JawaPos.com – Ada suasana berbeda di Gereja Santa Lidwina yang terletak di dusun Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Gereja yang pada Minggu (11/2) kemarin mendapat penyerangan dari seorang pria itu, kini tampak 'menyejukkan hati'.
Aksi yang penuh toleransi ini ditunjukkan sekelompok ibu-ibu yang terlihat mengenakan pakaian muslimah. Mereka turut membantu membersihkan gereja tersebut.
Aksi mulia penuh toleransi ini awalnya diketahui berkat unggahan salah satu warganet di jejaring sosial Facebook. Akun dengan nama Fransiscus Xaverius Lukman terlihat membuat postingan dengan foto dan video yang memperlihatkan aksi bersih-bersih gereja.
Dalam foto dan video terlihat sekelompok ibu-ibu dan remaja putri ikut membantu membersihkan gereja. Berbekal kain lap, sapu, kemoceng, cairan pembersih lantai, dan perangkat bersih-bersih lainnya, kaum ibu dan remaja putri itu terlihat cekatan membersihkan setiap sudut ruang Gereja Santa Lidwina.
Foto dan video tersebut juga dibubuhi dengan caption yang positif. Pengunggah menuliskan kalimat yang menjunjung tinggi toleransi. Tulisannya berbunyi, “Terima kasih saudara dan saudariku umat Muslim yang berkenan membantu pembersihan Gereja Katolik St. Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta pasca penyerangan orang yang tidak bertanggungjawab kemaren. Tuhan Yesus memberkati. Amin,” tulisnya demikian.
“Jadikan Jogja aman. Dan pemimpin Jogja harus tegas pada kelompok radikal dan intoleran yang cukup banyak berkembang di Yogyakarta. Semoga anda jadi pimpinan yang amanah dan adil. Jangan terulang lagi kasus-kasus intoleran dan SARA di Yogyakarta maupun NKRI tercinta,” sambung akun tersebut.
Mulai dari lantai, dinding, kursi-kursi, tiang pancang, bahkan patung Yesus Kristus pun tidak luput dari dibersihkan. Entah siapa yang mengomandoi aksi layak puji tersebut, yang jelas aksi tersebut telah berhasil menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak mudah dipecah belah dengan aksi oknum-oknum tidak bertanggung jawab itu.