← Beranda

Pasukan Wanteror Gegana Brimob Sisir MRT Lebak Bulus

Bintang PradewoJumat, 28 Februari 2020 | 02.06 WIB
Pasukan Satuan Wanteror Korps Brimob Polri melakukan latihan di MRT Lebak Bulus.(Istimewa)
JawaPos.com - Satuan Perlawanan Teror (Wanteror) Pasukan Gegana Korps Brimob Polri melakukan kegiatan latihan penanganan teror di objek vital nasional. Latihan kali ini dilakukan di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (27/02).

Terlihat sekelompok orang berseragam lengkap dengan atribut dan senjata pendukungnya terlihat berkumpul di Stasiun MRT Lebak Bulus pada pukul 20.00 WIB. Menurut beberapa masyarakat yang ikut melihat peristiwa tersebut diketahui kegiatan itu adalah latihan untuk antisipasi teror.

Latihan yang bertajuk penindakan dan pembebasan sandera di objek vital ( MRT) dimuai dari sore hingga dini hari. Kegiatan itu digelar tertutup agar aktivitas warga pengguna MRT tidak terganggu.

"Katanya latihan ini dimulai malam ini dari pukul 20.00 WIB sementara latihan praktik dilakukan pukul 00.30 WIB selepas MRT berhenti beroperasi. Hal ini dilakukana agar kegiatan mereka tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum kususnya pengguna MRT," ujar Sumarno, salah seorang warga.

Photo
Photo
Pasukan Satuan Wanteror Korps Brimob Polri melakukan latihan di MRT Lebak Bulus.(Istimewa)

Sementara itu saat awak media mencoba mewancara beberapa personil Korps Brimob Polri yang berada dilokasi mereka menuturkan bahwa kegiatan mereka merupakani latihan rutin.

"Ini latihan rutin kami, cuma memang tempatnya saja yg kita alihkan di medan yang sebenarnya, hal ini untuk meningkatkan kemampuan kami dalam menghadapi tugas-tugas kedepan yang semakin kompleks, khususnya menghadapi ancaman teror," ujar salah seorang personil yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Pria berbadan tinggi itu mengatakan upaya-upaya teror kedepan bukan tidak mungkin akan menyasar objek-objek vital nasional yaitu tempat masyarakat umum melakukan beraktivitas. "Kenapa kita lakukan latihan dan mengalihkan latihan di medan yang sebenernya, misalnya di MRT. Sebab, bukan tidak mungkin dengan pesatnya perkembangan infrastruktur saat ini terutama soal sarana dan prasarana transportasi publik, para pelaku teror menjadikannya sasaran," pungkasnya.
EDITOR: Bintang Pradewo