JawaPos.com - Malam hari seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat, memulihkan tenaga, dan menyiapkan diri untuk menyambut hari esok dengan semangat baru.
Namun, tanpa disadari, banyak orang justru mengisi waktu malam mereka dengan berbagai kebiasaan yang tidak produktif dan cenderung merugikan diri sendiri.
Menurut psikologi, ada pola tertentu yang sering ditemukan pada orang malas, bukan karena mereka tidak punya potensi, tetapi karena mereka terbiasa melakukan kebiasaan yang diam-diam menguras energi dan merusak pola hidup sehat.
Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, bahkan dianggap sebagai “me time” yang menyenangkan, padahal dampaknya bisa sangat besar bagi kesehatan mental, fisik, dan produktivitas keesokan harinya.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Selasa (27/5), berikut merupakan 7 kebiasaan yang akan selalu dilakukan oleh orang malas di malam hari, menurut psikologi.
1. Sengaja menunda waktu tidur sebagai bentuk “balas dendam”
Banyak orang yang merasa bahwa malam hari adalah satu-satunya waktu bebas setelah seharian sibuk, sehingga mereka sengaja menunda waktu tidur meskipun tubuh sebenarnya sudah lelah.
Tindakan ini disebut sebagai bedtime procrastination atau menunda tidur secara sukarela.
Biasanya, mereka beralasan bahwa menonton satu episode tambahan atau scroll di media sosial adalah bentuk “me time”.
Namun kenyataannya, mereka sedang mengambil jatah energi dari hari esok. Akibatnya, ketika bangun tidur, mereka merasa lelah, kurang semangat, dan hari pun dimulai dengan kondisi yang tidak optimal.
Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini akan menjadi lingkaran yang akan sulit diputus.
2. Membiarkan rasa lelah dan malas mengendalikan malam hari mereka
Setelah seharian membuat banyak keputusan, mulai dari membalas email, memilih makanan, hingga menghadapi berbagai situasi, otak kita cenderung sangat lelah.
Dalam keadaan seperti ini, kita cenderung memilih hal-hal yang paling mudah untuk dilakukan.
Itulah sebabnya orang malas cenderung membiarkan malamnya diisi dengan menonton acara yang diputar secara otomatis atau hanya scroll ponsel tanpa tujuan, daripada melakukan sesuatu yang lebih bermakna seperti menulis, membaca, atau menyelesaikan proyek pribadi.
Dengan begitu, malam hari akhirnya dihabiskan untuk hal-hal yang mudah, yang terlihat santai, tetapi sebenarnya tidak membawa manfaat apa-apa.
3. Membiarkan pikirannya terus berpikir dan khawatir sebelum tidur
Banyak orang yang tanpa sadar menghabiskan malam hari dengan memikirkan berbagai hal, seperti kekhawatiran, penyesalan, atau hal-hal yang belum tentu terjadi.
Ini disebut dengan rumination, yaitu kebiasaan memutar ulang pikiran negatif secara terus-menerus. Kebiasaan ini membuat otak tidak bisa tenang.
Walaupun mereka merasa sedang memproses kejadian hari itu, sebenarnya mereka hanya terjebak dalam lingkaran pikiran yang sama tanpa solusi apa pun. Akibatnya, tidur pun akan terganggu dan bangun dalam keadaan mental yang lelah.
4. Tidak menyiapkan rencana yang jelas untuk esok hari
Orang malas yang jarang mengalami kemajuan dalam hidup biasanya mengakhiri harinya tanpa rencana yang pasti untuk keesokan harinya.
Mereka hanya berpikir, “nanti lihat saja bagaimana besok hari” tanpa membuat prioritas atau tujuan yang ingin dicapai.
Akibatnya, ketika bangun pagi, mereka langsung dihadapkan pada berbagai gangguan, dan karena otak masih lelah, keputusan-keputusan penting pun sering kali diabaikan.
Tanpa niat dan tujuan yang ditetapkan untuk keesokan hari, seseorang akan mudah terombang-ambing dan hari-harinya berjalan tanpa arah yang pasti.
5. Makan camilan larut malam secara tidak sadar
Makan di malam hari memang tidak sepenuhnya salah, namun ketika dilakukan berlebihan, terutama makanan yang tinggi gula atau karbohidrat, maka bisa berdampak buruk pada kualitas tidur dan kesehatan tubuh.
Sering kali, orang makan bukan karena lapar, tetapi karena bosan. Kebiasaan ini muncul tanpa sadar, dan menjadi pola yang sulit untuk dihentikan.
Bahkan, ketika mereka berjanji hanya akan makan “satu biskuit saja”, sering kali berakhir dengan menghabiskan seluruh kemasan.
Hal ini dapat membuat otak belajar bahwa janji terhadap diri sendiri tidak bisa dipegang, yang lama-kelamaan bisa merusak rasa percaya diri mereka.
6. Terus bermain ponsel hingga baterai dan tenaga mereka ikut habis
Kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur bukan hanya masalah cahaya biru, tetapi juga bisa membuat pikiran kita tetap aktif.
Berdasarkan penelitian, menggunakan media sosial atau mengirim pesan setelah lampu dimatikan terbukti bisa mengganggu kualitas tidur, memperlama waktu untuk terlelap, dan menyebabkan rasa lelah keesokan harinya.
Hal ini terjadi karena otak kita akan terus mencari hal baru untuk dilihat atau dibaca, walau tubuh sudah sangat ingin untuk beristirahat.
Lama-kelamaan, kebiasaan ini bisa menjadi pola yang terus berulang, dan begitu kepala menyentuh bantal, tangan otomatis mencari ponsel, dan esok harinya tubuh bangun dalam keadaan yang tidak segar.
7. Minum sedikit alkohol untuk merasa rileks di malam hari
Minum alkohol di malam hari sering kali dianggap sebagai cara cepat untuk merasa tenang.
Namun sebenarnya, alkohol dapat mengganggu siklus tidur, terutama tidur nyenyak yang sangat dibutuhkan tubuh untuk pemulihan.
Meskipun terasa nyaman di awal, efeknya akan terasa di pagi hari, di mana tubuh akan menjadi lamban, pikiran kurang fokus, dan produktivitas pun menurun.
Jika hal ini menjadi kebiasaan, dampaknya bisa cukup besar, mulai dari tidak semangat berolahraga, malas bersosialisasi, hingga menunda pekerjaan penting.
Efek buruk dari “sedikit minuman” ternyata lebih besar daripada yang diperkirakan banyak orang.