← Beranda

7 Ciri-ciri Pasangan Manipulatif yang Bisa Membuat Hubungan Jadi Toxic, Menurut Psikologi

Achmad AsroriMinggu, 16 Maret 2025 | 11.13 WIB
Ilustrasi- Hubungan dengan pasangan manipulatif. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, saling mendukung, menghargai, dan memberikan ruang untuk tumbuh adalah hal-hal yang esensial untuk menciptakan ikatan yang sehat dan bahagia.

Namun, tidak semua hubungan berjalan dengan cara yang demikian. Ada kalanya, seseorang dalam hubungan menunjukkan tanda-tanda manipulasi yang bisa merusak mental dan emosional pasangan mereka.

Pasangan manipulatif sering kali berusaha mengendalikan atau mengeksploitasi perasaan orang lain demi keuntungan pribadi mereka.

Jika Anda merasa hubungan Anda semakin tidak sehat dan penuh tekanan, mungkin saatnya untuk mengenali ciri-ciri pasangan manipulatif yang bisa menjadikan hubungan Anda toksik.

Melansir DMNews, berikut adalah tujuh ciri pasangan manipulatif yang perlu Anda waspadai, menurut psikologi.

1. Tidak Pernah Mengakui Kesalahan

Pasangan manipulatif cenderung tidak mau mengakui kesalahan mereka. Sebaliknya, mereka akan menyalahkan Anda atau orang lain untuk menghindari tanggung jawab.

Bahkan ketika kesalahan mereka jelas, mereka akan memutarbalikkan fakta atau mencari alasan agar tampak tidak bersalah. Hal ini bisa membuat Anda meragukan diri sendiri dan merasa bersalah tanpa alasan yang jelas.

2. Terus Menerus Merendahkan Anda

Salah satu tanda manipulasi yang sering terjadi adalah komentar yang merendahkan, baik secara langsung maupun tersirat.

Mereka bisa saja mengatakan hal-hal yang membuat Anda merasa tidak cukup baik, tidak kompeten, atau tidak berharga.

Kritik yang terus-menerus ini bukan untuk membangun, melainkan untuk mengendalikan dan melemahkan kepercayaan diri Anda.

3. Menggunakan Manipulasi Emosional

Pasangan manipulatif sering menggunakan perasaan Anda untuk mengontrol situasi. Mereka bisa membuat Anda merasa bersalah, takut, atau ragu untuk mempertanyakan tindakan mereka.

Salah satu bentuk manipulasi emosional yang umum adalah gaslighting, di mana mereka membuat Anda meragukan persepsi dan ingatan Anda sendiri. Akibatnya, Anda menjadi lebih bergantung pada mereka dan kehilangan kepercayaan diri.

4. Tidak Mendukung Perkembangan Diri Anda

Dalam hubungan yang sehat, pasangan seharusnya saling mendukung untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka. Namun, pasangan manipulatif justru merasa terancam jika Anda berkembang, baik dalam karir, pendidikan, atau pergaulan.

Mereka mungkin akan mengecilkan pencapaian Anda, membuat Anda merasa tidak cukup baik, atau bahkan menghalangi Anda untuk maju dengan berbagai alasan.

5. Memerlukan Validasi yang Terus-Menerus

Pasangan yang manipulatif seringkali memiliki ego yang rapuh dan membutuhkan pujian serta validasi secara terus-menerus.

Jika Anda tidak memberikan perhatian yang cukup, mereka mungkin akan bersikap dramatis, menarik diri, atau bahkan memancing konflik agar Anda memberikan perhatian kepada mereka.

Dalam jangka panjang, hubungan ini bisa terasa melelahkan dan membuat Anda merasa kewalahan.

6. Mencoba Mengisolasi Anda dari Teman dan Keluarga

Salah satu taktik manipulasi yang sering digunakan adalah mencoba menjauhkan Anda dari orang-orang terdekat.

Mereka bisa saja membuat Anda merasa bahwa teman atau keluarga Anda tidak peduli, menciptakan konflik antara Anda dan orang-orang terdekat, atau memanipulasi situasi agar Anda merasa hanya mereka yang bisa memahami dan mendukung Anda.

7. Tidak Menghormati Batasan Anda

Pasangan manipulatif sering kali mengabaikan batasan yang Anda tetapkan, baik secara emosional, fisik, maupun pribadi.

Mereka mungkin terus mendesak Anda melakukan sesuatu yang tidak Anda inginkan, melewati privasi Anda, atau bahkan mengendalikan keputusan-keputusan penting dalam hidup Anda.

Jika mereka terus mengabaikan batasan yang Anda buat, itu bisa menjadi tanda bahaya dalam hubungan.

Kesimpulan

Hubungan yang sehat didasarkan pada rasa saling menghormati, komunikasi yang baik, dan dukungan satu sama lain. Jika pasangan Anda menunjukkan beberapa atau semua ciri di atas, ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali hubungan tersebut.

Jangan ragu untuk mencari bantuan dari orang-orang terdekat atau profesional jika Anda merasa hubungan ini mulai berdampak negatif pada kesehatan mental dan kebahagiaan Anda. Anda berhak mendapatkan hubungan yang penuh kasih sayang dan saling mendukung.   

EDITOR: Novia Tri Astuti