JawaPos.com - Meningkatkan standar kehidupan bukan sekadar menambah kebiasaan baik, tetapi sering kali mengurangi perilaku negatif yang menghambat kita.
Ini seperti mencoba berlari sambil membebankan beban di pergelangan kaki. Anda dapat berlatih dan memacu diri lebih keras, tetapi Anda baru akan benar-benar bisa terbang setelah beban tersebut dilepaskan.
Menghilangkan tujuh perilaku ini sama saja dengan menghilangkan beban-beban tersebut. Ini tentang membuat pilihan untuk mengutamakan kesejahteraan dan kesuksesan Anda.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Global English Editing, Senin (5/5), tujuh perilaku yang sebaiknya Anda singkirkan untuk naik level dan menetapkan beberapa standar baru bagi diri Anda sendiri.
1. Keraguan terhadap diri sendiri
Tahukah Anda suara yang terus-menerus mengganggu di kepala Anda? Suara yang terus-menerus mengatakan bahwa Anda tidak cukup baik, tidak cukup pintar, atau tidak cukup cakap? Itulah keraguan diri.
Ini adalah perilaku licik yang menyusup ke dalam kehidupan kita dan menghalangi kita mencapai potensi penuh kita.
Ini seperti bayangan yang selalu ada, menimbulkan keraguan atas kemampuan kita dan merusak kepercayaan diri kita.
Tantangannya adalah, keraguan terhadap diri sendiri bisa sangat meyakinkan. Hal ini bisa membuat kita meragukan diri sendiri dan mempertanyakan harga diri kita.
Dan sebelum kita menyadarinya, kita telah meyakinkan diri sendiri untuk tidak mengejar impian atau mengambil langkah maju berikutnya.
Namun, inilah masalahnya: keraguan terhadap diri sendiri bukanlah teman Anda. Keraguan tidak akan menguntungkan Anda.
Ini adalah perilaku yang harus dihilangkan jika Anda ingin meningkatkan standar hidup Anda.
Mulailah dengan mengenali saat keraguan diri muncul dan tantang narasinya. Ingatkan diri Anda tentang pencapaian dan kemampuan Anda.
Ingatlah, Anda lebih dari sekadar mampu mencapai kehebatan. Menghilangkan keraguan pada diri sendiri tidak akan terjadi dalam semalam.
Namun, semakin sering Anda berlatih, semakin mudah bagi Anda untuk membungkam suara yang tidak membantu itu dan meningkatkan standar hidup Anda.
2. Penundaan
Penundaan bukan hanya tentang kemalasan atau manajemen waktu yang buruk. Penundaan sering dikaitkan dengan rasa takut – takut gagal, takut sukses, takut akan hal yang tidak diketahui.
Dengan mengenali dan mengatasi ketakutan yang mendasari kebiasaan menunda-nunda, Anda dapat mulai mengatasi perilaku merugikan ini.
Dan percayalah, tidak ada yang dapat menandingi rasa puas dan lega yang Anda rasakan saat akhirnya berhasil menyelesaikan tugas yang selama ini Anda tunda.
Kemenangan kecil ini dapat meningkatkan standar dan kepercayaan diri Anda dalam menjalani hidup.
3. Mengabaikan perawatan diri
Dalam dunia yang serba cepat ini, mudah bagi kita untuk mengabaikan perawatan diri sendiri. Kita sering kali mendapati diri kita berfokus pada pekerjaan, keluarga, dan komitmen lainnya, sehingga tidak menyisakan waktu untuk diri sendiri.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengabaikan perawatan diri berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental kita.
Hal ini menyebabkan meningkatnya stres, menurunnya produktivitas, dan kemungkinan lebih besar mengalami kelelahan.
Perawatan diri bukan hanya tentang perawatan yang mahal ke tempat spa, ini tentang menjaga kesehatan Anda secara menyeluruh.
Ini termasuk makan makanan sehat, berolahraga secara teratur, memastikan Anda tidur cukup, dan meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang Anda sukai.
