JawaPos.com - Seorang karyawan toko es krim Legato Gelato di Mal kawasan Kembangan, Jakarta Barat, menggelapkan uang milik perusahaan sendiri total hingga Rp 45 juta. Hal itu ia lakukan dengan modus menggunakan QRIS pribadi saat pembeli hendak bertransaksi secara non-tunai.
Personal Asisten owner Legato Gelato, Velisha mengatakan, kecurangan pelaku perempuan berinisial AS, 19, itu diketahui usai manajemen toko itu menemukan bahwa pendapatan toko selama tiga bulan terakhir mengalami penurunan.
"Dari tim Legato itu bingung banget, sales di satu store ini, 3 bulan terakhir menurun jauh," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/10).
Saat itu, ia masih tak berprasangka buruk. Lantas bertanya ke pihak mal terkait traffic pengunjung yang barangkali rendah belakangan ini sehingga berdampak pada toko es krimnya itu
Namun, ternyata pihak Mal menyatakan jika tak ada penurunan traffic pengunjung. Akhirnya prasangka mulai mengerucut ada kecurangan dari pegawainya yang menggelapkan pendapatan toko itu. Ia akhirnya mengutus orang untuk berpura-pura menjadi pembeli. Dari situlah modus AS diketahui.
"Ternyata si AS ini ambilin cash yang masuk, customernya tetap dapet struk tapi dikasih struk yang dia reprint dari transaksi sebelumnya. Makanya laporan keuangannya balance," ungkap Velisha.
Selain itu, ia menyiapkan dua QRIS saat customer hendak bertransaksi non tunai.
"Dia udah siapin 2 QR, QR store dan QR pribadi dia, jadi kalau ada yang curiga dia langsung swipe ke QR toko, padahal payment di store dengan QR itu selalu pake yang di akrilik," ucapnya.
Sementara itu, dalam video yang diunggah owner Legato Gelato, pelaku mengakui telah melakukan aktivitas kecurangan itu sejak bulan Juli 2023. Uang yang digasak disebut senilai Rp 45 juta.
"Saya mengakui bahwa saya telah mengambil uang senilai Rp 45 juta dengan nominal sehari Rp 500 ribu. Dan saya bekerja di Legao Gelato sudah setahun dan saya mengambil sejak bulan Juli dan itu sudah 3 bulan," kata pelaku dalam video viral tersebut.