← Beranda
Bukan karena Cinta? Inilah 5 Tanda Pria Menikahi Wanita Demi Keuntungan Tertentu Menurut Psikologi
Aunur RahmanSelasa, 25 Maret 2025 | 16.50 WIB
Ilustrasu pria menikah dengan wanita bukan karena cinta. (Freepik)

JawaPos.com - Pernikahan sering kali dianggap sebagai ikatan suci yang didasari oleh cinta dan kasih sayang. Namun, kenyataannya, ada juga pernikahan yang dilandasi oleh alasan-alasan praktis atau keuntungan tertentu. Psikologi menyoroti beberapa ciri yang mungkin ditunjukkan oleh pria yang menikah bukan karena cinta.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (25/3), berikut lima tanda pria yang menikah lebih karena kenyamanan dan keuntungan daripada cinta, menurut psikologi.

1. Utamakan Stabilitas dan Keamanan Finansial

Satu di antara indikator penting adalah ketika pria lebih fokus pada aspek finansial dan keamanan yang ditawarkan oleh calon pasangannya. Mereka mungkin sangat tertarik dengan status ekonomi, aset, atau prospek karir wanita tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pertimbangan materi menjadi prioritas utama dalam keputusan mereka untuk menikah.

Pria seperti ini mungkin merasa bahwa pernikahan adalah cara untuk meningkatkan status sosial atau mencapai kestabilan finansial yang lebih baik. Mereka melihat pernikahan sebagai sebuah transaksi yang menguntungkan secara materi.

2. Berbicara Transaksional Tentang Pasangan

Cara seorang pria berbicara tentang pasangannya juga bisa menjadi petunjuk. Jika mereka sering menggunakan bahasa yang transaksional, seolah-olah sedang membicarakan sebuah kesepakatan bisnis, ini bisa menjadi pertanda. Mereka mungkin menyebutkan keuntungan-keuntungan yang mereka dapatkan dari pernikahan ini.

Misalnya, mereka mungkin berkata, "Dia sangat membantu dalam bisnis saya" atau "Dengan menikahinya, saya bisa lebih mudah mendapatkan pinjaman." Ungkapan-ungkapan seperti ini menunjukkan kurangnya kedalaman emosional dalam hubungan.

3. Menghindari Keintiman Emosional Mendalam

Pria yang menikah untuk kenyamanan cenderung menghindari keintiman emosional yang mendalam dengan pasangannya. Mereka mungkin tidak tertarik untuk berbagi perasaan, ketakutan, atau impian mereka. Komunikasi mereka lebih fokus pada hal-hal praktis dan permukaan saja.

Mereka mungkin merasa tidak perlu membangun koneksi emosional yang kuat karena pernikahan ini didasari oleh alasan lain. Keintiman emosional yang dangkal ini bisa menjadi indikasi kurangnya cinta dalam hubungan.

4. Riwayat Keputusan Pragmatis dalam Hubungan

Melihat kembali riwayat hubungan seorang pria juga bisa memberikan gambaran. Jika dia memiliki pola mengambil keputusan yang sangat pragmatis dan berdasarkan perhitungan keuntungan dalam hubungan sebelumnya, kemungkinan besar hal ini juga berlaku dalam pernikahan. Mereka mungkin selalu mempertimbangkan aspek praktis sebelum aspek emosional.

Pria dengan riwayat seperti ini cenderung melihat pernikahan sebagai sebuah solusi praktis untuk masalah tertentu dalam hidup mereka. Mereka mungkin tidak terlalu memprioritaskan cinta dan kebahagiaan emosional dalam memilih pasangan.

5. Harapan yang Berbeda dalam Pernikahan

Pria yang menikah untuk kenyamanan mungkin memiliki harapan yang berbeda dari pernikahan pada umumnya. Mereka mungkin lebih fokus pada keuntungan materi, status sosial, atau kemudahan praktis yang didapatkan. Mereka mungkin tidak terlalu mengharapkan keintiman emosional, dukungan tanpa syarat, atau pertumbuhan bersama yang didasari cinta.

Harapan yang tidak selaras ini bisa menyebabkan ketidakbahagiaan dan konflik dalam pernikahan di kemudian hari. Penting untuk memahami motivasi seseorang dalam menikah untuk membangun hubungan yang sehat dan langgeng.

Meskipun setiap pernikahan memiliki dinamikanya sendiri, mengenali ciri-ciri ini dapat membantu kita memahami motivasi di balik sebuah pernikahan. Pernikahan yang didasari oleh cinta dan kasih sayang yang tulus akan memberikan fondasi yang lebih kuat dan membahagiakan bagi kedua belah pihak.

(*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah