← Beranda

15 Ciri-Ciri Kucing Keracunan dan Cara Mengatasinya dengan Pertolongan Pertama yang Tepat

Rhea Febriani TritamiSelasa, 19 Agustus 2025 | 20.38 WIB
Lesu dan tidak nafsu makan bisa jadi ciri-ciri kucing keracunan. (Freepik/Freepik)

JawaPos.com - Ciri ciri kucing keracunan perlu diketahui setiap pemilik hewan peliharaan agar dapat segera mengambil tindakan. 

Keracunan pada kucing bisa terjadi akibat menelan, menghirup, atau kontak kulit dengan zat berbahaya. 

Tanda kucing keracunan biasanya muncul tiba-tiba dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Berikut ini beberapa gejala kucing keracunan yang perlu diwaspadai seperti dirangkum dari Cornell University College of Veterinary Medicine, Cats.org.uk, dan Blue Cross.

Baca Juga: Ini 10 Manfaat Minyak Ikan untuk Kucing, Bikin Kulit Jadi Sehat, Sendi Kuat, dan Jantung Prima

1. Air Liur Berlebihan (Drooling)

Kucing mengeluarkan liur secara terus-menerus tanpa sebab jelas, biasanya disertai bau mulut tidak sedap. Ini adalah reaksi tubuh terhadap zat beracun yang masuk.

2. Muntah Mendadak

Kucing peliharaanmu tiba-tiba mengalami muntah dan sering kali ini diikuti dengan diare. 

Muntah adalah upaya tubuh membuang racun, tetapi bisa menyebabkan dehidrasi jika berlangsung lama.

3. Diare

Feses bisa mengandung darah atau lendir. Ini menunjukkan adanya iritasi atau kerusakan pada saluran pencernaan.

Baca Juga: Ini 7 Cara Menjinakkan Kucing Semi-Liar agar Jinak dan Penurut, Cocok untuk Owner Pemula

4. Nafas Berat atau Cepat

Keracunan yang memengaruhi sistem pernapasan dapat menyebabkan sesak napas, napas terengah-engah, atau napas cepat.

5. Jalan Sempoyongan

Kucing kehilangan keseimbangan dan berjalan goyah karena sistem saraf terganggu oleh racun.

6. Kejang atau Tremor

Otot kucing berkontraksi tak terkendali, bahkan bisa terjadi kejang parah. Ini tanda kondisi darurat.

7. Pingsan atau Koma

Gejala ekstrem akibat paparan racun dalam jumlah besar atau waktu yang lama.

8. Kehilangan Nafsu Makan

Kucing tiba-tiba menolak makan meskipun sebelumnya memiliki selera makan baik.

9. Perubahan Pola Minum dan Buang Air

Minum atau buang air secara berlebihan dapat menandakan racun memengaruhi ginjal atau sistem metabolisme.

10. Kulit Bengkak atau Meradang

Terjadi jika racun terkena kulit, sering disertai rasa gatal atau nyeri.

11. Kulit dan Mata Menguning (Jaundice)

Tanda kerusakan hati akibat racun tertentu seperti obat manusia atau tanaman berbahaya.

12. Detak Jantung Tidak Teratur

Bisa melambat atau menjadi sangat cepat. Racun tertentu memengaruhi sistem kardiovaskular.

13. Demam

Suhu tubuh naik karena respons tubuh terhadap zat beracun.

14. Lesu atau Depresi

Kucing terlihat malas bergerak, tidur terus-menerus, dan tidak responsif terhadap rangsangan.

15. Shock atau Kolaps

Tekanan darah menurun drastis, tubuh dingin, dan kucing tidak responsif. Kondisi ini memerlukan tindakan darurat segera.

Keracunan pada kucing bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Tanaman beracun seperti lili, poinsettia, dan sago palm merupakan penyebab umum. 

Obat manusia seperti paracetamol dan ibuprofen sangat berbahaya bagi kucing. Pestisida, insektisida, dan bahan kimia rumah tangga seperti pemutih atau pembersih lantai juga dapat memicu keracunan. 

Beberapa makanan manusia seperti cokelat, bawang, dan anggur mengandung senyawa beracun bagi kucing. 

Paparan bisa terjadi melalui mulut (menelan), hidung (menghirup), atau kulit (kontak langsung).

Jika menemukan ciri ciri kucing keracunan, segera lakukan pertolongan pertama. 

Pertama, hubungi dokter hewan untuk mendapatkan arahan, jangan menunggu gejala memburuk. Kedua, jauhkan kucing dari sumber racun dan amankan area sekitar. 

Jika memungkinkan, bawa sampel racun seperti kemasan produk atau potongan tanaman ke klinik agar dokter dapat mengidentifikasi jenis racun. 

Jangan memaksa kucing muntah tanpa arahan dokter karena beberapa racun justru dapat melukai organ saat dimuntahkan. 

Jika racun mengenai kulit atau bulu, bilas dengan air mengalir sambil menjaga kucing tetap tenang. Gunakan kain atau collar pelindung agar kucing tidak menjilat tubuhnya. 

Pastikan lingkungan aman, terutama jika kucing mengalami kejang, dengan menyingkirkan benda berbahaya di sekitarnya dan meredupkan cahaya ruangan. 

Makin cepat pertolongan diberikan, semakin besar peluang kucing untuk selamat.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho