← Beranda
Menurut Psikologi, Inilah 8 Kebiasaan Unik Orang yang Selalu Menyembunyikan Foto Profilnya dari Publik
Vindi Rayinda AyudyaSenin, 5 Mei 2025 | 00.54 WIB
Ilustrasi orang yang mengosongkan foto profil. (Freepik)

JawaPos.Com - Di era digital yang serba terbuka ini, media sosial sering menjadi ruang di mana orang-orang memamerkan kehidupan, pandangan, hingga pencapaian mereka.

Namun, ada kelompok orang yang justru memilih untuk menutup akses ke profil mereka, menjaga setiap unggahan tetap tersembunyi, dan membatasi siapa saja yang dapat melihat apa yang mereka bagikan.

Pilihan ini sering kali menimbulkan rasa penasaran. Apa yang mendorong seseorang untuk merahasiakan kehidupan digitalnya?

Menurut psikologi, keputusan ini bukan sekadar soal preferensi, tetapi mencerminkan pola pikir, nilai-nilai, dan sifat yang lebih dalam.

Orang-orang ini bukan hanya menghindari sorotan, tetapi juga memiliki pendekatan unik terhadap bagaimana mereka memanfaatkan media sosial.

Dilansir dari Geediting, inilah delapan perilaku yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang merahasiakan profil media sosialnya, menurut psikologi.

1. Mereka Ingin Tetap Memegang Kendali Penuh

Orang yang memilih untuk merahasiakan profil media sosial mereka cenderung memiliki kebutuhan kuat untuk mengendalikan informasi yang beredar tentang diri mereka.

Mereka merasa bahwa dengan menjaga profil tetap privat, mereka memiliki kendali penuh atas siapa yang dapat melihat dan mengetahui kehidupan digital mereka.

Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang sangat peduli dengan keamanan informasi pribadi.

Dalam era di mana informasi dapat dengan mudah tersebar tanpa sepengetahuan pemiliknya, langkah ini menjadi salah satu cara untuk melindungi diri dari risiko seperti penyalahgunaan data atau penilaian negatif.

Selain itu, mereka yang memiliki pengalaman buruk terkait privasi, seperti pernah menjadi korban peretasan atau pencurian identitas, akan lebih memilih pendekatan ini.

Dengan menjaga profil tetap tersembunyi, mereka dapat lebih tenang dan merasa aman dalam aktivitas online mereka.

2. Mereka Menghargai Hubungan yang Tulus

Bagi sebagian orang, hubungan yang autentik jauh lebih berharga dibandingkan popularitas di media sosial.

Mereka yang memilih untuk menyembunyikan profil mereka sering kali ingin menjaga hubungan yang lebih bermakna dan mendalam.

Dengan tidak terlalu banyak terlibat di media sosial, mereka dapat lebih fokus pada interaksi langsung dan membangun kepercayaan dengan orang-orang terdekat.

Media sosial sering kali menciptakan ilusi bahwa banyaknya jumlah pengikut atau likes adalah ukuran kesuksesan.

Namun, bagi individu ini, kualitas hubungan jauh lebih penting daripada kuantitas.

Mereka percaya bahwa hubungan yang tulus tidak bisa digantikan oleh interaksi dangkal di dunia maya.

3. Mereka Lebih Cenderung Introvert

Karakteristik introvert sering kali menjadi salah satu alasan di balik keputusan seseorang untuk tidak terlalu terbuka di media sosial.

Orang-orang dengan kepribadian ini lebih nyaman dengan lingkaran sosial yang kecil dan intim.

Mereka tidak merasa perlu membagikan setiap aspek kehidupan mereka kepada dunia.

Sebaliknya, mereka menikmati momen privat dan hanya berbagi cerita dengan orang-orang yang benar-benar mereka percayai.

Namun, ini tidak berarti mereka anti-sosial. Banyak introvert yang tetap aktif di media sosial, tetapi mereka lebih selektif dalam membagikan informasi.

Mereka lebih memilih untuk menjadi penonton daripada pemain aktif di platform tersebut.

4. Mereka Sangat Menghargai Privasi

Di era digital ini, privasi menjadi salah satu hal yang sangat berharga. Orang yang menjaga profil media sosialnya tetap tersembunyi biasanya sangat menyadari risiko yang ada di dunia maya.

Mereka memahami bahwa setiap unggahan atau informasi pribadi yang dibagikan dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Misalnya, ancaman seperti pencurian identitas, penipuan, atau bahkan peretasan akun sering kali menjadi kekhawatiran utama.

Dengan menjaga privasi, mereka melindungi diri dari risiko tersebut.

Selain itu, mereka juga merasa lebih nyaman karena tidak perlu khawatir tentang siapa saja yang mungkin mengakses informasi mereka.

5. Mereka Menjunjung Tinggi Keaslian

Bagi sebagian orang, media sosial sering kali dianggap sebagai tempat di mana banyak orang menunjukkan versi terbaik dari diri mereka.

Namun, mereka yang memilih untuk menyembunyikan profilnya biasanya ingin menjauh dari tekanan ini.

Dengan menjaga profil tetap privat, mereka merasa lebih bebas untuk menjadi diri sendiri tanpa perlu memenuhi ekspektasi atau standar yang tidak realistis.

Mereka tidak membutuhkan validasi dari jumlah likes atau komentar. Bagi mereka, kebahagiaan sejati tidak bergantung pada pandangan orang lain.

Dengan cara ini, mereka dapat menjalani hidup dengan lebih autentik dan apa adanya.

6. Mereka Sadar Akan Jejak Digital

Jejak digital adalah semua data yang ditinggalkan seseorang saat menggunakan internet, termasuk unggahan media sosial, komentar, dan aktivitas lainnya.

Orang yang memilih untuk menyembunyikan profilnya biasanya sangat peka terhadap dampak dari jejak digital ini.

Mereka menyadari bahwa apa pun yang diposting di internet dapat tetap ada selamanya, bahkan jika sudah dihapus.

Kesadaran ini membuat mereka lebih berhati-hati dalam membagikan informasi.

Mereka memilih untuk membatasi eksposur online mereka demi mengurangi risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Langkah ini mencerminkan sikap bijaksana dan pemahaman yang mendalam tentang dunia digital.

7. Mereka Tidak Mudah Terpengaruh Perbandingan Sosial

Media sosial sering kali menjadi tempat di mana orang saling membandingkan kehidupan mereka.

Dari foto liburan mewah hingga pencapaian karier, banyak orang merasa tekanan untuk mengikuti standar yang ditampilkan di dunia maya.

Namun, mereka yang memilih untuk menyembunyikan profil mereka biasanya tidak terpengaruh oleh dinamika ini.

Mereka lebih fokus pada kebahagiaan dan pencapaian pribadi tanpa perlu membandingkan diri dengan orang lain.

Dengan menjauh dari perbandingan sosial, mereka dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan autentik.

8. Mereka Menggunakan Media Sosial dengan Bijak

Orang yang menjaga privasi profilnya biasanya memiliki pendekatan yang lebih sadar terhadap penggunaan media sosial.

Mereka hanya menggunakan platform tersebut untuk tujuan yang benar-benar penting, seperti menjaga komunikasi dengan teman dekat atau mencari informasi yang relevan.

Dengan cara ini, mereka dapat menghindari penggunaan media sosial yang berlebihan dan memanfaatkan platform tersebut dengan lebih efektif.

Mereka juga cenderung lebih selektif dalam memilih siapa yang dapat mengakses akun mereka.

Dengan menjaga lingkaran pertemanan online yang kecil, mereka merasa lebih nyaman dan aman dalam berbagi informasi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho