JawaPos.com – Salah satu penyedia jasa pembelian video game secara digital yakni Steam mulai berlakukan kebijakan baru pada Senin (20/11).
Kebijakan tersebut berupa penyesuaian harga penjualan produk di Steam untuk wilayah Turki dan Argentina.
Selain itu Steam juga umumkan adanya perubahan harga regional untuk 25 negara lain di wilayah Amerika Latin, Timur Tengah serta Afrika Utara.
Negara tersebut kini menggunakan nilai mata uang US Dollar untuk melakukan transaksi di Steam.
Sebelumnya negara-negara tersebut gunakan mata uang lokal yakni Argentina Peso (ARS) dan Lira Turki (TRY).
Turki dan Argentina Rasakan Dampak Terparah
Mengutip PCGamer, pengguna Steam di wilayah Turki serta Argentina mulai merasakan dampak kebijakan tersebut.
Baca Juga: Konsol Game Steam Deck 2 Akan Meluncur 2025, Janjikan Banyak Peningkatan
Gamers di Argentina dan Turki mulai mengeluh terkait penyesuaian harga tersebut, bahkan mereka secara terang-terangan menyebut akan kembali bermain menggunakan game bajakan.
Kenaikan harga game yang dijual pada kedua negara tersebut mengalami kenaikan drastis, bahkan mencapai 3000 hingga 8000 persen dari harga sebelumnya.
Kebijakan baru ini juga membawa masalah baru bagi gamers yang berasal dari wilayah Argentina. Pasalnya mereka harus membayar 2 kali untuk membeli game tersebut.
Baca Juga: Game Counter-Strike 2 Sekarang Tersedia untuk Semua Orang dari Steam secara Gratis
Salah satu pengguna X asal Argentina yakni Jota. (@JotaYoutube17) menyebut bahwa transaksi yang dilakukan akan dikenakan pajak 100%
“Jadi jika kalian membeli game, maka kalian akan mendapatkan 2 game, satu untuk kalian dan satu untuk pemerintah,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Mengutip pernyataan Valve dalam forum Steam, Alasan diberlakukannya perubahan harga adalah untuk menyesuaikan nilai tukar mata uang pada saat ini.
Para pembuat game kesulitan menentukan harga untuk pasar Turki dan Argentina sebab nilai mata uang mereka yang tidak menentu.
Baca Juga: Steam Gunakan Background Orisinal 'Hijau Tentara' pada Ulang Tahunnya ke-20
Selain itu menurut Valve, kebijakan ini perlu diberlakukan agar mereka tetap dapat memberikan layanan terbaik bagi gamers yang berada di negara tersebut.
Banyak Gamers Lakukan Eksploitasi Regional Pricing
Regional Pricing merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh Valve untuk memberikan kemudahan pada developer yang akan menjual produknya di Steam.
Pemilik Steam tersebut memberikan rekomendasi harga berdasarkan wilayah-wilayah yang menggunakan nilai mata uang lokal sebagai pembayaran di Steam.
Baca Juga: Daftar Game Teratas di Steam Tahun 2022, Ada yang Kamu Mainkan?
Mengutip SteamDB, Valve memberikan acuan harga mulai dari USD 0,99 atau Rp 15.402 bila dikenakan kurs senilai Rp 15.558.
Sebelum kebijakan ini diberlakukan, banyak sekali pengguna yang memanfaatkan celah regional pricing untuk membeli game dengan lebih murah.
Gamers memanfaatkan celah ini dengan cara mengganti asal negara menggunakan Virtual Private Network (VPN) ke negara dengan nilai mata uang yang lebih murah.
Baca Juga: Akun Sony PlayStation Kini Bisa Ditautkan ke Akun Steam
Argentina dan Turki menjadi negara favorit bagi gamers di Indonesia bahkan di seluruh dunia untuk melakukan transaksi.