← Beranda

8 Cara Mengenali Perilaku Orang dalam 5 Menit Pertemuan Pertama: Apa Saja?

Sharah SalsabilaJumat, 11 Juli 2025 | 19.24 WIB
Ilustrasi orang yang bertemu pertama kali./Freepik.

JawaPos.com - Tak mudah untuk mengenali perilaku seseorang dalam waktu yang singkat, tapi semuanya bisa dilakukan jika kita mengetahui triknya.

Mengutip dari laman Kampus Psikologi pada Jumat (11/07) bahkan dalam orang yang berkecimpung dalam bidang psikologi bisa mengenali perilaku seseorang dalam sekali tengok.

Dilansir dari laman Expert Editor pada Jumat (11/07) inilah 8 cara mengenali perilaku orang dalam 5 menit pertemuan pertama :

1. Senyuman tulus

Menurut psikologi, senyum palsu biasanya hanya melibatkan otot-otot mulut. Tapi senyuman tulus yang juga dikenal sebagai senyum Duchenne, melibatkan mulut dan mata. Ini adalah ekspresi kebahagiaan dan kepositifan yang tidak disadari dan tidak mudah dipalsukan.

Dari perspektif mindfulness, berpendapat bahwa senyum tulus bukan hanya tentang otot-otot wajah. Ini adalah manifestasi eksternal dari kedamaian dan kebaikan batin.

2. Mendengarkan dengan penuh perhatian

Tanda kedua bahwa sedang bersama orang baik adalah mendengarkan dengan penuh perhatian.

Di dunia kita yang serba cepat dan terdistraksi secara digital ini, jarang menemukan seseorang yang sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk mendengarkan apa yang dikatakan.

Ketika itu terjadi, rasanya seperti angin segar. Mendengarkan dengan penuh perhatian bukan hanya berarti mengangguk setuju atau diam saat berbicara.

Ini tentang melibatkan diri dalam pikiran dan perasaan, mengajukan pertanyaan yang bijaksana dan menunjukkan minat yang tulus untuk memahami perspektif.

3. Mereka menunjukkan kerendahan hati

Orang yang rendah hati tidak merasa perlu menyombongkan prestasi mereka atau merendahkan orang lain untuk merasa lebih unggul. Sebaliknya, mereka mengakui kekuatan dan kelemahan secara setara dan selalu terbuka untuk belajar dan berkembang.

4. Hadir di saat ini

Mindfulness adalah tentang hadir sepenuhnya di saat ini. Ini tentang menjalani hidup apa adanya, tanpa terjebak di masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.

Seseorang yang memiliki tingkat kehadiran ini cenderung sabar, pengertian, dan empati. Mereka mampu benar-benar terhubung dengan orang lain karena tidak terganggu oleh pikiran atau kesibukan sendiri.

5. Mereka menunjukkan welas asih

Tanda lain bahwa kamu berurusan dengan orang baik adalah menunjukkan welas asih. Jika dalam beberapa menit pertama bertemu seseorang, mereka menunjukkan tanda-tanda welas asih, mungkin dengan memerhatikan seseorang yang membutuhkan atau mengungkapkan kekhawatiran tentang suatu situasi.

6. Mereka mengungkapkan rasa syukur

Ketika seseorang mengungkapkan rasa syukur yang tulus, bahkan untuk hal-hal terkecil, itu menunjukkan bahwa mereka tidak menganggap remeh hidup. Mereka menyadari nilai dalam setiap momen, setiap interaksi, dan tarikan napas.

7. Mereka mempraktikkan kesabaran

Kesabaran bukan sekadar kebajikan, melainkan indikator yang jelas dari orang yang baik. Di dunia yang serba cepat di mana kepuasan instan adalah bertemu seseorang yang memiliki kesabaran bisa sangat menyegarkan.

Orang yang sabar tidak terburu-buru dalam menyampaikan kalimat atau menunjukkan kekesalan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. Mereka memahami bahwa hal-hal baik membutuhkan waktu, dan mereka bersedia menunggu tanpa merasa gelisah.

8. Mereka nyaman dengan keheningan

Keheningan bukan hanya tidak ada kebisingan. Keheningan adalah ruang untuk refleksi, untuk memahami, dan untuk hadir. Keheningan adalah tanda kenyamanan diri sendiri dan rasa hormat terhadap ruang orang lain.

Ketika seseorang nyaman dengan keheningan, itu menunjukkan bahwa mereka tidak mencoba mendominasi percakapan atau mengarahkannya untuk keuntungan sendiri. Mereka hanya ada bersama pada saat itu untuk menghargai alur percakapan.

EDITOR: Hanny Suwindari