JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta selalu mengklaim telah terjadi penurunan titik banjir di Jakarta setiap tahunnya. Benarkah begitu? Lalu seberapa banyak angka penurunan titik banjir di DKI Jakarta setiap tahunnya?
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Hendri menuturkan, berdasarkan data yang telah dihimpunnya pada periode 2020-2023, menunjukkan terjadi tren penurunan genangan berulang di DKI Jakarta setiap tahunnya. Di mana pada 2020, tercatat ada 925 RW yang terdampak banjir di Jakarta. Namun, pada 2021, jumlah RW yang terdampak banjir menurun drastis.
"Pada tahun 2020, tercatat ada 925 RW terdampak banjir. Kemudian pada tahun 2021, jumlah RW terdampak menyusut menjadi 362," ujar Hendri kepada JawaPos.com, Rabu (20/11/2024).
Pada 2022, angka penurunan RW yang terdampak banjir kembali turun meski tidak sesignifikan pada tahun sebelumnya yakni menjadi 357 RW terdampak. Barulah tahun 2023, jumlah RW terdampak genangan kembali menurun tajam di angka 248 RW.
"Adapun lebih lanjut berkaitan dengan data genangan dapat menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta," jelas Hendri.
Kemudian, pada tahun 2024 ini, jumlah genangan banjir kembali turun menjadi 72 RW. Di mana mayoritas banjir terjadi di wilayah Jakarta Selatan.
"Pada tahun 2024 ini setidaknya ada 72 wilayah yang masih terjadi genangan berulang. Mayoritas genangan berada di Kota Administrasi Jakarta Selatan," terangnya.