JawaPos.com - Gereja Katolik memiliki banyak sekali perayaan wajib dan tidak wajib yang dapat diperiksa di kalender liturgi mereka. Beberapa perayaan ini merupakan hari untuk mengingat beberapa tokoh penting dalam gereja, dan beberapa untuk merayakan umat-umatnya.
Dilansir dari Laity Family Life, pada tahun 2021, Paus Fransiskus memutuskan untuk menetapkan bahwa pada hari Minggu keempat bulan Juli setiap tahunnya, gereja akan merayakan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia.
Hari yang diputuskan ini juga berdekatan dengan peringatan Santo Yoakim dan Santa Anna, kakek dan nenek Yesus Kristus.
Dilansir dari Catholic Grandparents Association, almarhum Paus Fransiskus telah menetapkan tema perayaan ini, yaitu "Berbahagialah orang yang tidak ditegur oleh hatinya sendiri, dan tidak kehilangan kepercayaan" (Sirakh 14:2).
Dilansir dari Paroki Vianney, perayaan ini pertama kali dirayakan pada 25 Juli 2021 dengan tema “Aku menyertai kamu senantiasa” (Matius 28:20). Di tahun berikutnya, pada 24 Juli 2022, hari ini dirayakan dengan tema “pada masa tuapun, mereka masih berbuah” (Mazmur 92:15).
Pada tahun 2023, hari perayaan ini dirayakan pada tanggal 23 Juli dengan tema “rahmat-Nya turun temurun” (Lukas 1:50). Dan berikutnya dirayakan pada 28 Juli 2024 dengan tema “Janganlah membuang aku pada masa tuaku” (Mazmur 71:9).
Asosiasi Kakek Nenek Katolik sudah lama menjadi garda terdepan sebagai bentuk kesadaran peran kakek nenek dan panggilan mereka dalam mewariskan iman serta ilmu kepada generasi mendatang.
Dilansir dari Keuskupan Trenton, almarhum Paus Fransiskus juga bermaksud agar hari ini dapat menjadi kesempatan untuk merenungkan kehadiran dan peran kakek nenek dan mereka yang sudah lanjut usia dapat menjadi harapan dalam setiap keluarga dan komunitas gereja.
Santo Yoakim dan Santa Anna
Santo Yoakim dan Santa Anna adalah orang tua Maria, ibu Yesus. Yoakim diperkirakan lahir tahun 75 SM dan Anna pada tahun 49 SM.
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, terkisah Anna lahir di Bethlehem dekat Yudea. Ia kemudian menikah dengan Yoakim.
Walaupun keduanya hidup dalam kekayaan di Nazaret, mereka berdua terhantui oleh kehidupan tanpa anak.
Yoakim, yang dicela karena kemandulannya di Bait Allah, mengasingkan diri ke pedesaan untuk berdoa.
Sementara Anna, yang berduka atas kepergian suaminya dan kemandulannya, juga terus berdoa dan berjanji kepada Tuhan apabila ia diberi seorang anak, ia akan mempersembahkannya untuk melayani Tuhan.
Kemudian keduanya mendapatkan penglihatan dari seorang malaikat yang memberi kabar bahwa Anna akan mengandung dan melahirkan seorang anak yang luar biasa.
Dari kandungan tersebut, Yoakim dan Anna mendapatkan seorang putri yang kemudian diberi nama Maria.
Untuk memenuhi janji mereka, pada saat Maria berumur tiga tahun, mereka membawa Maria ke Bait Allah di Yerusalem, tempat dimana Maria akan ditinggalkan untuk dibesarkan.
Menurut legenda, Yoakim tidak lama kemudian meninggal dan Anna, dengan dukungan Roh Kudus, memutuskan untuk menikah lagi.
Dalam beberapa kisah, Anna diduga menjadi nenek dari Rasul Yohanes dan Yakobus (putra-putra Zebedeus), Simon, Yudas dan Yakobus Muda (putra Alfeus), serta Yakobus saudara Yesus.
Perlu diketahui bahwa kisah, atau bahkan fakta, mengenai kedua sosok ini tidak benar-benar muncul dalam Kitab Suci. Hingga akhirnya pada Kitab Injil Yakobus dituliskan pada kira-kira tahun 150. (*)