JawaPos.com – Pernah merasa bahwa hasil foto pemandangan di Jepang terlihat lebih bagus daripada di Indonesia?
Dalam hal ini, tipe kamera atau kepiawaian fotografer bukan menjadi hal yang sepenuhnya menentukan. Namun, faktor cahaya lah yang justru lebih berpengaruh.
Dikutip dari Photography Life pada Selasa (21/11), The Exposure Triangle atau Segitiga Exposure adalah istilah yang mengacu pada tiga elemen dasar dalam Exposure, yakni aperture, shutter speed, dan ISO.
Baca Juga: 9 Mobil Listrik Ini akan Masuk ke Indonesia Tahun Depan, Mulai dari Merek Jepang hingga Eropa
Meskipun terdengar sangat teknis, konsep ini cukup mudah dipahami.
Ketiga elemen ini saling terkait dalam proses penerimaan cahaya ke dalam kamera sebelum mencapai sensor gambar, yang dikenal sebagai Exposure.
Perubahan pada salah satu elemen exposure akan mempengaruhi elemen lainnya, sehingga pengaturan hanya pada satu elemen tidak cukup atau harus melibatkan elemen lain untuk membentuk exposure.
Baca Juga: Dukung Akses ke Pasar Global, Sahabat UMKM Bawa 208 Produk Lokal ke Jepang
1. Aperture
Seberapa banyak cahaya yang dapat masuk melalui lensa.
2. Shutter Speed
Kecepatan waktu aperture terbuka dalam menerima cahaya.
3. ISO
Tingkat sensitivitas sensor kamera.
Perbedaan yang dimaksud antara hasil foto di Jepang dan Indonesia juga terletak pada tingkat cahaya ultraviolet yang didapat.
Cahaya ultraviolet lebih rendah di Jepang dibandingkan dengan negara tropis seperti Indonesia.
Tingkat sinar ultraviolet yang lebih tinggi di Indonesia dapat menghasilkan bayangan yang lebih pekat pada foto, sehingga menciptakan tingkat kontras gelap-terang yang lebih tajam.
Baca Juga: Spanyol U-17 Hadapi Jepang U-17: Produk Akademi VS Hasil Kompetisi Antar-SMA
Dikutip dari akun X @muhraufan pada Selasa (21/11), matahari di Jepang yang miring akan menghasilkan foto yang bagus.
Letak astronomis di antara 30° LU - 47° LU dan 128° BT - 146° BT dan geografis Jepang, di mana berada di belahan Bumi Utara bagian paling timur Benua Eurasia juga membantu hasil tersebut.
Posisi Jepang di zona mid-latitude sangat berpengaruh pada sisi cahaya mataharinya, di mana hal itu membantu mengurangi harsh shadows dan meningkatkan kondisi pencahayaan secara keseluruhan.
Baca Juga: Prediksi Spanyol U-17 vs Jepang U-17, Duel Penguasaan Bola kontra Bermain Taktis
Kondisi atmosfer dan polusi udaranya yang berada di tingkat rendah juga berkontribusi besar dalam diffused light dan membuat cahaya yang dihasilkan lebih lembut.