← Beranda
7 Hal yang Sulit Dipahami Generasi Boomers tentang Dunia Saat Ini Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?
Irfan FerdiansyahJumat, 28 Maret 2025 | 00.48 WIB
Ilustrasi seorang boomers yang sulit memahami tentang dunia

JawaPos.com - Seiring berjalannya waktu, perubahan sosial, teknologi, dan budaya menciptakan kesenjangan pemahaman antara generasi.

Salah satu generasi yang kerap merasa bingung dengan dunia modern adalah generasi Baby Boomers (lahir antara 1946-1964).

Mereka tumbuh di era yang sangat berbeda dengan saat ini, sehingga beberapa aspek kehidupan modern terasa sulit untuk dipahami.

Dilansir dari Small Biz Technology pada Jumat (28/3), terdapat 7 hal yang sulit dipahami generasi Baby Boomers tentang dunia saat ini menurut psikologi.

1. Pergeseran Cara Berkomunikasi: Dari Tatap Muka ke Digital

Generasi Baby Boomers terbiasa dengan komunikasi tatap muka atau melalui telepon suara.

Namun, dunia saat ini lebih mengandalkan pesan teks, email, dan media sosial.

Menurut psikologi komunikasi, generasi muda cenderung menggunakan komunikasi asinkron (tidak langsung) karena fleksibilitasnya.

Sementara itu, Baby Boomers lebih menghargai komunikasi sinkron (langsung), seperti berbicara langsung atau menelepon.

Akibatnya, mereka merasa bahwa generasi muda kurang menghargai interaksi sosial karena lebih sering menatap layar daripada berbicara langsung.

2. Gaya Kerja Fleksibel dan Konsep 'Work-Life Balance'

Dulu, pekerjaan dipandang sebagai komitmen penuh waktu dengan rutinitas tetap dari pukul 9 pagi hingga 5 sore.

Namun, dunia kerja saat ini semakin fleksibel, dengan jam kerja yang bisa diatur sendiri, work from home, atau bahkan menjadi digital nomad.

Dari perspektif psikologi kerja, generasi muda lebih memprioritaskan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi daripada loyalitas penuh terhadap perusahaan.

Hal ini sulit dipahami oleh Baby Boomers yang cenderung melihat kerja keras sebagai satu-satunya cara untuk sukses.

3. Perubahan Definisi Kesuksesan dan Stabilitas Finansial

Bagi Baby Boomers, kesuksesan sering diukur dari kepemilikan rumah, mobil, dan pekerjaan tetap.

Namun, generasi muda saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang berbeda, seperti harga rumah yang melonjak, gaji yang stagnan, dan ketidakpastian pekerjaan.

Menurut psikologi sosial, generasi muda cenderung lebih memilih pengalaman daripada kepemilikan barang, misalnya lebih suka traveling daripada membeli rumah.

Perubahan paradigma ini membuat Baby Boomers merasa bahwa generasi sekarang tidak cukup berusaha untuk mencapai stabilitas finansial.

4. Gaya Hidup Digital dan Ketergantungan pada Teknologi

Dunia saat ini didominasi oleh teknologi.

Mulai dari belanja online, pembayaran digital, hingga kecerdasan buatan (AI), teknologi telah mengubah hampir setiap aspek kehidupan.

Menurut psikologi kognitif, Baby Boomers lebih terbiasa dengan cara konvensional dalam melakukan sesuatu dan lebih sulit beradaptasi dengan perkembangan teknologi baru.

Sementara generasi muda menganggap teknologi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan, Baby Boomers sering merasa bahwa dunia digital terlalu rumit dan tidak selalu diperlukan.

5. Perubahan Norma Sosial dan Gender

Banyak nilai sosial yang berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, terutama terkait kesetaraan gender, identitas seksual, dan keberagaman budaya.

Menurut teori psikologi evolusioner, generasi yang lebih tua cenderung mempertahankan nilai-nilai tradisional yang mereka pelajari sejak kecil.

Sebaliknya, generasi muda lebih terbuka terhadap perubahan sosial dan memiliki perspektif yang lebih inklusif.

Hal ini membuat Baby Boomers sering merasa dunia saat ini terlalu "sensitif" atau sulit dipahami.

6. Cara Mengonsumsi Informasi: Dari Televisi ke Media Sosial

Dulu, informasi didapatkan dari koran, televisi, dan radio. Namun, generasi muda saat ini lebih mengandalkan internet, media sosial, dan platform digital.

Dari sudut pandang psikologi media, generasi Baby Boomers lebih cenderung mempercayai informasi dari sumber otoritatif seperti berita di TV, sementara generasi muda lebih selektif dan mencari informasi dari berbagai platform.

Hal ini sering menyebabkan perbedaan persepsi dalam memahami berita dan tren global.

7. Perubahan dalam Cara Mendidik Anak

Baby Boomers cenderung menerapkan pola asuh otoritatif atau otoriter, di mana orang tua memiliki kendali penuh atas anak.

Namun, generasi saat ini lebih memilih pola asuh demokratis, yang menekankan komunikasi terbuka dan memberikan anak kebebasan dalam mengambil keputusan.

Menurut psikologi perkembangan, pola asuh modern lebih menekankan pada kesejahteraan mental anak dibandingkan hanya menuntut kedisiplinan.

Hal ini terkadang sulit diterima oleh Baby Boomers yang menganggap pola asuh yang keras lebih efektif dalam membentuk karakter anak.

Kesimpulan

Perbedaan cara pandang antara generasi Baby Boomers dan generasi muda bukanlah hal yang aneh.

Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang pesat membuat dunia terus berkembang, sering kali melampaui pemahaman generasi sebelumnya.

Namun, dengan memahami perspektif satu sama lain, kesenjangan antar generasi bisa dijembatani.

Baby Boomers dapat lebih terbuka terhadap perubahan, sementara generasi muda bisa lebih menghargai pengalaman dan nilai-nilai yang dimiliki generasi sebelumnya.

Pada akhirnya, dialog dan saling memahami adalah kunci untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis di tengah perubahan zaman.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho