← Beranda

7 Perilaku yang Kamu Pelajari di Masa Kecil yang Diam-diam Masih Merusak Hubungan Kamu Saat Dewasa

M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 27 April 2025 | 21.17 WIB
7 Perilaku yang Kamu Pelajari di Masa Kecil yang Diam-diam Masih Merusak Hubungan Kamu Saat Dewasa

JawaPos.com - Tanpa disadari, perilaku di masa kecil yang dulunya terasa wajar, ternyata bisa membawa dampak besar terhadap hubungan kamu sekarang.

Banyak dari kita tumbuh dengan pola asuh yang penuh tekanan, ekspektasi, atau bahkan kekacauan. Dan jejaknya masih tertinggal dalam cara kita berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam hubungan cinta.

Dilansir dari Blog Herald pada Minggu (27/4), simak 7 perilaku yang diam-diam masih merusak hubunganmu sampai hari ini.

1. Kesulitan Mengatakan Tidak

Waktu kecil, mungkin kamu sering merasa harus menyesuaikan diri untuk menyenangkan orang tua atau teman-temanmu. Akibatnya, kamu terbiasa untuk selalu berkata "ya," bahkan ketika sebenarnya kamu ingin berkata "tidak."

Kini, di usia dewasa, kamu mungkin masih membawa kebiasaan ini ke dalam hubungan cinta, membuatmu sulit menetapkan batasan. Akhirnya, kamu merasa lelah, dipermainkan, dan perlahan hubungan tersebut malah merusak kesehatan mentalmu.

2. Menghindari Konflik Seperti Menghindari Wabah

Kalau kamu dibesarkan dalam keluarga yang "tabu" terhadap pertengkaran, besar kemungkinan kamu sekarang menjadi orang yang lebih memilih diam daripada menghadapi masalah.

Perilaku di masa kecil ini terlihat sepele, tapi sebenarnya berbahaya. Setiap masalah yang dipendam malah menjadi bom waktu dalam hubungan cinta.

Bukannya memperbaiki situasi, menghindari konflik malah perlahan-lahan merusak kepercayaan dan kedekatan emosional antara kamu dan pasangan.

3. Selalu Berusaha Mencapai Kesempurnaan

Dulu, mungkin kamu sering dipuji hanya saat mendapat nilai tertinggi atau berhasil dalam suatu hal. Ini membuatmu percaya bahwa hanya kesempurnaan yang layak mendapatkan cinta dan penerimaan.

Ketika dibawa ke hubungan dewasa, obsesi terhadap kesempurnaan ini membuat kamu sulit menerima ketidaksempurnaan pasanganmu — atau bahkan ketidaksempurnaan dirimu sendiri.

Tanpa sadar, kamu membebani hubungan cinta dengan ekspektasi tidak realistis yang malah bisa merusak segalanya.

4. Menguasai Seni Menyenangkan Orang Lain

Banyak dari kita tumbuh dengan pola asuh yang menekankan pentingnya menjaga kedamaian keluarga, bahkan jika itu berarti mengorbankan keinginan sendiri. Sekarang, kamu mungkin merasa perlu terus-menerus menyenangkan pasanganmu, temanmu, semua orang.

Meski terdengar mulia, kebiasaan ini justru membuatmu kehilangan diri sendiri dalam hubungan. Kamu menjadi tidak autentik, dan seiring waktu, ini merusak rasa saling menghargai dalam hubungan cinta yang kamu jalani.

5. Nyaman dalam Kekacauan

Kalau masa kecilmu penuh ketidakpastian dan drama, ada kemungkinan kamu justru merasa "nyaman" dalam kekacauan saat dewasa. Perilaku di masa kecil ini membuatmu tertarik pada hubungan yang penuh pasang surut, karena itulah yang terasa familiar.

Namun, perlu diingat, kekacauan bukanlah fondasi yang sehat untuk hubungan apa pun. Jika dibiarkan, pola ini hanya akan terus merusak kedamaian dan kestabilan yang kamu butuhkan dalam hubungan cinta.

6. Dilanda Trust Issue

Saat kecil, jika kamu sering dikecewakan atau dikhianati oleh orang yang seharusnya melindungi kamu, tak heran kalau kamu tumbuh menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain.

Kamu mungkin merasa harus selalu siap menghadapi pengkhianatan, bahkan dalam hubungan cinta yang sebenarnya tulus.

Pola asuh penuh ketidakpastian ini membuatmu memasang tembok tinggi, yang bukannya melindungimu, malah secara perlahan merusak peluangmu untuk merasakan kedekatan sejati.

7. Merasa Perlu Mengendalikan Segalanya

Kalau di masa kecil kamu merasa dunia di sekitarmu terlalu kacau atau tidak terkendali, mungkin kamu mengembangkan mekanisme bertahan hidup: mengendalikan apa pun yang bisa kamu kendalikan.

Ketika dibawa ke masa dewasa, perilaku ini membuat kamu jadi terlalu mengatur hubunganmu, terlalu takut kehilangan kendali. Sayangnya, cinta sejati butuh rasa percaya dan ruang untuk tumbuh. Terlalu mengendalikan justru merusak dinamika alami dan keintiman dalam hubungan cinta.

Perilaku di masa kecil membentuk banyak bagian dari diri kita yang bahkan tidak kita sadari. Tapi kabar baiknya, menyadari pola-pola ini adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan penuh cinta di masa depan

EDITOR: Setyo Adi Nugroho