← Beranda

Sikapi Isu Viral Pelecehan Seksual, Gus Idris Konsultasi dengan Pengacara

Abdul RahmanJumat, 6 Februari 2026 | 21.31 WIB
Klarifikasi Gus Idris soal isu pelecehan seksual. (Instagram: gusidrisofficial)

JawaPos.com - Gus Idris membantah tudingan bahwa dirinya telah melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu talent bernama Sovi Novita.

Dia mengaku sangat menghargai kenyamanan sekaligus keamanan orang lain, apalagi perempuan. Namun sayangnya, Gua Idris tidak menjelaskan fakta versi dirinya atas kasus dugaan pelecehan seksual yang telah diceritakan dengan jelas oleh Sovi di akun media sosialnya.

Menurut Gus Idris, permasalahan yang terjadi merupakan perselisihan bisnis. Dia sangat menyesalkan adanya cerita yang berkembang di media sosial soal dugaan pelecehan seksual yang berdampak negatif terhadap dirinya, keluarga, dan kanal YouTube yang dirintisnya dari nol.

Merasa dirugikan dengan cerita yang berkembang di media sosial, Gus Idris mengaku sedang berkonsultasi dengan pengacara untuk kemungkinan membawa permasalahan ini ke ranah hukum.

"Saat ini saya sedang berkonsultasi dengan tim hukum untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Gus Idris dalam video diunggah akun Instagram Lambe Turah.

Dia merasa narasi yang berkembang di media sosial merupakan fitnah atau tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Dia senang dan terharu karena ada orang-orang yang tetap percaya kepada dirinya di tengah viralnya isu pelecehan seksual.

"Terima kasih yang sudah memberikan dukungan. Insya Allah kebeneran akan menemukan jalannya sendiri," tandas Gus Idris.

Unggahan video tersebut mendapat banyak komentar dari netizen. Banyak dari mereka mengaku percaya dengan apa yang diceritakan Sovi di akun media sosialnya.

"Aku sih yakin banget sama ceritanya yang speak up," komentar salah satu netizen.

"Yang selalu bikin heran, kenapa yang begini-begini suka banyak pengikutnya," timpal yang lainnya.

"Ini real ya. Kebanyakan yang jadi korban adalah teman saya. Up,up."

Sebelumnya, Sovi bercerita bahwa dirinya ditawari seseorang untuk sebuah pekerjaan sebagai talent. Dia sebenarnya merasa ada yang tidak beres ketika semua krunya laki-laki. Proses pengambilan gambar awalnya berjalan dengan baik mengambil lokasi di tempat penyembelihan hewan.

Pada saat istirahat, Sovi tiba-tiba dipanggil oleh asisten Gus Idris dengan iming-iming akan diberikan uang. Sovi pun dikorek tentang hal yang tidak ada keterkaitan dengan urusan pekerjaan.

Sovi ditanya tentang kriteria cowok idaman dan lain-lain. "Gak make sense dong pertama kali ketemu langsung ada rasa, kata mereka menyebutnya Dzuq apalah tetek bengek," ceritanya.

Usai dikulik kehidupan pribadinya, Sovi kemudian mendapat doktrin diduga untuk mengarahkan dan mengkondisikan jalan pikirannya.

"Sebelum ritual, aku dibuatkan susu coklat panas (dan dari situ aku seperti hanyut) pikiranku hanyut disitu yang awalnya aku nggak percaya sihir dll seketika aku percaya," katanya.

Sovi kemudian diramal akan mengalami musibah yang cukup berat dalam 2 bulan ke depan. Dia pun spontan menangis karena ada takut, cemas, dan khawatir, jika peristiwa itu benar-benar terjadi.

Sang asisten kemudian meminta Sovi untuk mendekati Gus Idris untuk tujuan meminta penolak bala supaya musibah itu tidak terjadi padanya.

"Asistennya bilang gini, 'samean coba deketin gus nya, nanya gusnya mau apa'. 'Kalau sudah dekat sama gusnya enak, mau minta apa aja dikasih. Gus nya itu punya segalanya mbak Sovi, cuma gus nya ini kesepian, butuh dambaan hati,'" tulisnya.

Sovi sebenarnya sudah sangat khawatir. Dia pun sempat berpikir bagaimana caranya bisa keluar dari tempat itu karena dia merasa posisinya sedang tidak aman.Sayangnya tak ada cara lain kecuali dia menuruti dengan menemui Gus Idris.

Sovi lantas diminta untuk memijat Gus Idris di dalam kamarnya hingga mengenai alat viral. "Beliau bilang gini, 'aku sudah sakau, kamu tahu sakau Sovi'," ceritanya.

Sovi mengaku berpura-pura tidak tahu apa itu sakau karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada dirinya. Tak lama kemudian, Sovi mengungkapkan kepada Gus Idris bahwa dirinya mengantuk.

"Aku bilang kalau aku ngantuk, terus beliau ini sepertinya merasa di PHP karena aku nggak melayani beliau. Kalau aku kena HIV gimana, kalau aku kena sifilis gimana. Beliau janjiin aku juga uang dengan nominal lumayan," tuturnya.

EDITOR: Abdul Rahman