← Beranda

Jokowi Resmikan Bandara Siboru dan Douw Aturure, Sebagai Bentuk Dukungan Kemudahan Aksesibilitas Papua

Amalia Lathifah UtamiSabtu, 25 November 2023 | 01.05 WIB
Peresmian Bandara Siboru dan Bandara Douw Aturure oleh Presiden Jokowi dan sejumlah Pemerintah Daerah pada Kamis (23/11). Sumber Foto: (Youtube @Sekretariat Presiden)

JawaPos.com- Pembangunan dua bandara di Papua sebelumnya sudah dimulai sejak tahun 2020. Akan tetapi untuk Bandara Douw Arture baru selesai pada tahun 2022, sedangkan untuk Bandara Siboru pembangunannya baru saja selesai tahun 2023.

Kedua bandara itu akhirnya diresmikan secara bersamaan. Bertepatan dengan kunjungan kerjanya, Presiden Jokowi juga meresmikan pengoperasian dua bandar udara (bandara) di tanah Papua, Kamis (23/11).

Diresmikannya Bandara Siboru dan Douw Aturure, merupakan bentuk dukungan terhadap kemudahan aksesibilitas ke sejumlah daerah- daerah terpencil di Papua yang masih sangat sulit untuk dijangkau.

Beberapa wilayah di Papua masih ada yang tidak memiliki akses darat. Maka dari itu salah satu cara untuk dapat menjangkaunya yaitu dengan menggunakan akses udara.

Baca Juga: Formula F1 Siap untuk Pertarungan Terakhir Musim Ini di Abu Dhabi, Diprediksi Jadi Persaingan Ketat!

Keterbatasan akses itulah yang membuat wilayah Papua mengalami ketimpangan dalam hal pembangunan, jikamana dibandingkan dengan provinsi yang lainnya.

Adanya Bandara Siboru yang terletak di Kabupaten Fakfak, Papua Barat yang menghubungkan Fakfak dengan daerah lain seperti Sorong, Timika, Kaimana, Amahai, Babo dan Bintuni.

Sedangkan Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Papua Tengah yang menghubungkan Nabire dengan daerah lain seperti Timika, Manokwari dan Jayapura.

Diharapkan dapat memudahkan segala aksesibilitas baik ke wilayah kota maupun pedesaan khususnya dengan waktu yang cepat.

“Kita tahu akses di Papua ini tidak mudah, akses di tanah Papua ini tidak mudah. Masih banyak daerah- daerah yang sulit dijangkau, aksesnya sulit, perlu waktu berjam- jam bahkan ada yang sampai berhari- hari untuk sampai ke suatu daera,” ungkap Presiden Jokowi dalam sambutannya saat acara peresmian.

Baca Juga: Perjalanan Karir Eko Londo Pelawak Surabaya, Sempat Ditolak Gabung di Srimulat karena Wajah Terlalu Tampan

Pembuatan fasilitas umum di wilayah Papua disebabkan karena adanya sinergitas antara Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah dalam memajukan infrastruktur Indonesia.

“Pemerintah daerah telah menyediakan lahannya kepada pemerintah pusat. Kemudian, pemerintah pusat yang melakukan pembangunan baik terminal, runway dan fasilitas lainnya,” ucap Menteri Perhubungan di Nabire, Papua Kamis (23/11).

Seiring dengan berkembangnya zaman, Jokowi menekankan untuk pembaharuan fasilitas dan juga sarana transportasi di wilayah Papua untuk mendukung kemajuan ekonomi di masa ini.

“Bandara Siboru dan Bandara Douw Aturure yang kita resmikan pada hari ini akan meningkatkan konektivitas di Papua, meningkatkan mobilitas orang, meningkatkan mobilitas barang, dan membuka banyak peluang untuk memicu tumbuhnya ekonomi- ekonomi baru, usaha- usaha baru,” tambahnya.

Dibangunnya dua proyek besar itu, diharapkan dapat dimaksimalkan keberadaannya untuk dapat terus meningkatkan potensi daerah.

Salah satunya untuk promosi destinasi wisata sehingga akan menambah jumlah wisatawan baik lokal maupun asing yang berkunjung ke Papua.

“Saya minta pemerintah daerah, masyarakat bisa memanfaatkan bandara ini sebaik- baiknya, memanfaatkan akses yang semakin terbuka untuk memperkenalkan potensi- potensi yang ada di daerah kita ini, memperkenalkan destinasi- destinasi wisata yang ada, dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke tanah Papua,” lengkap Jokowi dalam sambutannya.

Itulah peresmian dua proyek besar Papua yaitu Bandara Siboru dan Bandara Douw Aturure. Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kemudahan aksesibilitas di wilayah sana.

EDITOR: Bintang Pradewo