JawaPos.com - Anda pasti pernah mengalami momen-momen ketika seseorang tampak sangat sopan. Tetapi, ada sesuatu dalam hati Anda yang berkata, "Mereka tidak begitu menyukai saya."
Kesopanan bisa menjadi penyamaran yang brilian karena norma sosial menghargai "bersikap baik." Namun, meskipun kata-kata dapat diedit secara langsung, tubuh dan otak dapat membocorkan data yang jujur.
Psikologi memberi kita peta yang berguna untuk mengenali kebocoran ini sehingga kita bisa berhenti meragukan diri sendiri, dan menetapkan batasan yang lebih sehat.
Dilansir dari laman geediting.com, Jumat (6/6), berikut delapan isyarat yang didukung penelitian yang menunjukkan seseorang tersenyum di permukaan tetapi diam-diam menjaga jarak dari Anda.
1. Senyum berhenti di mata
Senyum yang tulus merangsang otot orbicularis oculi, lingkaran kecil di sekitar mata yang menimbulkan "kaki gagak."
Psikolog menyebutnya senyum Duchenne. Sebaliknya, senyum sosial sering kali berada di bawah hidung: bibir terentang rapat tetapi mata tetap netral atau bahkan menyipit dengan sedikit penghinaan.
Jika Anda melihat senyum seseorang terlihat seperti stiker yang ditempel di wajah netral, dan menghilang saat percakapan berlanjut, perhatikanlah.
Penelitian terhadap ekspresi wajah menunjukkan bahwa kegembiraan yang autentik sangat sulit dipalsukan karena otot-otot mata sebagian besar tidak disengaja.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries 7 Juni 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
2. Kaki dan badan mereka mengarah menjauh dari Anda
Ketika orang menyukai kita, mereka akan menghadap ke arah kita, pinggul tegak, bahu terbuka, dan kaki mengarah ke kita.
Saat inti seseorang mengarah ke pintu, prasmanan, atau orang lain mana pun, itu menandakan pelepasan.
Para ahli bahasa tubuh mengatakan bahwa secara tidak sadar kita mengarahkan "anggota tubuh untuk keluar" ke tempat yang kita inginkan, terutama saat kita merasa terjebak di antara orang-orang yang sopan.
Jadi jika jari-jari kaki mereka terus bergerak ke arah pintu keluar sementara mulut mereka berkata, "Itu menarik," percayalah pada kakinya, bukan pada kalimatnya.
3. Kontak mata berkedip-kedip, lalu menghilang
Kontak mata adalah semacam perekat sosial, tetapi hanya jika terasa saling menguntungkan dan mudah.
Jika seseorang tidak menyukai Anda, mereka biasanya akan memberikan pandangan sekilas untuk "menyapa" (etika mengharuskannya) dan kemudian melepaskan diri jauh lebih cepat daripada yang mereka lakukan dengan orang yang mereka sukai.
Seperti yang diamati oleh pakar komunikasi Kory Floyd, "Individu memperlihatkan lebih banyak tatapan mata kepada teman dan orang lain yang mereka sukai dibandingkan dengan orang asing dan orang lain yang mereka tidak sukai."
Tatapan mata yang lama dan tak berkedip dapat dianggap sebagai gerakan kekuasaan, namun pandangan mata yang cepat dan tajam, lebih sering menandakan perhatian yang rendah atau ketidaknyamanan yang tersembunyi.
4. Nada bicaranya sopan dan datar
Kata-kata dapat menghangatkan, tetapi nada suara mengandung kebenaran emosional. Seperti yang dikemukakan Ronald E. Riggio Ph.D. dalam Psychology Today, nada datar, singkat, atau tidak sabar sering kali menyertai rasa tidak suka yang terselubung, bahkan ketika kata-katanya sopan.
Anda mungkin merasakan kurangnya kehangatan, pembicaraan yang terburu-buru, atau desahan yang terdengar sebelum mereka merespons.
Secara evolusi, kita cocok untuk membaca isyarat nada ini dalam waktu kurang dari satu detik, percayalah pada gesekan yang Anda rasakan di telinga Anda.
5. Mereka tidak pernah menanyakan pertanyaan lanjutan
Ketertarikan yang tulus muncul sebagai pertanyaan terbuka, cerita lanjutan, atau setidaknya ucapan ramah "Bagaimana denganmu?"
Kita lebih banyak berbagi dengan orang yang benar-benar kita sukai. Ketika kehangatan itu hilang, pembicaraan menyusut menjadi balasan yang sangat minim, seperti 'iya' dan 'tidak'.
Jika setiap percakapan terasa sukar, pertanyaan Anda dijawab ya/tidak secara singkat, tidak ada yang mau memberikan detail pribadi, dan pertanyaan lanjutan tidak pernah benar-benar dimulai, itu pertanda bahwa Anda tidak ada dalam daftar favorit mereka.
6. Pujian datang dengan menyakitkan (agresi mikro dan hinaan)
Jika pujian disertai celaan, Anda sedang melihat agresi mikro klasik: pesan halus yang sering kali dapat disangkal yang merendahkan target.
Asosiasi Psikologi Amerika mencatat bahwa agresi mikro membuat permusuhan luput dari perhatian norma-norma yang sopan, sehingga pengirimnya dapat menyangkal dengan masuk akal, sementara penerimanya merasa sedikit lebih rendah.
7. Anda tidak masuk dalam daftar undangan informal
Para peneliti pengucilan menunjukkan bahwa pengucilan tidak mengharuskan kekejaman yang nyata.
Sekadar tidak diundang minum kopi, mengobrol berkelompok, atau bertukar pikiran singkat di lorong dapat memuaskan keinginan orang yang tidak menyukai untuk menjaga jarak.
Diabaikan melemahkan kebutuhan mendasar kita untuk memiliki dan mengendalikan, bahkan ketika orang tersebut tersenyum saat Anda bertemu lagi.
Pengucilan kronis merupakan tanda bahaya bahwa hubungan tersebut tidak seramah yang tersirat di permukaan.
8. Kepedulian mereka terbungkus dalam agresi pasif
Menyetujui permintaan Anda, lalu menunda-nunda. Mengatakan, "Tentu, terserah Anda," tetapi memutar mata saat Anda berpaling.
Psychology Today menyebut perilaku pasif-agresif sebagai "ekspresi permusuhan secara tidak langsung", tempat persembunyian yang sempurna bagi orang-orang yang tidak menyukai konfrontasi sama seperti mereka tidak menyukai Anda.