Mengabaikan perawatan diri mungkin tampak seperti perilaku kecil dibandingkan dengan yang lain, tetapi dampaknya bisa sangat besar.
Dengan memprioritaskan perawatan diri, Anda tidak hanya meningkatkan standar hidup Anda, Anda juga mempersiapkan diri untuk meraih kesuksesan di setiap aspek kehidupan Anda.
4. Pembicaraan negatif terhadap diri sendiri
Kata-kata memiliki kekuatan, terutama kata-kata yang kita ucapkan kepada diri kita sendiri.
Pembicaraan negatif terhadap diri sendiri adalah perilaku destruktif yang dapat menimbulkan awan gelap pada persepsi dan pengalaman kita.
Saya yakin kita semua pernah mengalaminya. Kita melakukan kesalahan, dan alih-alih mengakuinya sebagai kesempatan belajar, kita malah mencaci diri sendiri.
Frasa seperti "Saya benar-benar bodoh" atau "Saya tidak bisa melakukan apa pun dengan benar" menjadi mantra kita.
Namun, ketika kita terus-menerus terlibat dalam pembicaraan negatif dengan diri sendiri, kita mulai mempercayainya.
Ini menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya, membatasi potensi kita dan mencegah kita meningkatkan standar kita.
Kabar baiknya adalah kita dapat mengubah narasinya. Dengan secara sadar mengganti pikiran negatif dengan afirmasi positif, kita dapat mulai mengubah pola pikir kita.
Ini tentang mengenali nilai dan kemampuan kita, dan memberi diri kita kebaikan dan pengertian yang sama seperti yang kita berikan kepada orang lain.
5. Takut gagal
Kegagalan bisa jadi hal yang menakutkan. Kegagalan adalah monster besar yang selalu menghantui dan menghalangi kita mengambil risiko dan mengejar impian.
Namun, yang perlu kita ingat adalah: kegagalan bukanlah akhir dari dunia. Bahkan, sering kali melalui kegagalan kita mendapatkan pelajaran yang paling berharga.
6. Hidup di masa lalu
Kita semua pernah mengalami momen-momen dalam hidup yang kita harap dapat ditulis ulang. Mungkin itu adalah kesempatan yang terlewat, keputusan yang disesalkan, atau pengalaman yang menyakitkan.
Namun, berkutat pada masa lalu dapat menjadi penghalang untuk meningkatkan standar kita. Hidup di masa lalu menghambat kita karena hal itu mencegah kita untuk terlibat sepenuhnya di masa kini.
Hal itu dapat menimbulkan perasaan menyesal, bersalah, atau pahit yang menghambat pertumbuhan dan kemajuan kita.
Penting untuk dipahami bahwa meskipun kita tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, kita dapat mengendalikan cara kita bereaksi dan melangkah maju.
Belajar dari masa lalu, daripada hidup di dalamnya, memungkinkan kita untuk tumbuh dan berkembang.
Jadi, daripada mengulang skenario lama, fokuskan energi Anda untuk menciptakan skenario baru.
Nikmati momen saat ini dan nantikan masa depan. Bagaimanapun, cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya.
7. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Di era digital saat ini, mudah sekali terjebak dalam kebiasaan membandingkan hidup kita dengan orang lain.
Kita menelusuri feed media sosial yang dipenuhi momen-momen indah yang membuat kita seringkali dipengaruhi oleh perangkap perbandingan.
Namun, tahukah Anda bahwa perbandingan adalah pencuri kegembiraan? Bila Anda terus-menerus mengukur hidup Anda dengan momen-momen terbaik orang lain, Anda akan merasa tidak puas dan meragukan diri sendiri.
Perjalanan hidupmu unik. Kemenanganmu, perjuanganmu, jalanmu – semuanya milikmu. Jadi, daripada membandingkan dirimu dengan orang lain, fokuslah untuk menjadi versi terbaik dirimu.
Ingatlah, satu-satunya orang yang harus Anda coba untuk menjadi lebih baik adalah dirimu sendiri yang kemarin. Perubahan pola pikir ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan standar hidup Anda.