JawaPos.com - Dalam bahasa Indonesia, ”dikacangin” berarti tak dianggap. Bukan padanannya, ungkapan dalam bahasa Inggris yang menyeret kacang dalam susunannya, ”spill the beans”, bermakna membuka rahasia secara tak sengaja.
Tapi, kini nun di Desa Wonersh, Waverley, di bagian tenggara Inggris, ungkapan menggunakan kacang punya definisi baru: vandalisme. Mengutip Toronto Sun, belakangan marak tindakan berandalan dengan menumpahkan kacang (yang tentu sudah dimasak) dan beberapa makanan lain ke teras atau mobil warga.
”Para korban tentu saja stres dengan tindakan kurang ajar ini.” Demikian pernyataan Kepolisian Waverley dalam unggahan di akun Facebook mereka.
Pelaku yang biasa beraksi pada dini hari atau jelang pagi itu belum juga bisa ditangkap sampai kemarin (24/8). Padahal, patroli sudah diperketat.
Polisi meminta warga aktif memberikan informasi kepada mereka. Tapi, sejauh ini belum ada yang ”spill the beans.” Apa karena khawatir laporan mereka ”dikacangin” polisi?