JawaPos.com - Tumbuh di era 70-an atau 80-an adalah pengalaman unik yang sulit dipahami generasi saat ini. Masa itu terasa lebih sederhana, tetapi penuh warna dan kenangan yang begitu membekas dalam ingatan.
Mengulas kembali memori masa kecil di dekade tersebut serasa seperti melakukan perjalanan waktu. Banyak hal kecil yang bisa langsung membawa kita kembali ke suasana saat itu.
Ada berbagai hal khas yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang mengalami masa itu. Dilansir dari Geediting pada Rabu (16/4), berikut ini 9 hal yang jika kamu masih ingat, bisa dipastikan kamu besar di tahun 70-an atau 80-an.
1. Kartun Sabtu Pagi
Dulu, bangun pagi di akhir pekan bukan karena sekolah atau kerja, melainkan demi menonton kartun favorit. Momen ini jadi salah satu yang paling dinantikan anak-anak di era itu.
Mulai dari aksi seru “Super Friends” sampai kelucuan abadi “Tom and Jerry”, semuanya punya tempat istimewa di hati anak-anak saat itu. Duduk di depan TV sambil makan sereal dengan piyama adalah rutinitas tak tergantikan.
2. Serunya Bikin Mixtape
Sebelum ada Spotify atau Apple Music, anak-anak 70-an dan 80-an punya cara sendiri menikmati musik favorit. Mixtape atau kaset kompilasi lagu jadi sesuatu yang spesial dan penuh usaha.
Duduk di dekat radio, menunggu lagu favorit diputar, lalu cepat-cepat menekan tombol record adalah sensasi tersendiri. Kalau berhasil merekam tanpa suara penyiar radio, rasanya seperti menang undian.
3. Munculnya Konsol Game Rumahan
Tahun 70-an dan 80-an jadi saksi kemunculan game rumahan yang mulai populer. Konsol Atari 2600 yang dirilis tahun 1977 membawa game arcade langsung ke ruang keluarga.
Permainan seperti “Pac-Man” dan “Space Invaders” jadi favorit banyak anak. Meski grafisnya sederhana dan hanya berbentuk pixel, permainan ini mampu menyihir anak-anak berjam-jam di depan TV.
4. Suara Khas Internet Dial-Up
Sebelum internet super cepat hadir seperti sekarang, dulu ada koneksi internet dial-up. Suara khas berdengung dan berderak menandakan seseorang sedang mencoba terhubung ke internet.
Meski koneksinya sangat lambat, sensasi bisa mengakses dunia luar dari rumah sendiri adalah hal luar biasa. Butuh kesabaran ekstra untuk sekadar mengunduh gambar atau lagu saat itu.
5. Nonton di Bioskop Drive-In
Nonton film di drive-in punya pengalaman tersendiri di era 70-an dan 80-an. Bukan cuma soal filmnya, tetapi soal suasana dan kebersamaan yang tercipta di sana.
Datang ramai-ramai bersama keluarga atau teman, memilih posisi mobil, menyetel radio untuk suara film, dan menonton di bawah langit malam adalah momen tak terlupakan. Kadang, serunya juga karena bisa intip layar film di mobil sebelah.
6. Surat Tulis Tangan dan Kartu Pos
Sebelum pesan instan dan email, anak-anak 70-an dan 80-an terbiasa berkirim surat atau kartu pos. Melihat nama sendiri di amplop yang datang ke rumah selalu jadi kejutan menyenangkan.
Isinya bisa berupa ucapan ulang tahun, salam lebaran, atau sekadar kabar sederhana. Membaca tulisan tangan orang terdekat punya kehangatan yang tak tergantikan.
7. Ketakutan Akan Y2K
Menjelang tahun 2000, muncul ketakutan soal Y2K atau Millennium Bug. Orang-orang khawatir sistem komputer akan mengalami kesalahan saat pergantian tahun karena pengaturan tahun hanya menggunakan dua digit.
Banyak yang takut akan terjadi kekacauan global saat jarum jam menunjuk pukul 00.00 di malam pergantian tahun. Untungnya, semua ketakutan itu tak terbukti dan dunia tetap berjalan normal.
8. Kenikmatan Mendengarkan Piringan Hitam
Sebelum era digital, musik diputar lewat piringan hitam. Meletakkan piringan di turntable, menurunkan jarum pelan-pelan, lalu musik mulai mengalun di seluruh ruangan.
Cover album biasanya punya desain yang menarik, bahkan bisa jadi pajangan. Rasanya beda saat menikmati musik sambil memegang piringan hitam dan membalik sisi lainnya.
9. Telepon Kabel yang Tak Pernah Jauh dari Tembok
Terakhir, anak-anak 70-an dan 80-an pasti akrab dengan telepon kabel. Saat itu, menelepon artinya harus berada di dekat pesawat telepon yang biasanya menempel di dinding rumah.
Telepon dengan tombol putar jadi ciri khasnya, dan butuh kesabaran lebih saat harus memutar nomor yang banyak angka 0 atau 9. Meski begitu, alat ini menjadi penghubung utama dengan dunia luar sebelum hadirnya ponsel.