← Beranda
Jika Anda Dapat Menjawab “Ya” untuk 8 Pertanyaan Ini, Anda Beruntung Memiliki Orang Tua yang Dewasa Secara Emosional Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSelasa, 2 September 2025 | 01.49 WIB
seseorang yang memiliki orang tua yang dewasa secara emosional (Freepik/user26680570)

 

JawaPos.com - Setiap anak tumbuh dengan pengalaman berbeda tentang seperti apa rasanya memiliki orang tua.

Ada yang mengingat masa kecilnya penuh kehangatan dan dukungan, ada pula yang masih menyimpan luka emosional karena merasa tidak pernah benar-benar dimengerti.

Dilansir dari Geediting pada Senin (1/9), dalam psikologi, kualitas pengasuhan tidak hanya diukur dari seberapa keras orang tua bekerja, tetapi juga dari kematangan emosional mereka.

Orang tua yang dewasa secara emosional mampu mengendalikan diri, memberikan rasa aman, dan menghadirkan lingkungan penuh kasih.

Mereka bukan sosok sempurna, tetapi cukup bijak untuk mendampingi anak menghadapi kehidupan.

Nah, berikut adalah 8 pertanyaan reflektif yang bisa Anda tanyakan pada diri sendiri. Jika sebagian besar jawaban Anda adalah “ya”, artinya Anda beruntung besar: Anda tumbuh bersama orang tua yang dewasa secara emosional.

1. Apakah Orang Tua Anda Memberi Ruang untuk Perasaan Anda?

Orang tua yang matang tidak menuntut anak untuk selalu bahagia atau menekan emosi negatif.

Mereka justru memberikan ruang bagi anak untuk marah, sedih, kecewa, bahkan menangis.

Alih-alih berkata, “Jangan lebay,” mereka akan berkata, “Tidak apa-apa merasa begitu.”

Jika Anda tumbuh dengan kebebasan mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi, itu tanda kematangan emosional orang tua Anda.

2. Apakah Mereka Mampu Mengendalikan Emosi Tanpa Melampiaskan pada Anak?

Setiap orang tua pasti pernah lelah, stres, atau kecewa.

Bedanya, orang tua yang dewasa secara emosional tidak menjadikan anak sebagai sasaran pelampiasan.

Mereka mungkin marah, tetapi tetap berusaha menjelaskan alasan dengan cara yang tidak menyakitkan.

Jika orang tua Anda mampu mengatur emosinya tanpa membuat Anda menjadi korban, itu sebuah anugerah besar.

3. Apakah Mereka Mampu Mendengarkan Tanpa Menghakimi?

Anak sering kali ingin bercerita tentang hal-hal sederhana: nilai ujian, persahabatan, atau perasaan jatuh cinta pertama.

Orang tua yang dewasa secara emosional tidak langsung menertawakan atau meremehkan cerita itu.

Mereka mendengarkan dengan sungguh-sungguh, menanyakan lebih lanjut, lalu memberi nasihat bila diminta.

Jika Anda merasa didengar sejak kecil, itu pertanda hubungan yang sehat.

4. Apakah Mereka Mengakui Kesalahan dan Mau Meminta Maaf?

Tidak semua orang tua bisa berkata, “Maaf, Mama/Papa salah.”

Namun, justru itulah ciri kematangan emosional.

Orang tua yang berani meminta maaf menunjukkan bahwa mereka manusia biasa, bukan sosok yang harus selalu benar.

Jika Anda pernah mendengar orang tua Anda mengakui kesalahan dan memperbaikinya, berarti Anda tumbuh bersama teladan yang berharga.

5. Apakah Mereka Memberi Batasan yang Jelas tetapi Tetap Penuh Kasih?

Orang tua yang matang tidak membiarkan anak tumbuh tanpa arah, tetapi juga tidak mengekang berlebihan.

Mereka menetapkan aturan dengan alasan yang jelas: bukan sekadar “karena orang tua bilang begitu.”

Batasan itu disampaikan dengan kasih sayang, sehingga anak belajar disiplin tanpa merasa ditindas.

6. Apakah Mereka Mendukung Impian Anda, Bukan Memaksakan Mimpi Mereka?

Sering kali, orang tua yang belum matang secara emosional berusaha mewujudkan mimpi pribadi yang belum tercapai melalui anaknya.

Sebaliknya, orang tua yang sehat mendukung anak menemukan jalan hidupnya sendiri.

Jika orang tua Anda memberi ruang untuk memilih hobi, jurusan kuliah, atau karier meski berbeda dari keinginan mereka, itu tanda cinta yang dewasa.

7. Apakah Mereka Mampu Menunjukkan Kasih Sayang Secara Konsisten?

Kasih sayang tidak hanya berupa kata-kata manis, tetapi juga tindakan nyata: mendampingi saat sakit, hadir di acara penting, atau sekadar menanyakan kabar dengan tulus.

Orang tua yang matang tidak membuat anak menebak-nebak apakah dirinya dicintai.

Mereka mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang jelas dan konsisten.

8. Apakah Mereka Menghargai Kemandirian Anda Seiring Bertumbuh Dewasa?

Anak yang tumbuh besar tidak bisa selamanya diperlakukan seperti bocah kecil.

Orang tua yang matang emosinya mampu melepaskan kontrol berlebihan dan memberi kepercayaan.

Mereka menyadari bahwa peran mereka berubah: dari pengasuh menjadi pendamping.

Jika orang tua Anda menghargai keputusan dan kemandirian Anda, itu tanda mereka benar-benar dewasa secara emosional.

Kesimpulan: Hadiah Terbesar dari Masa Kecil

Jika Anda bisa menjawab “ya” untuk sebagian besar pertanyaan di atas, maka Anda tergolong beruntung.

Tidak semua orang memiliki orang tua yang mampu hadir dengan kedewasaan emosional seperti itu.

Tumbuh bersama orang tua semacam ini berarti Anda memiliki fondasi psikologis yang kuat: rasa aman, harga diri sehat, dan kemampuan untuk membangun hubungan positif dengan orang lain.

Namun, jika jawaban Anda banyak “tidak”, bukan berarti semua sudah terlambat.

Menyadari kekurangan pola asuh justru bisa menjadi langkah awal untuk memutus rantai luka emosional dan menjadi orang tua yang lebih baik di masa depan.

Karena pada akhirnya, kedewasaan emosional bukan hanya hadiah yang kita terima, tetapi juga warisan yang bisa kita berikan.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti