← Beranda

Menurut Psikologi, Begini 7 Cara Hidup Orang yang Jiwanya Tenang dan Damai, Bisa Anda Praktikkan Mulai Sekarang!

Ajilan Fauza FathayanieJumat, 11 April 2025 | 00.23 WIB
Ilustrasi cara hidup orang yang jiwanya tenang dan damai menurut psikologi./Freepik.

JawaPos.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tekanan, tidak semua orang mampu menjaga ketenangan batin dalam menghadapi berbagai tantangan.

Namun, menariknya, ada sebagian orang yang terlihat begitu damai menjalani hidup, seolah memiliki benteng batin yang tak mudah goyah meski dihantam masalah dari berbagai arah.

Dalam dunia psikologi, orang-orang yang jiwanya tenang dan damai ini ternyata memiliki pola hidup dan kebiasaan tertentu yang bisa dipelajari dan ditiru.

Mereka tidak hidup tanpa masalah, tetapi memiliki cara pandang dan respons yang lebih bijak terhadap kehidupan.

Ketenangan yang mereka miliki bukan datang begitu saja, melainkan hasil dari serangkaian kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Kamis (10/4), berikut merupakan 7 cara hidup orang yang jiwanya tenang dan damai menurut psikologi yang bisa Anda praktikkan mulai sekarang.

1. Menerima ketidaksempurnaan diri

Tak ada manusia yang sempurna, dan orang yang jiwanya tenang dan damai sadar betul akan hal ini. Mereka tidak memaksakan diri untuk selalu menjadi yang terbaik atau harus selalu benar.

Mereka bisa menerima bahwa dirinya punya kelemahan, pernah salah, dan kadang gagal. Namun, alih-alih menyalahkan diri sendiri, mereka memilih untuk belajar dari pengalaman tersebut.

Mereka paham bahwa kesalahan adalah bagian dari proses menjadi manusia yang lebih baik. Dengan menerima diri sendiri apa adanya, mereka tidak merasa terbebani oleh ekspektasi yang tidak realistis.

Justru dari penerimaan itulah mereka tumbuh dan perlahan menjadi pribadi yang lebih tenang, bijak, dan damai.

2. Sering berhubungan dengan alam

Alam adalah tempat yang menenangkan bagi banyak orang, termasuk mereka yang jiwanya tenang dan damai. Mereka menyadari bahwa berada di tengah alam bisa membantu menjernihkan pikiran dan menenangkan perasaan.

Mereka senang berjalan di taman, menyentuh dedaunan, mengamati langit senja, atau sekadar duduk di bawah pohon sambil menarik napas dalam-dalam.

Kegiatan ini terlihat sederhana, tapi efeknya bisa sangat besar untuk kesehatan mental. Ketika berada di alam, mereka merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri.

Ini membuat perasaan cemas, marah, dan stres perlahan mereda. Alam memberi energi baru, dan itu membuat hati terasa lebih ringan dan damai.

3. Suka berbuat baik kepada orang lain

Satu kebiasaan yang membuat hidup lebih tenang dan damai adalah berbuat baik kepada orang lain, bahkan dalam hal yang paling sederhana.

Orang yang jiwanya tenang dan damai cenderung tidak segan membantu, memberi senyum, mengucapkan kata sopan, atau mendengarkan cerita orang lain dengan tulus.

Mereka tidak melakukannya karena ingin dipuji, tapi karena memang merasa bahagia saat bisa memberi manfaat pada orang lain. Kebaikan kecil inilah yang dapat menciptakan energi positif yang kembali kepada mereka.

Mereka juga percaya bahwa saat membuat orang lain merasa bahagia, mereka pun juga ikut merasakan kebahagiaan itu. Dalam kehidupan yang penuh tekanan, kebaikan menjadi sumber cahaya yang membuat hati terasa hangat dan penuh kedamaian.

4. Selalu bersyukur setiap hari

Rasa syukur adalah kunci utama yang membuat hidup seseorang terasa damai dan tidak berat. Orang yang jiwanya tenang dan damai cenderung terbiasa melihat sisi baik dari segala hal.

Setiap pagi atau malam, mereka meluangkan waktu untuk mengingat hal-hal yang patut disyukuri, sekecil apa pun itu.

Bisa jadi hanya karena bisa tidur nyenyak, karena masih bisa makan makanan yang enak, atau karena bisa bertemu orang yang mereka sayangi.

Dengan membiasakan diri melihat apa yang sudah dimiliki, mereka tidak akan mudah iri, tidak merasa hidupnya kekurangan, dan lebih menghargai setiap hal yang hadir dalam hidup. Rasa syukur inilah yang membuat hati lebih tenang dan tidak dipenuhi keluhan.

5. Merawat diri sendiri dengan baik (self-care)

Orang yang jiwanya tenang dan damai juga tidak lupa merawat dirinya sendiri, baik secara fisik maupun emosional. Mereka menyadari bahwa tubuh dan pikiran perlu dijaga agar tetap seimbang.

Mereka tidur cukup, makan dengan teratur, menjaga kesehatan, dan juga memberi waktu untuk beristirahat dari hiruk pikuk kehidupan.

Mereka tidak merasa bersalah saat harus menolak sesuatu demi menjaga kesehatan mentalnya. Dalam kesibukan sehari-hari, mereka tetap memberi waktu untuk merawat diri sendiri, entah itu dengan mandi air hangat, membaca buku yang disukai, atau sekadar duduk diam tanpa gangguan.

Perawatan diri ini bukan bentuk kemewahan, melainkan kebutuhan agar mereka tetap merasa damai dan tidak cepat stres.

6. Menyukai waktu sendirian

Tidak semua orang bisa menikmati waktu sendirian, tetapi orang yang jiwanya tenang dan damai justru menyukai momen tersebut. Mereka tidak merasa kesepian saat sendiri, justru merasa lebih utuh.

Mereka menggunakan waktu sendiri untuk berpikir, merenung, meresapi hidup, atau sekadar menenangkan pikiran.

Mereka tidak terus-menerus mencari pengalihan dari luar, karena mereka tahu bahwa ketenangan sejati justru bisa ditemukan dari dalam diri.

Saat sendiri, mereka bisa mendengarkan isi hati, memahami apa yang sedang dirasakan, dan mengisi ulang energi setelah beraktivitas dengan banyak orang.

Waktu sendirian bukanlah kesepian, melainkan kesempatan untuk mengenal diri lebih dalam dan menemukan ketenangan batin.

7. Menjalani hidup dengan kesadaran penuh (mindfulness)

Orang yang jiwanya tenang dan damai cenderung punya kebiasaan untuk benar-benar hadir di setiap momen yang mereka jalani.

Mereka tidak membiarkan pikirannya terbang ke mana-mana, entah itu ke masa lalu yang sudah lewat atau ke masa depan yang belum terjadi.

Mereka fokus pada apa yang sedang mereka kerjakan saat ini, sekecil apa pun itu.

Misalnya, saat mereka sedang mencuci piring, mereka tidak tergesa-gesa, tetapi benar-benar merasakan air yang mengalir, sabun yang berbusa, dan gerakan tangannya.

Mindfulness atau kesadaran penuh ini membuat pikiran jadi lebih tenang karena mereka tidak membebani diri dengan kekhawatiran atau penyesalan.

Kebiasaan ini juga membuat mereka lebih menghargai hidup, karena mereka tidak melewatkan momen kecil yang sebenarnya sangat berharga.

EDITOR: Hanny Suwindari