JawaPos.com - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan pada Selasa (11/4) subuh, menambah daftar panjang aksi biadab tersebut. Perbuatan itu bukan hanya satu kali ini terjadi, aksi serupa juga pernah menimpa vokalis Saint Loco, Berry Manoch.
Pada Oktober 2013 silam, Berry Manoch disiram air keras oleh orang tidak dikenal di Malang, Jawa Timur. Kejadian bermula saat Saint Loco selesai mengisi acara bersama band Superman Is Dead (SID) di Lapangan Rampal Malang.
Setelah menemui fans, Berry berjalan menuju hotel tempat menginap. Namun nahas, saat sampai di lobi hotel, dia didatangi seorang pria yang menepuk pundaknya. Orang tidak dikenal itu langsung menyiramkan air keras ke wajahnya.
Akibat kejadian tersebut, Berry dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) lantas diterbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif. Sebagian wajahnya melepuh dan mata kirinya sempat tidak bisa melihat.
Dari keterangan saksi, kejadian yang menimpa Berry kemungkinan adalah aksi salah sasaran. Kuat dugaan sasaran pelaku sebenarnya adalah personel SID yang juga menginap di hotel yang sama.
Sementara itu, aksi penyiraman air keras kembali membuat heboh usai penyidik KPK Novel Baswedan menjadi korban pada Selasa (11/4) subuh.
Usai menjalankan salat subuh di sekitar rumahnya kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, penyidik yang dikenal sebagai sosok bersih dan keras itu disiram air keras di bagian wajahnya oleh orang tidak dikenal.
Informasi yang dihimpun JawaPos.com, pagi itu Novel berangkat ke masjid seperti kebiasaannya untuk salat berjamaah. Namun sepulang dari masjid, saat perjalanan menuju rumah, tiba-tiba dia dihampiri oleh orang tidak dikenal dengan menggunakan motor. Sejurus kemudian orang tersebut menyiramkan cairan ke wajahnya. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung membawa Novel ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. (ded/JPG)