← Beranda

Kapolri Ungkap Jam Rawan Kecelakaan Saat Mudik 2026, Waspada Pukul 09.00–12.00

Dhimas GinanjarSelasa, 3 Maret 2026 | 01.07 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat saat memimpin rapat koordinasi lintas terkait kesiapan operasi ketupatan di Gedung PTIK. (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan hasil Analisis dan Evaluasi Kecelakaan atau Anev Laka menjelang arus mudik Lebaran 2026. Data tersebut menunjukkan tren penurunan angka kecelakaan, namun masih ada jam rawan yang perlu diantisipasi.

Hasil evaluasi mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas turun 31,43 persen dibanding periode sebelumnya. Angka korban meninggal dunia bahkan menurun hingga 53,24 persen.

Selain itu, korban luka berat tercatat turun 7,19 persen. Sementara korban luka ringan berkurang 27,85 persen.

Meski tren menunjukkan perbaikan, Polri menilai kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Evaluasi ini menjadi pijakan dalam menyiapkan strategi pengamanan mudik 2026.

“Meski terjadi penurunan, kepolisian menilai masih ada waktu-waktu tertentu yang menjadi titik rawan kecelakaan dan perlu mendapat perhatian serius,” kata Sigit saat memimpin rapat koordinaai Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan hasil analisis, kecelakaan paling banyak terjadi pada rentang pukul 09.00 hingga 12.00. Pada periode tersebut tercatat 532 kejadian kecelakaan.

Jam tersebut dinilai rawan karena tingginya aktivitas masyarakat di jalan. Mobilitas kerja, perjalanan antar kota, serta aktivitas harian meningkat signifikan pada waktu tersebut.

“Selain faktor kepadatan lalu lintas, kondisi pengemudi juga dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya angka kecelakaan pada jam tersebut,” ungkapnya.

Dari sisi penyebab, faktor dominan adalah gagal menjaga jarak aman. Tercatat ada 1.156 kasus kecelakaan yang dipicu oleh kelalaian tersebut.

Penyebab lain yang kerap muncul adalah kurangnya kewaspadaan terhadap kendaraan di depan. Faktor kecepatan juga menjadi pemicu kecelakaan di sejumlah titik.

“Kelelahan dan mengantuk saat berkendara masih menjadi faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh,” papar Sigit.

Menurutnya, perjalanan panjang saat mudik meningkatkan risiko kelelahan. Kondisi fisik pengemudi yang tidak prima berpotensi menurunkan konsentrasi di jalan.

Hasil analisis ini akan menjadi dasar peningkatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Polri akan memperkuat edukasi menjelang periode mudik dan arus balik yang diperkirakan memiliki mobilitas tinggi.

Sosialisasi kepada masyarakat akan terus digencarkan agar angka kecelakaan dapat ditekan lebih rendah pada 2026. Upaya tersebut mencakup kampanye keselamatan, pengawasan di titik rawan, serta peningkatan patroli pada jam-jam yang dinilai berisiko tinggi.

EDITOR: Dhimas Ginanjar