JawaPos.com - Menurut Komisi Pemilu Pusat, Vladimir Putin memimpin pemilihan Presiden Rusia 2018 dengan 75,5 persen suara dengan lebih dari 60 persen suara yang terhitung.
Pada sebuah kesempatan, Presiden Rusia Vladmir Putin menertawakan sebuah pertanyaan yang diajukan kepadanya tentang apakah ia akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2030 mendatang.
Presiden berusia 65 tahun tersebut mengatakan, hal tersebut cukup lucu. "Mari kita gunakan matematika, apakah saya harusnya berada di posisi ini hingga berusia 100 tahun? Tidak!" katanya saat menjawab pertanyaan wartawan.
Konstitusi Rusia hanya mengizinkan dua masa jabatan berturut-turut untuk presiden yang sama. Putin menjadi Presiden Rusia sejak 7 Mei 2012 dalam masa jabatan pertamanya. Ia digadang-gadang akan kembali memenangkan pemilu tahun ini namun, tidak boleh mencalonkan diri pada periode 2024.
Secara teoritis, Putin memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri kembali sebagai Presiden pada periode 2030 mendatang. Tahun ini, ada delapan kandidat bakal calon yang akan memperebutkan jabatan tertinggi di Federasi Rusia.
Kedelapan calon tersebut adalah, Presiden Vladimir Putin, Direktur Lenin State Farm yang dinominasikan Partai Komunis Rusia, Pavel Grudinin. Sosialita Ksenia yang dinominasikan Civil Initiative, Sergey Baburin. Kepala Partai Uni Rakyat Rusia, Maxim Suraikin. Ketua Komite Sentral Partai Komunis Rusia, Boris Titov.
Selain itu, Ketua Partai Pertumbuhan dan Utusan Presiden Rusia untuk Hak Pengusaha, Grigory Yavlinsky. Ketua Komite Politik Federal Partai Yabloko, Vladimir Zhirinovsky, dan Pemimpin Partai Liberal Demokrat Rusia (LDPR).