← Beranda

Psikologi: 7 Ciri Perempuan yang Belum Dewasa Secara Emosional, Salah Satunya Terlalu Sensitif Terhadap Kritik

Ajilan Fauza FathayanieKamis, 6 Maret 2025 | 19.58 WIB
Ilustrasi seorang perempuan yang belum dewasa secara emosional

JawaPos.com - Kedewasaan emosional bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mengelola perasaan, menghadapi tantangan, dan menjalin hubungan dengan orang lain.

Sayangnya, tidak semua orang, termasuk perempuan, mampu untuk mencapai kedewasaan emosional dengan baik.

Beberapa dari mereka ada yang masih terjebak dalam pola pikir dan kebiasaan yang mencerminkan ketidakstabilan emosi. Sikap-sikap ini bisa berdampak besar pada kehidupan pribadi dan sosial mereka, bahkan menghambat perkembangan diri.

Lalu, apa saja tanda-tanda yang menunjukkan seorang perempuan belum dewasa secara emosional?

Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Kamis (6/3), berikut merupakan 7 ciri perempuan yang belum dewasa secara emosional, menurut psikologi.

1. Terlalu Sensitif terhadap Kritik

Perempuan yang belum dewasa secara emosional sering kali sulit menerima kritik, bahkan jika kritik tersebut disampaikan dengan cara yang baik dan membangun.

Ia mungkin langsung merasa tersinggung, marah, atau bahkan sakit hati ketika mendapat masukan dari orang lain. Baginya, kritik sering kali dianggap sebagai serangan terhadap harga dirinya, bukan sebagai saran untuk perbaikan.

Padahal, kritik adalah bagian dari pembelajaran yang bisa membantu seseorang tumbuh dan berkembang.

Orang yang dewasa secara emosional akan lebih terbuka terhadap kritik, mampu memilah mana yang bisa dijadikan pelajaran, dan tidak mudah terbawa emosi saat menerimanya.

2. Menghindari Percakapan yang Sulit

Ketika ada masalah atau konflik dalam hubungan, baik dengan pasangan, teman, maupun keluarga, perempuan yang belum dewasa secara emosional cenderung menghindarinya daripada membahasnya secara langsung.

Ia lebih memilih diam, menghindar, atau berpura-pura semuanya baik-baik saja, meskipun sebenarnya hatinya penuh dengan rasa kecewa atau marah.

Sikap ini biasanya muncul karena ia takut terjadi pertengkaran atau tidak tahu bagaimana cara menyampaikan perasaannya dengan baik.

Namun, menghindari percakapan yang sulit hanya akan membuat masalah semakin besar dan berlarut-larut, bukannya menemukan solusi yang sehat.

3. Sulit Mengekspresikan Emosi

Perempuan yang belum dewasa secara emosional sering merasa bingung dengan perasaannya sendiri dan tidak tahu bagaimana cara menyalurkannya dengan baik.

Ia akan cenderung memendam emosi, berpura-pura kuat, atau sebaliknya, meledak-ledak saat sudah tidak bisa menahannya lagi.

Misalnya, ia bisa tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas atau merasa sangat marah tanpa bisa menjelaskan penyebabnya.

Hal ini sering kali disebabkan oleh ketidakmampuan memahami emosi diri sendiri dan kurangnya keterampilan dalam mengungkapkannya dengan sehat.

Kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi adalah bagian penting dari kedewasaan emosional yang perlu dikembangkan.

4. Tidak Bisa Menetapkan Batasan

Perempuan yang belum dewasa secara emosional sering kali kesulitan mengatakan "tidak" kepada orang lain karena takut mengecewakan atau membuat orang lain marah.

Ia merasa harus selalu menyenangkan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebutuhannya sendiri.

Misalnya, ia menerima terlalu banyak permintaan tolong dari teman atau selalu mengiyakan permintaan pasangan meskipun ia sendiri tidak nyaman.

Akibatnya, ia bisa merasa kewalahan, kelelahan, dan bahkan menyimpan rasa kesal terhadap orang-orang di sekitarnya.

Menetapkan batasan yang sehat bukan berarti egois, tetapi merupakan bentuk perlindungan diri agar tetap memiliki keseimbangan dalam hidup.

5. Terlalu Bergantung pada Orang Lain

Perempuan yang belum dewasa secara emosional sering kali merasa tidak bisa menjalani hidup sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

Ia selalu mencari dukungan emosional, validasi, atau bahkan persetujuan dalam setiap keputusan yang dibuat, sekecil apa pun itu.

Misalnya, ia sulit memutuskan sesuatu tanpa bertanya kepada teman atau pasangannya terlebih dahulu, bahkan untuk hal-hal sederhana seperti memilih pakaian atau menentukan rencana akhir pekan.

Ketergantungan ini bisa membuatnya merasa tidak percaya diri dan sulit menghadapi tantangan hidup sendiri.

Padahal, kemandirian emosional sangat penting untuk membangun kepercayaan diri dan kedewasaan dalam menjalani kehidupan.

6. Sulit Menerima Tanggung Jawab

Perempuan yang belum matang secara emosional sering kali kesulitan mengakui kesalahannya sendiri dan lebih mudah menyalahkan orang lain ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan.

Ia mungkin merasa dirinya selalu benar dan mencari alasan untuk membela diri, bahkan jika sudah jelas bahwa ia yang bersalah.

Sikap ini tidak hanya membuatnya sulit berkembang sebagai individu, tetapi juga bisa merusak hubungannya dengan orang lain.

Padahal, menerima tanggung jawab atas kesalahan adalah langkah penting untuk belajar dari pengalaman dan menjadi pribadi yang lebih baik.

7. Menolak Perubahan

Perempuan yang belum dewasa secara emosional cenderung akan merasa tidak nyaman dengan perubahan dan lebih memilih bertahan di zona nyaman.

Ia mungkin takut mengambil risiko, ragu untuk mencoba hal-hal baru, atau merasa cemas menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Misalnya, ia terus bertahan dalam pekerjaan yang tidak membuatnya bahagia karena takut mencari yang baru, atau menolak untuk mengubah kebiasaan buruknya karena merasa sudah terbiasa dengan cara tersebut.

Padahal, perubahan adalah bagian alami dari kehidupan yang membawa peluang untuk berkembang dan menjadi lebih baik.

Orang yang dewasa secara emosional akan lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa merasa takut secara berlebihan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho