← Beranda

Kenali Gejala Virus Nipah, Penyakit Berbahaya yang Ditularkan Melalui Hewan Babi dan Kelelawar

Achmad Fuji AsroSenin, 18 September 2023 | 19.10 WIB
Vaksin Virus Nipah yang menyebar di India. (Sumber foto_ timesofindia.indiatimes.com)

 

JawaPos.com - Baru-baru ini ramai wabah Virus Nipah yang sudah menjangkit ke berbagai kelompok masyarakat di India.

Virus Nipah bukan termasuk wabah baru,namun penyebaran penyakit ini pertama kali ditemukan di Peternakan Nipah, Malaysia yang ditularkan oleh babi ke manusia.

Saat Virus Nipah pertama kali ditemukan, tercatat pengidap wabah  ini berkisar 276 kasus, dengan kematian mencapai 106 orang

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Infeksiemerging.kemkes.go.id menyebut Virus Nipah termasuk ke dalam penyakit zoonotik.

Zoonotik merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan pembawa virus yang berpindah inangnya ke manusia, dengan berbagai gejala yang menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Baca Juga: Wabah Virus Nipah Mulai Menyebar di India, Jaga Kebersihan dengan Lakukan Pencegahan agar Tidak Tertular

Virus Nipah dapat ditularkan melalui hewan liar, maupun ternak dalam penangkaran, sehingga pencegahan sana pening agar virus tidak menyebar ke manusia.

Hewan penyebar Virus Nipah selain saat pertama kali penyakit ini ditemukan, yaitu Babi ada juga Kelelawar Buah liar.

Di Indonesia sendiri, Virus Nipah ditemukan dari persebaran yang bersumber dari Kelelawar Buah liar.

Hewan lain yang juga memiliki potensi penyebar virus nipah, selain kedua binatang yang telah disebut menurut infeksiemerging.kemkes.go.id yaitu kuda,kambing, domba, dan anjing, serta kucing.

Manusia yang pertama kali terpapar Virus Nipah, gejalanya akan muncul berkisar antara empat sampai empat belas hari.

Namun ada pendapat lain, dikutip dari Infeksiemerging.kemkes.go.id masa inkubasi Virus Nipah bahkan mencapai 45 hari.

Manusia yang terjangkit Virus Nipah akan mengeluarkan beberapa gejala yang berfokus pada penyerangan saluran pernapasan akut (ISPA) ringan atau berat, sampai yang berbahaya.

Baca Juga: Belum Ada Kasus Baru Virus Nipah, Kerala India Masih Waspada dan Tambah Masa Inkubasi Menjadi 42 Hari

Gejala setelah ISPA mulai muncul, pengidap Virus Nipah akan merasakan demam yang disertai dengan sakit kepala, dengan otot terasa nyeri, hingga menyebabkan muntah dan tenggorokan perih.

Saat pengidap Virus Nipah tidak segera diberi pengobatan pertama, gejala akan meningkat hingga penderita mengalami kejang, dan koma bahkan mengalami kematian.

Resiko kematian bagi pengidap Virus Nipah beragam, dikutip dari Infeksiemerging.kemkes.go.id prosentase nya mencapai 45 persen hingga 75 persen.

Rata-rata kematian yang dialami oleh pengidap Virus Nipah bergabung bagaimana wilayah dalam menangani dan mencegah agar wabah tidak menimbulkan dampak lanjutan seperti kemarin

Penyelidikan virus sangat penting dilakukan, seperti dengan melakukan epidemiologi terhadap gejala awal yang muncul.

Pendataan terhadap warga yang mengalami gejala seperti terkena Virus Nipah juga sangat penting untuk dilakukan Pencegahan

Penemuan kasus Virus Nipah yang sudah menjangkit ke manusia, cara  penanganan yang baik juga sangat penting dilakukan agar tidak terlambat, dan penyakit dapat dicegah penyebarannya lebih cepat.

Bagi yang mengalami gejala seperti pengidap Virus Nipah, segera periksa ke dokter agar mendapat penanganan awal agar diketahui penyakitnya untuk selanjutnya dilakukan pengobatan.*** 

EDITOR: Novia Tri Astuti