← Beranda

Niat Puasa Arafah, Dzulhijjah, dan Tarwiyah dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya: 3 Jenis Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha

Muhammad Imaduddin Suria SaputraSenin, 2 Juni 2025 | 19.28 WIB
Ilustrasi orang berdoa. (Pixabay)



Jawapos.com – Puasa sebelum Idul Adha merupakan amalan sunnah yang mulia jika dikerjakan oleh umat Islam.

Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1446 H pada Rabu, 28 Mei 2025. Artinya, Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah akan diperingati pada sabtu (6/6) mendatang.

Ketika sudah memasuki bulan Dzulhijjah, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa pada 10 hari pertama, tidak termasuk hari-hari yang diharamkan.

Dilansir dari laman Baznas, dalil dari puasa sunnah sebelum Idul Adha ini dikisahkan oleh Hafsah bin Umar bin Khattab, tentang amalan-amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah Saw.

Dari Hafshah RA, ia berkata, "Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh." (HR Ahmad dan An Nasa i)

Lalu, apa saja puasa sebelum Idul Adha? Terdapat tiga puasa sunnah sebelum Idul Adha yaitu puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.

Puasa Dzulhijjah

Dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, puasa ini dilaksanakan pada tanggal 1-7 Dzulhijjah.

Bacaan niat puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah):

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta ala.

Puasa Tarwiyah

Setelah melaksanakan puasa Dzulhijjah, pada tanggal ke-8, umat muslim bisa melaksanakan puasa Tarwiyah.

"Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun." (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

Bacaan niat puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala

Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta ala.

Puasa Arafah (9 Duzlhijjah)

Tepat satu hari sebelum Idul Adha, terdapat anjuran melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, saat jamaah haji wukuf di Padang Arafah.

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat mulia yakni dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).

Bacaan niat puasa Arafah adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta ala

Artinya : Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta ala.

EDITOR: Bayu Putra