← Beranda

Simak 5 Ciri Hubungan Tidak Sehat Menurut Filsafat Dr Fahruddin Faiz yang Perlu Anda Ketahui

Niko SulpriyonoSabtu, 5 April 2025 | 19.46 WIB
Ilustrasi toxic relationship (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Hubungan yang sehat menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial maupun pribadi.

Ketika relasi dibangun atas dasar saling menghargai dan mendukung, maka keharmonisan akan lebih mudah tercipta.

Namun, tidak sedikit hubungan yang justru memunculkan tekanan emosional karena tidak sehat sejak awal.

Artikel ini akan membahas lima ciri utama hubungan yang tidak sehat, yang kerap luput dari perhatian.

Mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu Anda memperbaiki situasi atau mengambil langkah yang tepat demi kebaikan bersama.

Mari simak penjelasannya dengan saksama yang telah dirangkum dari kanal YouTube Teras Pikir pada Sabtu (05/04).

1. Saling Mengontrol dan Memanipulasi
Hubungan menjadi tidak sehat saat salah satu pihak berusaha mengontrol atau mendikte kehidupan pihak lainnya.

Ini mencakup mengatur keputusan, membatasi ruang gerak, atau memaksa seseorang bertindak tidak sesuai jati dirinya.

Manipulasi emosional juga sering terjadi, seperti memanfaatkan rasa bersalah agar seseorang mengikuti kemauan pihak lain.

Jika situasi ini terus berlangsung, hubungan akan terasa berat dan melelahkan secara mental.

2. Meruntuhkan Rasa Percaya Diri Pasangan atau Teman
Salah satu ciri hubungan tidak sehat adalah sering membuat pihak lain merasa buruk tentang dirinya.

Misalnya dengan mengejek fisik, mengungkit kekurangan, atau membanding-bandingkan secara merendahkan.

Meskipun dikemas sebagai candaan atau kritik, dampaknya dapat menghancurkan kepercayaan diri seseorang.

Hubungan seperti ini menumbuhkan ketidaknyamanan dan perlahan-lahan mengikis harga diri.

3. Tidak Mendukung di Masa Sulit, Tidak Mengapresiasi di Masa Sukses
Dalam hubungan yang sehat, dukungan emosional, fisik, atau bahkan finansial di masa sulit sangat dibutuhkan.

Ketika seseorang merasa sendiri di tengah kesulitan, itu pertanda adanya ketidakseimbangan dalam relasi.

Begitu pula saat keberhasilan tidak mendapatkan apresiasi yang tulus.

Ketiadaan ucapan selamat atau rasa bangga bisa menandakan hubungan tersebut kurang tulus dan penuh jarak emosional.

4. Tidak Menghargai Perbedaan Pendapat atau Pilihan
Hubungan menjadi tidak sehat saat perbedaan pandangan dipatahkan dengan cara merendahkan atau mempermalukan.

Misalnya, dengan menyebut pendapat seseorang tidak layak karena dianggap kurang pintar atau belum banyak belajar.

Padahal, menghargai perbedaan adalah dasar dari relasi yang dewasa.

Jika kritik disampaikan tanpa empati, relasi akan dipenuhi ketegangan dan rasa tidak aman dalam mengungkapkan diri.

5. Menganggap Kehadiran Seseorang Tidak Penting
Ketika kehadiran Anda tidak dianggap berarti, relasi itu sedang mengalami keretakan serius.

Tidak adanya perhatian, sapaan, atau kepedulian bisa membuat seseorang merasa tidak diinginkan.

Rasa dihargai adalah kebutuhan dasar dalam hubungan.

Jika relasi membuat Anda merasa seperti tidak ada, maka penting untuk mengevaluasi dan membuka ruang dialog yang jujur.

EDITOR: Hanny Suwindari