← Beranda

Saksi Hidup Sekaligus Mantan Tahanan Era Stalin Meninggal Dunia

Dyah Ratna Meta NoviaKamis, 26 Juli 2018 | 16.58 WIB
Kovalyov bercerita, mereka hidup dengan kondisi yang sulit di bawah tanah. Mereka bahkan mengunyah serutan kayu setelah persediaan makanan telah habis

JawaPos.com - Kisah seorang mantan tahanan yang berhasil lolos dari kamp kerja paksa di era Stalin meninggal dunia di usia 89 tahun, di bagian timur Rusia. Vasily Kovalyov yang berhasil melarikan diri dan selamat dari sel dingin serta siksaan di sistem penjara Gulag yang terkenal di USSR.


Pada 1950 silam Kovalyov yang kala itu berusia 20 tahun dinyatakan bersalah karena melakukan sabotase anti-Soviet. Ia merupakan salah satu di antara jutaan korban teror Stalinis.


Kisahnya kemudian ditampilkan di Vesma yang merupakan sebuah situs berita yang bermarkas di Magadan. Setelah dinyatakan bersalah, Kovalyov dikirim ke Norilsk, di Arktik Rusia. Tetapi ia berakhir di Kolyma, sebuah jaringan kamp kerja paksa yang terkenal sangat kejam di utara Magadan. Mereka datang setelah para penjaga menemukan sebuah rencana pelarian.


Dia bercerita bagaimana upayanya bersama dua tahanan lainnya menghabiskan waktu selama lima bulan untuk bersembunyi dari pengejaran. Mereka bersembunyi di sebuah tambang beku. Pada 1954 mereka merencanakan pemberontakan senjata namun sayang rencananya terbongkar.


"Penambang yang tahu jalan keluar menemani kami dan mengatakan kami tidak akan mampu bertahan di permafrost di sana lebih dari seminggu," katanya kepada Vesma seperti dilansir BBC pada Selasa (24/7).


Kovalyov bercerita, mereka hidup dengan kondisi yang sulit di bawah tanah. Mereka bahkan mengunyah serutan kayu setelah persediaan makanan telah habis.


Kovalyov bebas pada 1957, ketika pengganti Stalin, Nikita Khrushchev mengumumkan amnesti bagi tahanan Gulag, dalam masa pencairan pasca-Stalin. Dia tinggal di Magadan da bekerja sebagai insinyur pemanas.


Sebelum meninggal, dia mengajak reporter Vesma Yevgeny Radchenko menyusuri penjara suram kala itu. Kovalyov meninggal dunia karena stroke di rumah sakit Magadan pada hari Senin, (23/7).

EDITOR: Dyah Ratna Meta Novia