JawaPos.com–Pemerintah Indonesia berharap bisa memperkuat kerja sama dengan Korea Selatan. Salah satunya untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Kalimantan Timur.
Menurut Deputi Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela, Indonesia bisa belajar dari pengalaman Korea yang juga pernah memindahkan ibu kota administratif dari Seoul ke Sejong.
”Jadi dalam proses Indonesia membuat master plan dan mendesain ibu kota baru, telah dilakukan sejumlah konsultasi di antara otorita IKN dan pihak Korea yang ternyata cukup terbuka untuk membagikan pengalaman dan praktik terbaik mereka,” tutur Nabyl seperti dilansir dari Antara dalam lokakarya mengenai hubungan Indonesia-Korea di Jakarta.
Kerja sama juga dijalin kedua negara untuk pembangunan infrastruktur air bersih di IKN. Dari pihak Indonesia proyeknya ditangani Kementerian PUPR.
Indonesia dan Korsel telah menandatangani 102 nota kesepahaman (MoU) terkait pembangunan ibu kota baru. Termasuk di antaranya pembangunan saluran irigasi yang sejauh ini pembangunannya sudah mencapai 20 persen.
Selain proyek irigasi, perusahaan konstruksi asal Korsel juga menjajaki kemungkinan kerja sama pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Pembangunan akan dilakukan setelah Pemerintah Indonesia menyelesaikan isu pembebasan lahan.
Korsel memiliki pengalaman dalam membangun pusat administrasi bernama Kota Sejong, yang terletak 120 kilometer dari Seoul. Sejong didirikan pada 2007 sebagai ibu kota baru Korsel di wilayah Chungcheong Selatan dan Provinsi Chungcheong Utara untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota saat ini dan kota terbesar, Seoul. Pemindahan itu juga untuk mendorong investasi di bagian tengah negara tersebut.
Sejak 2012, Pemerintah Korea Selatan telah merelokasi banyak kementerian dan lembaga ke Sejong. Tetapi banyak lainnya masih berlokasi di kota lain, terutama Seoul, di mana Majelis Nasional, Kantor Kepresidenan, dan badan pemerintah penting lainnya tetap ada.
Dosen Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Korea University Profesor Jae Hyeok Shin menyebut pengalaman Korea bisa dimanfaatkan Indonesia. Terutama di bidang konstruksi, teknik, dan transportasi.
Kedua negara juga menurut dia, bisa bekerja sama dalam inisiatif penelitian dan pengembangan bersama yang mengarah pada kemajuan teknologi dan berbagi ilmu pengetahuan di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama. Antara lain kecerdasan buatan, bioteknologi, serta ekonomi hijau.
”Prioritas Indonesia dalam pembangunan infrastruktur menghadirkan peluang yang sangat baik bagi perusahaan Korea untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek besar, terutama terkait ibu kota masa depan, Nusantara,” ujar Shin.