JawaPos.com – Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menyatakan bahwa Israel tidak akan berhasil mencapai tujuannya dalam perang di Jalur Gaza.
Dikutip dari Anadolu Agency pada Sabtu (2/12), pernyataan dari pejabat Biro Politik Hamas, Izzat al-Rishq, menyebutkan bahwa Israel tidak akan mampu mencapai hal yang tidak semestinya diraih.
“Apa yang tidak dicapai Israel dalam 50 hari sebelum jeda, tidak akan dicapai dengan melanjutkan agresinya,” ucap al-Rishq.
Baca Juga: Jeda Kemanusiaan Berakhir, Israel Kembali Serang Gaza dan Akibatkan Warga Mengungsi Lebih Jauh
Ia menekankan tekad rakyat dan perlawanan Hamas terhadap agresi Israel dan menentang serangan terhadap warga sipil.
"Dengan tekad rakyat kami dan kepahlawanan perlawanan kami, kami menentang kejahatan musuh, kembalinya agresi Nazi dan penargetan warga sipil," kata pemimpin Hamas itu.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan kelanjutan serangan di Gaza dengan alasan bahwa Hamas meluncurkan roket dan tidak mematuhi kesepakatan jeda kemanusiaan.
“Hamas tidak membebaskan semua sandera perempuan sesuai dengan kesepakatan dan meluncurkan roket ke wilayah Israel,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kelompok perlawanan tersebut ‘bertanggung jawab atas serangan baru di Gaza.’
Ia kemudian menetapkan tiga tujuan, yaitu membebaskan sandera, menghilangkan Hamas sepenuhnya, dan menghentikan ancaman dari Gaza.
Baca Juga: Gencatan Senjata Berakhir, Israel Kembali Lanjutkan Operasi Tempur di Jalur Gaza
Serangan udara Israel dilaporkan terjadi setelah berakhirnya jeda kemanusiaan dengan pesawat tempur yang menargetkan pada beberapa wilayah di Jalur Gaza.
Bentrokan antara pasukan Israel dan faksi-faksi Palestina juga terjadi di berbagai bagian Jalur Gaza, termasuk timur, utara, dan tengah.
Pernyataan dan tindakan kedua belah pihak mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut di wilayah tersebut.