Emoji kadang digunakan hanya sebagai formalitas, misalnya untuk terlihat sopan atau menjaga citra.

Namun “wkwkwk” sulit dipalsukan—kalau Anda menulisnya, biasanya itu benar-benar bentuk respon tawa.

Hal ini menandakan Anda lebih suka komunikasi yang jujur dan tidak banyak basa-basi.

7. Adaptif dengan Konteks Sosial Online

Menariknya, meskipun “wkwkwk” terlihat kuno dibanding emoticon modern, ia tetap bertahan dalam percakapan online Indonesia.

Anda yang masih menggunakannya adalah contoh orang yang adaptif: tahu kapan harus terlihat santai, tahu kapan harus mengikuti gaya percakapan yang lebih serius.

8. Nostalgia dan Menyukai Kenyamanan Lama

Bagi banyak orang, “wkwkwk” bukan sekadar tawa—ia adalah bagian dari memori panjang menggunakan internet sejak era awal media sosial.

Jika Anda masih memakainya, kemungkinan besar Anda punya sifat nostalgia, menghargai kenyamanan lama, dan sulit begitu saja melepas kebiasaan yang memberi rasa familiar.

Kesimpulan

Mengetik “wkwkwk” alih-alih menggunakan emoticon mungkin terlihat sepele, tetapi psikologi komunikasi menunjukkan bahwa kebiasaan ini menggambarkan kepribadian yang autentik, ramah, humoris, dan dekat dengan budaya lokal.

Anda mungkin bukan orang yang mudah terbawa tren, tetapi justru itulah yang membuat Anda berbeda dan lebih tulus dalam berinteraksi.

Jadi, lain kali Anda mengetik “wkwkwk” di chat, ingatlah bahwa itu bukan sekadar tawa.

Itu adalah refleksi kecil dari siapa diri Anda sebenarnya—seseorang yang jujur, hangat, dan setia pada gaya komunikasi yang membuat Anda nyaman.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho