← Beranda

Inilah 7 Perilaku Khas yang Selalu Ditunjukkan Orang Narsis Tanpa Mereka Sadari, Menurut Psikologi

Lola Amelia Putri YaniSabtu, 3 Mei 2025 | 00.19 WIB
Ilustrasi orang narsis. (Freepik)

JawaPos.com - Kemungkinan besar, kamu pernah bertemu dengan satu atau dua orang yang memiliki sifat narsistik dalam hidup kamu. Mungkin itu adalah mantan yang selalu mengedepankan keinginannya sendiri tanpa pernah memikirkan kebutuhan kamu. Atau bisa juga rekan kerja yang terlalu sibuk membanggakan pencapaiannya hingga lupa menyelesaikan tugasnya.

Baik dalam hubungan profesional maupun personal, ada tanda-tanda khas yang menunjukkan bahwa kamu sedang berhadapan dengan seseorang yang narsistik. Bila kamu mengalaminya, sangat penting untuk menetapkan batas yang sehat dan menjaga jarak secara emosional.

Dilansir dari laman Your Tango pada Jumat (02/05), inilah 7 perilaku khas yang sering dilakukan oleh orang narsis tanpa mereka sadari, menurut psikologi:

1. Merasa Paling Tahu Segalanya

Orang narsis cenderung percaya bahwa mereka lebih pintar dari siapapun. Mereka tak segan memberi tahu pengacara bagaimana hukum bekerja, atau mengoreksi dokter tentang dunia medis. Bagi mereka, pendapat sendiri selalu yang paling benar.

Dalam obrolan sehari-hari, mereka sering mengatakan hal seperti, "Sebenarnya, kamu salah paham" atau "itu yang kebanyakan orang pikirin, padahal aslinya ga gitu." Mereka suka berdebat, mengoreksi, dan merasa harus mengedukasi orang lain agar mengikuti cara berpikir mereka.

2. Merasa Tidak Perlu Mematuhi Aturan

Menurut pandangan mereka, aturan hanya berlaku bagi orang yang kurang pandai membuat keputusan sendiri. Karena mereka merasa istimewa dan superior, aturan umum, kebijakan, atau hukum seakan tidak berlaku bagi mereka.

Mereka bahkan bisa memanipulasi orang lain agar melanggar aturan demi keuntungan pribadi. Hal ini memperkuat keyakinan mereka bahwa mereka memang pantas mendapatkan perlakuan khusus. Sebuah artikel dari Stanford Graduate School of Business menjelaskan bahwa ini berasal dari gabungan rasa superioritas, kebutuhan akan pengakuan, dan rasa berhak yang berlebihan.

3. Terlalu Mementingkan Citra Diri

Orang narsis sangat peduli dengan tampilan luar. Mereka ingin dilihat sebagai sosok sukses, populer, dan eksklusif. Biasanya, mereka bersikap materialistis dan senang dikaitkan dengan merek mewah atau tokoh terkenal. Hal ini membuat mereka merasa lebih bernilai dan unggul dibandingkan orang lain.

4. Memikat di Awal, Mengecewakan di Akhir

Di awal perkenalan, orang narsis bisa tampak sangat memesona. Mereka tampil percaya diri, menarik, bahkan bisa menjadi pusat perhatian di manapun mereka berada. Tapi, seiring waktu, sifat egois dan manipulatif mereka mulai terlihat dan membuat orang-orang perlahan menjauh.

Sebuah studi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa meski kesan pertama mereka baik, sikap merasa paling benar, suka memanfaatkan orang, dan kurang empati membuat hubungan dengan mereka mudah rusak.

5. Merendahkan Orang Lain demi Menjaga Ego

Untuk merasa unggul, mereka sering menyiratkan bahwa orang lain tidak sepintar atau tidak sepenting mereka. Mereka bisa saja meremehkan keahlian, pengalaman, atau pendapat orang lain, seolah-olah hanya mereka yang benar-benar tahu segalanya.

6. Berpikir Semua Orang Mengaguminya

Mereka benar-benar percaya bahwa semua mengagumi mereka. Jika ada yang tidak menyukai mereka, itu pasti karena iri. Meski sulit menerima kritik, mereka seringkali berpura-pura tidak peduli. Tapi dibalik itu, mereka bisa saja membalas dengan cara yang pasif-agresif atau bahkan terang-terangan.

Keyakinan bahwa semua orang mencintai mereka ini berasal dari rasa penting diri yang berlebihan dan ketakutan mendalam akan penolakan. Penelitian pada 2019 menyebutkan bahwa mereka sering melebih-lebihkan kualitas dirinya dan keliru menafsirkan reaksi orang lain, seolah semua orang terkesan padahal tidak.

7. Mementingkan Perasaannya Sendiri dan Mengabaikan Orang Lain

Kurangnya empati menjadi ciri paling mencolok dari seorang narsis. Mereka tidak terlalu peduli bagaimana perasaan atau kebutuhan orang lain. Fokus utama mereka adalah keinginan pribadi, meskipun itu menyakiti orang lain.

Studi menunjukkan bahwa orang narsis sering kekurangan pemahaman moral dan tidak mampu menyadari dampak dari tindakannya terhadap orang lain. Mereka mungkin tampak seolah peduli, tetapi itu hanya untuk keuntungan pribadi. Kepedulian yang mereka tunjukkan bukanlah empati sejati. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah