← Beranda

8 Alasan Orang Memilih Diam di Grup Chat dan Tak Pernah Berkontribusi, Menurut Psikologi, Pahami Penyebabnya!

Mellyna Putri DiniarMinggu, 2 Maret 2025 | 19.53 WIB
Ilustrasi seseorang yang merasa stress saat ulang tahunnya tiba.(Freepik/Lifestylememory)

 

 

JawaPos.com – Dalam era digital, komunikasi melalui grup chat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di setiap grup pasti ada beberapa orang yang lebih memilih diam dan jarang berkontribusi dalam percakapan. 

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi bisa dijelaskan melalui perspektif psikologi. Beberapa orang merasa cemas akan respons yang akan mereka terima, sementara yang lain terlalu banyak berpikir sebelum mengetik pesan. 

Ada juga yang merasa tidak cukup terhubung dengan anggota grup, sehingga lebih memilih menjadi pengamat daripada peserta aktif. Faktor-faktor psikologis ini membentuk pola diam yang sering kali disalahartikan sebagai ketidaktertarikan.

Memahami penyebabnya dapat membantu kita lebih memahami perilaku komunikasi orang lain di dunia digital. Dilansir dari News Reports, Minggu (2/3), berikut delapan alasan psikologis mengapa seseorang cenderung pasif dalam grup chat.

1. Mereka Terlalu Banyak Berpikir

Sebagian orang tidak berbicara dalam grup chat karena mereka terlalu sibuk menganalisis setiap kemungkinan respons yang akan mereka berikan. 

Sebelum mengetik pesan, mereka akan berpikir: Apakah ini akan diterima dengan baik? Bagaimana jika tidak ada yang merespons? Apakah ini terdengar aneh? Akibatnya, mereka terus menunda dan akhirnya memilih untuk tidak berbicara sama sekali.

2. Mereka Merasa Pendapatnya Tidak Penting

Sebagian orang memilih diam karena merasa kontribusinya tidak diperlukan. Ketika seseorang merasa suaranya tidak berarti, mereka akan lebih memilih untuk tidak berbicara sama sekali. 

Mereka mungkin ingin berpartisipasi, tetapi sebelum sempat mengetik sesuatu, topik sudah berganti, dan mereka merasa tidak relevan lagi untuk berbicara. 

3. Mereka Takut Dianggap Aneh atau Dihakimi

Berbicara di grup chat, bahkan dalam bentuk teks, bisa terasa menakutkan bagi sebagian orang. Mereka khawatir jika pesan mereka tidak mendapat respons, dianggap aneh, atau bahkan menjadi bahan candaan di antara anggota grup lainnya.

Bagi mereka yang takut akan penilaian orang lain, diam sering kali terasa lebih aman dibandingkan risiko terlihat canggung atau kurang menarik di mata anggota grup lainnya.

4. Mereka Merasa Tidak Terhubung dengan Grup

Seseorang yang merasa tidak benar-benar menjadi bagian dari sebuah kelompok cenderung lebih pasif dalam komunikasi. 

Menurut teori kebutuhan manusia dari Abraham Maslow, kebutuhan untuk diterima dan merasa menjadi bagian dari kelompok merupakan motivasi dasar manusia. Jika seseorang merasa diabaikan atau hanya sekadar ‘penonton’ dalam grup, mereka akan semakin enggan berpartisipasi.

5. Mereka Terlalu Perfeksionis dan Peduli dengan Kesempurnaan

Orang yang diam dalam grup chat bukan berarti mereka tidak peduli. Justru, sering kali mereka terlalu peduli.

Mereka takut salah memilih kata atau tidak bisa menyampaikan pesan dengan baik, sehingga memilih untuk diam daripada mengirim pesan yang menurut mereka tidak sempurna.

6. Mereka Lebih Suka Mengamati Daripada Berpartisipasi

Tidak semua orang merasa perlu untuk aktif berbicara dalam setiap situasi sosial, termasuk di grup chat. Ada individu yang lebih nyaman sebagai pengamat. Mereka membaca percakapan, memahami dinamika grup, tetapi tidak merasa perlu untuk ikut serta.

Orang-orang seperti ini sering kali lebih introvert dan merasa lebih nyaman mendengar (atau dalam hal ini, membaca) dibandingkan berbicara. Mereka tidak merasa tertekan untuk memberikan pendapat kecuali benar-benar diperlukan.

7. Mereka Punya Kecemasan Sosial yang Tinggi

Kecemasan sosial bisa membuat seseorang takut untuk berkomunikasi, bahkan dalam bentuk teks. Mereka khawatir bahwa apa yang mereka katakan akan disalahartikan atau diabaikan. 

Hal ini bisa membuat mereka memilih untuk tetap diam dan hanya mengamati percakapan tanpa terlibat langsung. Psikolog Albert Ellis berpendapat bahwa orang dengan kecemasan sosial sering kali mengalami ketakutan ini, sehingga lebih memilih untuk tidak berkomentar sama sekali.

8. Mereka Pernah Diabaikan atau Dikesampingkan

Seseorang yang sering diabaikan dalam grup chat cenderung kehilangan motivasi untuk berpartisipasi. Mungkin mereka pernah mencoba berbicara, tetapi tidak ada yang merespons, atau mereka merasa dikucilkan dari percakapan.

Lama-kelamaan, mereka akan berhenti berusaha dan menerima kenyataan bahwa keberadaan mereka di grup tidak begitu penting. 

Kesimpulannya, diam dalam grup chat bukan berarti seseorang tidak tertarik atau tidak peduli. Ada banyak faktor psikologis yang membuat mereka lebih memilih untuk tidak berbicara, mulai dari rasa takut akan penilaian orang lain, hingga pengalaman negatif di masa lalu.

Memahami alasan di balik sikap diam ini dapat membantu kita lebih menghargai berbagai tipe komunikasi dalam lingkungan digital. 

Jika Anda mengenal seseorang yang jarang berbicara dalam grup chat, mungkin mereka hanya butuh sedikit dorongan atau kenyamanan untuk bisa lebih terbuka dalam berbicara.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti