← Beranda

Kurban Tanpa Sampah: Ini Pilihan Wadah Ramah Lingkungan yang Bisa Kamu Gunakan

Farida Novita RahmahJumat, 6 Juni 2025 | 04.07 WIB
Ilustrasi petugas memotong daging hewan kurban. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

 

JawaPos.com-- Idul Adha bukan cuma tentang menyembelih hewan kurban, tapi juga tentang semangat berbagi. Salah satu bagian penting dari proses itu adalah saat daging kurban dibagikan kepada masyarakat. Tapi, pernahkah kamu berpikir soal wadahnya?

Setiap tahun, jutaan kantong plastik dipakai untuk membagikan daging kurban. Praktis, iya. Tapi juga menyisakan tumpukan sampah yang sulit terurai.

Padahal, ada banyak cara lain yang bisa dilakukan agar kurban tetap bermakna, tanpa mencederai lingkungan.

Masalah Plastik di Balik Niat Baik

Plastik memang murah dan gampang dipakai, tapi efek jangka panjangnya bisa merugikan.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia menghasilkan lebih dari 11 juta ton sampah plastik setiap tahun, dan hanya sebagian kecil yang berhasil didaur ulang, dikutip dari KLHK.go.id).

Saat Iduladha, penggunaan plastik biasanya meningkat drastis hanya dalam hitungan hari. Ironisnya, niat baik untuk berbagi justru bisa berdampak buruk bagi bumi jika kita tak berhati-hati memilih wadah.

Berikut Rekomendasi Wadah Pembagian Kurban yang Lebih Baik:

  1. Besek Bambu atau Daun

Wadah tradisional ini sekarang makin populer lagi, lho! Besek dari bambu atau daun jati/daun pisang mudah terurai, tampil alami, dan memberikan kesan yang hangat serta lokal. Cocok buat kurban di lingkungan RT, masjid, atau pesantren.

  1. Kotak Kardus Daur Ulang

Kotak dari karton tebal bisa jadi alternatif yang lebih “keren” dan aman. Banyak panitia kurban di kota besar yang mulai beralih ke kardus mini sebagai pengganti plastik. Bisa didesain menarik, dan tentu saja, lebih mudah terurai.

  1. Bawa Wadah Sendiri (BYOC - Bring Your Own Container)

Beberapa komunitas seperti Zero Waste Indonesia sudah lama mengampanyekan sistem ini.

Penerima kurban diajak membawa wadah sendiri saat pengambilan. Memang butuh edukasi dan pembiasaan, tapi hasilnya sangat positif, dikutip dari zerowaste.id.

  1. Kantong Bioplastik

Kalau memang terpaksa harus pakai plastik, pilihlah plastik berbahan singkong atau jagung yang bisa terurai lebih cepat. Harganya memang sedikit lebih mahal, tapi jauh lebih baik untuk lingkungan.

Butuh Komitmen, Bukan Sekadar Ganti Wadah

Mengganti kantong plastik bukan perkara mudah, terutama karena sudah jadi kebiasaan. Tapi perubahan selalu dimulai dari langkah kecil.

Banyak panitia kurban kini bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk menyediakan besek atau kotak kardus, sambil mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga lingkungan.

Sebuah studi dari Universitas Indonesia tahun 2022 bahkan menunjukkan bahwa program edukasi berkelanjutan bisa mengubah perilaku masyarakat dalam mengurangi plastik sekali pakai secara signifikan (dikelola dari sumber UI Research Center).

Kurban yang Lebih Bermakna

Memilih wadah yang ramah lingkungan bukan soal gaya-gayaan. Ini tentang tanggung jawab. Kurban bukan cuma soal ibadah individual, tapi juga wujud kepedulian sosial dan ekologis.

Dengan memilih wadah yang tepat, kita bisa berbagi tanpa meninggalkan masalah bagi generasi berikutnya.

Toh, bukankah esensi kurban adalah keikhlasan? Jadi, kenapa tidak kita selipkan juga keikhlasan untuk menjaga bumi?

EDITOR: Novia Tri Astuti