JawaPos.com– Salah satu makanan khas dari satu wilayah di Gresik ini terbilang cukup fenomenal. Jika biasanya belut hanya diolah menjadi menu sambal belut, belut goreng, dan sejenisnya, di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, belut diolah menjadi makanan khas secara turun-temurun. Namanya, belut besengek.
Menu yang disajikan dengan kuah nyemek kuning itu sangat menggugah selera. Dari aromanya, masakan tersebut sudah meyakinkan jika rasanya begitu lezat. Benar saja, begitu kuahnya dicicipi, warna kuning dari rempah-rempah dan santan yang begitu kental itu terasa gurih, sedikit pedas, dan segar.
Kuah kuning itu melumuri belut yang sudah dibelah tengahnya. Belut ukuran jumbo membuat dagingnya begitu terasa dan mudah dimakan. Empuk dan khas belut.
Saunah, pemilik Warung Putri Siwalan, menyatakan, meski lokasi warung di dalam perkampungan Hendrosari, belut besengek tersebut kerap menjadi jujukan para jemaah haji. Saat bulan puasa seperti ini, menu belut besengek itu menjadi salah satu andalan warga Hendrosari.
Cara membuatnya pun mudah. Belut pilihan yang sudah dicuci kemudian dibelah tengahnya. Lalu, belut itu dibakar setengah matang.
Sembari menunggu belut dibakar, bumbu-bumbu yang kaya akan rempah-rempah disiapkan. Ada santan, kunir, dan bumbu rahasia yang membuat kuah itu kental dan lezat. ''Buat santap berbuka atau sahur, tetap nikmat,'' ujar Saunah.