← Beranda
Orang yang Suka Mencorat-coret Catatan Saat Rapat, Biasanya Memiliki 7 Ciri Kepribadian Halus Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahJumat, 30 Mei 2025 | 22.49 WIB
seseorang yang suka mencorat-coret saat rapat. (Freepik/rawpixel.com)

 

JawaPos.com - Dalam setiap rapat atau pertemuan penting, selalu ada satu atau dua orang yang tampak sibuk mencoret-coret di buku catatan mereka.

Terkadang itu bukan catatan penting, melainkan doodle, sketsa acak, garis-garis tak beraturan, atau pola berulang yang tampak tidak memiliki makna.

Meski sekilas terlihat seperti sedang tidak fokus atau bosan, ternyata menurut psikologi, kebiasaan mencoret-coret saat rapat justru menyimpan sinyal kepribadian yang unik dan halus.

Studi dalam bidang psikologi kognitif dan neuropsikologi menunjukkan bahwa kebiasaan mencoret-coret ini bukan sekadar kegiatan iseng.

Ia bisa menjadi jendela kecil yang mengintip ke dalam struktur kepribadian seseorang.

Orang yang melakukannya umumnya memiliki kombinasi kemampuan kognitif, emosional, dan sosial yang menarik untuk dikaji.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (30/5), terdapat 7 ciri kepribadian halus yang umumnya dimiliki oleh orang yang suka mencoret-coret catatan saat rapat menurut psikologi:

1. Pemroses Informasi Visual yang Kuat

Orang yang mencoret-coret biasanya memiliki gaya belajar visual yang dominan.

Mereka memahami dan menyimpan informasi dengan lebih baik melalui gambar, bentuk, dan simbol.

Ketika mereka membuat coretan, sebenarnya mereka sedang membantu otak menyaring dan menyimpan informasi yang sedang dibahas.

Bagi mereka, menggambar saat mendengar sama seperti mencatat dalam bentuk tulisan bagi orang lain.

2. Kreatif dan Imajinatif

Coretan-coretan acak seringkali merupakan bentuk ekspresi dari imajinasi yang aktif.

Orang dengan kebiasaan ini biasanya memiliki dunia batin yang kaya dan terbiasa mengolah ide-ide secara nonlinier.

Mereka mungkin tidak selalu berbicara banyak dalam rapat, tetapi di balik layar, ide-ide segar dan solusi inovatif sering muncul dari kepala mereka.

3. Punya Kemampuan Refleksi Diri Tinggi

Sambil mendengarkan pembicaraan, orang yang mencoret-coret sering melakukan proses refleksi.

Coretan mereka menjadi bentuk meditasi mikro — semacam alat bantu yang menenangkan pikiran sekaligus memfasilitasi perenungan diam-diam.

Mereka tidak cepat bereaksi, tetapi lebih memilih menyaring, menganalisis, lalu baru merespons dengan bijak.

4. Emosional Tapi Tidak Dramatis

Mereka yang suka mencorat-coret biasanya peka terhadap suasana dan perasaan, baik yang dirasakan sendiri maupun yang ditangkap dari orang lain.

Namun, mereka tidak melampiaskannya secara dramatis.

Mereka menyalurkannya dalam bentuk simbolis, salah satunya melalui coretan.

Itu sebabnya, meskipun terkesan pendiam, mereka memiliki kedalaman emosional yang tidak selalu tampak di permukaan.

5. Rentan Bosan Tapi Tidak Gampang Mengeluh

Mereka memiliki kecepatan berpikir yang tinggi, sehingga kadang rapat terasa lambat atau terlalu kaku bagi mereka.

Namun, alih-alih mengeluh atau menunjukkan kejenuhan, mereka tetap duduk tenang sambil mencoret-coret.

Ini menunjukkan kemampuan pengendalian diri yang baik dan kepekaan terhadap norma sosial.

6. Mampu Multitasking dengan Cara Unik

Mencoret-coret saat mendengarkan bisa menjadi bukti bahwa otak mereka mampu melakukan dua hal sekaligus: menerima informasi dan menyalurkannya lewat aktivitas visual-motorik.

Ini bukan tanda tidak fokus, justru kebalikannya — aktivitas mencoret-coret bisa meningkatkan daya ingat dan perhatian mereka terhadap topik yang dibahas.

7. Berorientasi pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Bagi orang yang suka mencoret-coret, proses berpikir dan merenung lebih penting daripada sekadar mencapai kesimpulan cepat.

Mereka menikmati perjalanan mental — membiarkan ide berkembang dengan bebas dan tidak terburu-buru untuk mengikatnya dalam struktur yang kaku.

Dalam lingkungan kerja, mereka adalah tipe pemikir mendalam yang sering memberi kontribusi penting saat diberi waktu dan ruang untuk berproses.

Penutup

Kebiasaan mencoret-coret saat rapat seharusnya tidak lagi dipandang sebagai gangguan atau tanda ketidaksopanan.

Justru, itu bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang memiliki kedalaman kepribadian, kekuatan visualisasi, dan kapasitas refleksi yang tinggi.

Dalam dunia kerja dan kolaborasi modern, tipe orang seperti ini bisa menjadi aset berharga — meskipun cara mereka berproses tampak tidak biasa di mata kebanyakan orang.

Jadi, lain kali ketika Anda melihat seseorang mencoret-coret di sudut buku catatannya, jangan buru-buru menilai.

Bisa jadi mereka adalah para pemikir diam-diam yang bekerja dalam diam, tetapi menciptakan dampak dalam.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti