← Beranda
Telaten Rawat Variegata, Pencahayaan hingga Media Tanam Kunci Jaga Warna Tetap Mencolok
Agas Putra HartantoSenin, 25 September 2023 | 17.56 WIB
Media tanam tanaman Monstera variegata.

Tanaman hias variegata tengah menjadi primadona. Di antaranya, jenis Monstera sp, Syngonium sp, Philodendron sp, dan Anthurium sp. Butuh perawatan yang cukup telaten untuk mempertahankan corak daun agar tetap mencolok.

OWNER Tanah Liat by Ruang Tanam Jakarta M. Dede Septiandri mengoleksi tanaman hias variegata sejak 2020. Koleksinya adalah Monstera deliciosa dan Syngonium milk confetti yang diimpor dari Jepang. Pengaturan cahaya, sirkulasi udara, dan media tanam sangat penting untuk diperhatikan. ’’Karena variegata ini rewel dan sensitif banget,” ujar Dede saat ditemui di workshop Tanah Liat, Graha Raya, Tangerang, Jumat (22/9) lalu.

Menurut dia, untuk merawat corak daun, tanaman variegata harus mendapat cahaya yang cukup. Namun, jangan sinar matahari langsung. Cukup di teras rumah yang teduh tertutup kanopi. Jika terlalu banyak terkena matahari, justru daun menjadi kering dan cokelat.

Jika pemilik telaten, tanaman hias variegata boleh terkena cahaya matahari langsung hanya di waktu pagi. Setelah pukul 09.00, tanaman itu harus segera dipindahkan ke tempat yang teduh. ’’Sinar matahari pagi dan angin sepoi langsung akan merangsang pertumbuhan, daun lebih tebal, dan corak warnanya semakin terang,” terangnya.

Media tanam tanaman Monstera variegata.
Media tanam tanaman Monstera variegata.

Cahaya penting bagi tanaman untuk melakukan fotosintesis melalui zat hijau daun atau yang biasa disebut klorofil. Corak variegata sebenarnya merupakan kelainan pada tanaman dengan memiliki lebih sedikit klorofil. Artinya, butuh paparan sinar lebih banyak.

Jika tidak mendapat paparan cahaya yang cukup, variegata akan merespons dengan memproduksi lebih banyak klorofil untuk fotosintesis. Hal itulah yang menyebabkan daun variegata berubah menjadi hijau.

Sirkulasi udara menjadi perhatian selanjutnya. Termasuk lubang pada pot maupun kondisi cuaca yang memengaruhi temperatur angin. Kondisi tersebut akan berdampak pada kualitas media tanam. ’’Contohnya, ketika membeli tanaman dari Puncak, Bogor, atau Lembang, Bandung, dengan cuaca yang dingin, lalu dibawa ke Jakarta yang panas. Perubahan kondisi yang kontras tersebut dapat merusak media tanam,” jelas mantan chef on board Garuda Indonesia tersebut.

Mengantisipasi kemungkinan itu, Dede menyarankan agar segera mengganti media tanamnya. Setelah itu, tanaman ditempatkan di ruangan dengan pencahayaan tak langsung. Kalau tidak dibongkar atau dibiarkan saja, kualitas tanaman bakal drop. ’’Karena sebelumnya terbiasa kena air dan udara dingin, nah ketika sampai Jakarta, malah kena cuaca yang panas dan airnya hangat,” katanya.

METAN JABLAY: M. Dede Septriadi memeriksa kondisi media tanam tanaman Monstera variegata koleksinya. Dia membuat racikan media tanam sendiri agar tanaman tumbuh maksimal.
METAN JABLAY: M. Dede Septriadi memeriksa kondisi media tanam tanaman Monstera variegata koleksinya. Dia membuat racikan media tanam sendiri agar tanaman tumbuh maksimal.

Untuk tanaman hias variegata impor, begitu datang, harus dibuka dulu, lalu direndam di dalam air dengan campuran larutan perangsang akar seperti vitamin B1. Setelah dua jam, diangkat dan ditiriskan. Tunggu agak kering untuk kemudian ditanam dengan media tanam di dalam pot dan ditaruh di tempat teduh. ’’Penting untuk sentuhan pertama ini. Jika tidak dibongkar dan ditangani begitu, pasti akan busuk,” imbuhnya.

Baca Juga: Kayu Naga dan Sekam Fermentasi Jadi Penangkal Tikus untuk Tanaman

Dede menyatakan, media tanam yang tepat turut menunjang pertumbuhan dan kualitas corak daun variegata. Belajar dari setiap pembelian tanaman variegata asal Jepang, terdapat bebatuan kanuma soil dan keiseki. Dari situ, dia iseng menggunakan dua bahan itu untuk kemudian dicampur sebagai media tanamnya.

Dia mengakui, meracik media tanam butuh proses. Awal-awal hanya dari kompos daun mangga. Tapi, hasilnya kurang baik karena justru membuat media tanam menjadi benyek. ’’Terlalu lama menyimpan air. Akibatnya justru membuat akar tanaman busuk dan daun layu,” ungkapnya.

Butuh proses setidaknya hampir setahun untuk menemukan racikan Metan Jablay Premium. ’’Pas untuk tanaman yang jarang dibelai,” celetuknya. Dasar media tanam tersebut adalah aroid. Bersifat poros, tapi masih mengikat air. Di dalamnya juga sudah terdapat pupuk slow release.

METAN JABLAY: M. Dede Septriadi memeriksa kondisi media tanam tanaman Monstera variegata koleksinya. Dia membuat racikan media tanam sendiri agar tanaman tumbuh maksimal.
METAN JABLAY: M. Dede Septriadi memeriksa kondisi media tanam tanaman Monstera variegata koleksinya. Dia membuat racikan media tanam sendiri agar tanaman tumbuh maksimal.

Metan racikannya itu dikhususkan untuk orang-orang yang mempunyai tanaman indoor. Baik di dalam rumah, teras, maupun semi-outdoor di bawah kanopi. Jadi, kelembapan tanaman masih tetap terjaga. Racikan tersebut juga memberi nutrisi dengan baik.

Nah, racikannya itu mulai bahan dasar dikompos selama tiga bulan. Terdiri atas 20 macam dedaunan dan ranting. Rata-rata berasal dari dedaunan yang berbatang keras dan kering agar kalau dijadikan kompos, tidak hancur. Misalnya, daun trembesi dan rambutan.

Semua bahan dijadikan kompos sampai menjadi hitam. Setelah itu, dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari dan diaduk sampai kering merata. Proses itu bisa berlangsung selama seminggu. Ketika sudah selesai, baru diracik dengan bebatuan dan mineral. Misalnya, perlit, kanuma soil, keiseki, pakis oven, ditambah sedikit larutan untuk merangsang pertumbuhan akar dan pupuk slow release. Ada juga pasir malang untuk menjaga keporosannya. "Di dalam racikan juga sudah ada antihama, nematoda, dan fungisida. Sudah komplet siap pakai,” ucap Dede. (han/c7/ai)

EDITOR: Ilham Safutra