← Beranda

Melihat Proyek MRT Lintas Jabar, Jakarta dan Banten, Sudah Sejauh Mana?

Ryandi ZahdomoJumat, 3 Oktober 2025 | 14.15 WIB
Transportasi Umum MRT. (jakartamrt.co.id)

JawaPos.com - Proyek ambisius perpanjangan jalur MRT Jakarta menuju Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang kini resmi masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Proyek ini terbagi dua. Pertama ialah rencana perpanjangan jalur Jakarta lintas Timur-Barat (East-West) yang nantinya akan menghubungkan Cikarang, Jawa Barat hingga Balaraja, Banten.

Sedangkan jalur kedua ialah proyek MRT Lebak Bulus- Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo menuturkan, pihaknya bersama pemerintah pusat dan daerah tengah melakukan kajian secara menyeluruh terhadap proyek ini.

"Saat ini, MRT Jakarta bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terkait sedang melakukan kajian secara menyeluruh. Kajian ini meliputi skema kelembagaan, skema pendanaan, dan potensi permintaan penumpang yang akan menjadi dasar proyeksi konsumen pada masa mendatang," ujar Rendy kepada JawaPos.com.

Kajian tersebut menjadi dasar penting untuk menentukan arah kebijakan proyek agar pembangunan tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Rendy menegaskan bahwa komunikasi dan koordinasi intensif terus dilakukan antara MRT Jakarta dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, serta pemerintah Kabupaten Tangerang.

"Dan stakeholders lain agar rencana pengembangan ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan konektivitas Jakarta–Tangerang Selatan–Kabupaten Tangerang," jelasnya.

Kapan MRT Cikarang - Balaraja dan Lebak Bulus - Tangsel Dibangun?

Jalur MRT Cikarang–Balaraja rencananya akan dibangun sepanjang total 83,6 kilometer dengan 48 stasiun. Pembangunannya dibagi dalam dua fase:

Fase 1 Tahap 1: Tomang–Medan Satria (24,5 km)

Fase 1 Tahap 2: Kembangan–Tomang (9,2 km)

Fase 2 di Jabar: Medan Satria–Cikarang (20 km)

Fase 2 di Banten: Balaraja–Kembangan (29,9 km)

Untuk tahap awal, pengerjaan akan difokuskan pada fase 1 tahap 1, yakni lintas Tomang ke Medan Satria. Rencananya, pengumuman lelang akan dilakukan pada akhir tahun ini.

Sedangkan untuk MRT Lebak Bulus - Serpong Tangsel saat ini masih dalam proses pembuatan studi kelayakan atau feasibility study bersama Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai, Tbk.

Kajian tersebut akan berisi identifikasi trase, demand, biaya investasi, biaya operasional, kelayakan ekonomi dan bisnis, hingga aspek terkait kelembagaan dan regulasi.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina menjelaskan, proyek besar seperti ini memerlukan waktu dan tahapan teknis yang cukup panjang. Sebab, hasilnya akan sangat menentukan arah pendanaan serta desain proyek.

Ia menyebut, setelah studi kelayakan rampung, masih terdapat sejumlah tahapan lainnya untuk bisa sampai pembangunan. Namun,

"Tergantung penyedia dananya juga sih. Kan kalau misalnya kalau sudah siap penyedia dananya, biasanya setelah FS biasanya ada desain teknis dulu setahun, setahun setengah lah sampai 2 tahun. Baru habis itu produksi. Tapi kan memang FS itu menentukan untuk pendanaannya seperti apa. Pasti butuh waktu," ungkapnya.

Soal Rencana Rute dan Durasi MRT Lebak Bulus - Serpong

Baca Juga: 10 Weton Raja Uang yang Diramalkan Memiliki Rezeki Paling Tinggi dan Berpeluang Jadi Kaya Raya Besok ke Depannya

Weni menambahkan, banyak informasi yang beredar di publik terkait rute MRT ke Tangerang Selatan, namun ia menegaskan semua masih bersifat sementara.

"Nah saya gak tau trasenya, mungkin banyak yang beredar di media, tapi apakah itu yang menjadi final, panjangnya, waktunya. Karena pandang dan waktu itu kan pengaruh banget. Jumlah berapa stop stasiun, ngaruh," katanya.

Ia menegaskan bahwa kepastian rute dan waktu pembangunan baru bisa diketahui setelah studi rampung.

"Pokoknya kalau studi ini sudah selesai baru bisa mendapat gambaran yang lebih firm lagi," imbuhnya.

EDITOR: Bintang Pradewo