JawaPos.com - Tak terasa, hari kemenangan Idul Fitri sudah semakin dekat. Banyak orang mulai mempersiapkan perjalanan mudik, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Kembali ke kampung halaman untuk bertemu orang tua dan sanak saudara tentu menjadi momen yang paling dinantikan setelah sekian lama berpisah.
Perjalanan mudik seringkali menguras energi. Oleh karena itu, penting untuk memastikan tubuh tetap fit agar perjalanan tetap nyaman dan lancar. Jangan lupa untuk membawa obat-obatan yang diperlukan, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Menurut informasi dari Klinik Pintar, kondisi tubuh yang kurang prima bisa meningkatkan risiko terserang penyakit sebelum tiba di tujuan.
Sementara itu, laman Halodoc menyebutkan bahwa beberapa penyakit ringan sering dialami oleh pemudik, seperti mabuk perjalanan, masuk angin, atau kelelahan.
Oleh karena itu, menyiapkan obat-obatan yang tepat sebelum mudik sangatlah penting untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga selama perjalanan. Apa saja obat yang sebaiknya dibawa saat mudik? Berikut beberapa rekomendasinya!
1. Minyak Kayu Putih
Jika lupa membawa obat antimabuk, minyak kayu putih bisa menjadi alternatif yang efektif. Aromanya yang menenangkan dapat membantu mengurangi rasa mual dan mencegah masuk angin.
Selain itu, minyak kayu putih memiliki sifat analgesik dan antiseptik, sehingga dapat membantu meredakan inflamasi serta mengatasi gatal akibat gigitan serangga.
2. Obat Pencernaan
Perjalanan jauh seringkali membuat pola makan tidak teratur, yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare. Kondisi ini tentu sangat mengganggu, karena harus sering berhenti di rest area atau toilet umum.
Untuk mengatasinya, bawalah obat diare seperti attapulgite, yang dapat dikonsumsi setiap kali mengalami buang air besar berlebihan. Namun, pastikan mengonsumsinya sesuai dosis, yakni maksimal 12 tablet sehari untuk orang dewasa dan 6 tablet sehari untuk anak-anak.
3. Paracetamol
Paracetamol merupakan obat yang sangat penting untuk dibawa karena berfungsi meredakan demam, sakit kepala, flu, serta nyeri ringan seperti keseleo atau sakit gigi. Obat ini bekerja dengan menghambat sinyal rasa sakit di otak, sehingga dalam waktu sekitar satu jam setelah konsumsi, efeknya sudah mulai terasa dan bertahan selama beberapa jam.
4. Hand Sanitizer dan Lotion Antinyamuk
Selama perjalanan mudik, kebersihan tangan menjadi hal yang sangat penting, terutama saat makan atau setelah menyentuh fasilitas umum. Oleh karena itu, bawalah hand sanitizer yang dapat membunuh kuman dan bakteri secara praktis tanpa perlu air.
Selain itu, lotion anti nyamuk juga sangat berguna, terutama saat perjalanan malam hari atau ketika harus beristirahat di tempat terbuka. Lotion ini akan membantu menghindari gigitan nyamuk dan serangga yang bisa menyebabkan gatal atau alergi, terutama pada anak-anak.
5. Obat Maag
Bagi penderita maag atau gangguan lambung, perjalanan mudik bisa menjadi tantangan tersendiri. Keterlambatan makan atau konsumsi makanan yang tidak cocok dapat memicu asam lambung naik, yang menyebabkan mual dan perut terasa tidak nyaman.
Untuk mengatasinya, bawalah obat maag seperti magnesium hidroksida, yang bisa dikunyah 2-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Obat ini membantu menetralkan asam lambung sehingga perjalanan tetap nyaman tanpa gangguan maag.
6. Obat Luka dan Plester
Perjalanan mudik seringkali tidak terduga. Misalnya, tergores kursi di transportasi umum, jatuh dari kendaraan, atau terkena benda tajam. Oleh karena itu, penting untuk membawa obat luka dan plester agar bisa segera menangani luka ringan dan mencegah infeksi.
7. Suplemen Vitamin C
Perjalanan jauh seringkali membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit karena kelelahan dan perubahan pola makan. Oleh karena itu, konsumsi vitamin C sangat dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Vitamin C kaya akan antioksidan, yang berperan melindungi tubuh dari infeksi virus dan bakteri. Untuk memenuhi kebutuhan harian, pria disarankan mengonsumsi sekitar 90 mg vitamin C per hari, sedangkan wanita sekitar 75 mg per hari.
8. Obat Anti Mabuk
Mabuk perjalanan bisa menjadi masalah yang sangat mengganggu, terutama jika harus menempuh perjalanan jauh dengan jalur berliku atau berbukit. Gangguan ini terjadi karena ketidakseimbangan sistem saraf di otak, telinga bagian dalam, dan mata.
Untuk mencegah mabuk perjalanan, bawalah obat anti mabuk dalam bentuk tablet, kapsul, atau sirup. Obat ini sebaiknya dikonsumsi sekitar 1,5 jam sebelum berangkat agar efeknya maksimal. Perhatikan juga efek sampingnya, seperti rasa kantuk yang bisa muncul setelah mengonsumsinya.