JawaPos.com - Seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) Kota Depok bernama Khairul Umam mengaku mendapat teror usai membuat konten terkait dengan helm sebagai alat pelindung diri (APD).
Polri memastikan akan mengecek informasi tersebut lantaran warganet mengaitkan hal itu dengan peristiwa yang belum lama terjadi di Kota Tual.
”Nanti saya cek lagi,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir kepada awak media di Jakarta pada Kamis malam (26/2).
Informasi ancaman terhadap petugas damkar itu disampaikan melalui media sosial. Menurut Umam, teror itu terus bermunculan pasca dirinya membuat dan mengunggah konten berkaitan dengan helm sebagai APD.
Dalam konten berjudul Day 1 Ngenalin Fungsi APD tersebut, Umam pada akun instagram @xkhairulumam menegaskan fungsi helm sebagai APD.
Pada unggahannya, Umam dengan tegas menyebutkan bahwa fungsi helm bukan untuk hal lain, termasuk melukai kepala warga.
Dalam unggahan itu, dia menyertakan caption takutnya lupa sama fungsinya. Konten tersebut disukai oleh lebih dari 252 ribu pengguna Instagram. Juga sudah ditonton oleh lebih dari 3 juta orang.
Pada kolom komentar, banyak warganet mengaitkan konten tersebut dengan peristiwa yang belum lama terjadi di Kota Tual, Maluku.
Persisnya insiden yang menyebabkan seorang pelajar MTs bernama Arianto Tawakal meninggal dunia setelah dihantam menggunakan helm oleh personel Brimob Polri bernama Bripda Mesias Siahaya.
Tidak lama setelah beredarnya konten tersebut, Umam membuat unggahan lain. Dia mengaku sudah mendapat teror dari orang tidak dikenal.
Pelaku teror bahkan mengetahui alamat tempat tinggalnya. Tidak hanya itu, peneror juga mengetahui nama ibu dan ayah Umam.
Dalam unggahan tersebut, Umam turut menyertakan riwayat percakapan dengan peneror bernomor ponsel 0881011741925.
”Jadi setelah konten gua yang day 1 ngenalin fungsi apd itu banyak banget teror bahkan udah sampe WA nih ges. Dan gua juga belom tau siapa ini orang,” tulis Umam.
Tidak hanya kepada dirinya, Umam menyatakan bahwa teror juga sampai kepada orang di sekitarnya. Menurut dia, pelaku teror mengaku sebagai cat warior.
Namun demikian, dia juga tidak tahu pasti dalang di balik teror yang mengarah kepada dirinya. Dia juga belum mengetahui motif di balik teror tersebut.
Yang pasti, teror bermunculan setelah dirinya membuat konten terkait dengan helm sebagai APD.
”Ngakunya sih cat warior gitu tapi gua gatau valid apa kaga dan sampe saat ini pun gua belom tau motifnya apa dan ini tuh siapa si. Wkwk,” tulisnya.
Meski terus mendapat teror, Umam tetap membuat konten seperti biasanya. Dia mengunggah feed maupun story. Termasuk membagikan beberapa riwayat percakapan bernada teror yang menimpa dirinya.
Bukan hanya di Instagram, dia mengaku teror bermunculan melalui media sosial lain seperti TikTok. Termasuk diantaranya ancaman hack.