JawaPos.com – Saat ini, beberapa hal mungkin dapat dengan mudah memengaruhi kesehatan mental ke banyak orang, terutamanya pada generasi Z. Salah satunya saat mereka bekerja di lingkungan yang toxic.
Lingkungan kerja yang toxic bukan hanya dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental saja, tetapi juga membuat karyawan merasa kesulitan untuk bekerja dan mencapai kemajuan dalam karier mereka.
Beberapa situasi yang mungkin menimpa seorang karyawan dalam lingkungan kerja yang toxic diantaranya berurusan dengan atasan yang tak karuan, dalam memberikan pekerjaan hingga menyita waktu di luar jadwal.
Selain itu, lingkungan toxic juga dapat berasal dari sesama rekan kerja. Rekan kerja yang toxic seringkali bergosip tentang kita. Tak sedikit juga yang memanfaatkan posisinya untuk melemparkan pekerjaannya pada kita.
Jika terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut dapat menurunkan harga diri seseorang dan dapat menurunkan performa kerja seseorang dalam lingkungan kerja yang kompetitif.
Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap memprioritaskan kesehatan mental dalam situasi seperti itu. Seseorang harus segera memikirkan langkah-langkah untuk segera menyelesaikan kondisi yang tidak nyaman itu.
Dilansir dari dari healthline.com, simak tips untuk mengatasi lingkungan toxic dan ketahuilah kapan seseorang harus benar-benar berhenti untuk bekerja di lingkungan kerja yang toxic itu.
Tips Menghadapi Lingkungan Kerja yang Toxic
- Ingatlah bahwa hal ini bukan sepenuhnya salah anda: Termasuk hal-hal negatif yang terjadi pada anda di tempat kerja bukanlah kesalahan anda.
- Istirahat makan siang di tempat lain: Pastikan anda menghabiskan waktu istirahat makan siang di luar tempat kerja anda untuk menghindari pekerjaan tambahan yang diberikan atasan.
- Tetapkan batasan (boundaries): Jangan sampai anda melewatkan waktu istirahat makan siang atau bekerja di luar jam kerja tanpa bayaran. Jelaskan pada atasan anda bahwa anda perlu istirahat dan waktu libur untuk memulihkan tenaga dan melakukan pekerjaan dengan baik.
- Jangan terlibat dalam drama: Cobalah untuk menjauh dari drama atau gosip apapun, karena tidak ada hal positif yang akan didapat dari hal tersebut.
- Tetap fokus pada tujuan anda: Lakukan yang terbaik untuk tetap berada dalam kondisi pikiran yang positif. Anda tidak akan berada di sini selamanya, dan anda memiliki hal-hal yang lebih besar dan lebih baik di depan Anda setelah ini.
- Lakukan hal menyenangkan sepulang kerja untuk meningkatkan semangat anda: Lakukanlah sesuatu setelah pulang kerja untuk menghilangkan hal-hal negatif secara psikologis. Misalnya dengan berjalan-jalan di alam, mandi air panas, atau bercerita pada teman.
- Jalinlah hubungan baik dengan rekan kerja lain di tempat anda bekerja: Dengan menjalin hubungan ini, anda dapat saling mendukung dan berbagi cerita terkait pekerjaan anda.
- Tetap jaga nilai-nilai diri anda: Jika sesama rekan kerja maupun atasan bersikap kejam terhadap anda, jangan melakukan apapun untuk membalasnya, karena hal tersebut hanya akan membuat situasi menjadi lebih buruk.
- Lakukan teknik mengatasi stres secara teratur: Anda bisa melakukan meditasi, yoga, atau berolahraga setiap hari untuk membantu anda mengatasi stres kronis yang mungkin Anda alami setiap hari di tempat kerja.
- Rencanakan jalan keluar anda: Jika situasi kerja yang toxic itu tidak membaik dalam waktu tertentu dan bahkan malah memburuk, mulailah untuk mencari pekerjaan baru.
Kapan Seseorang Harus Meninggalkan Lingkungan Kerja yang Toxic ?
- Saat pekerjaan tersebut telah mempengaruhi kesehatan mental Anda. Seperti, anda tidak bisa tidur di malam hari, merasa takut setiap bekerja.
- Saat masalah di pekerjaan anda sudah sangat luas dan menjalar kemana-mana. Contohnya, saat semakin banyak rekan kerja yang tidak menyukai anda, atau pekerjaan bertubi-tubi yang mengganggu waktu pribadi anda.
- Saat anda menyadari bahwa pemimpin atau atasan anda sangat toxic kepada anda, segeralah keluar.
- Saat Anda mengalami pelecehan seksual di tempat kerja. Pertama, laporkanlah ke bagian SDM dengan membawa bukti. Jika tidak ada jalan keluar, maka segeralah mengurus suratresign.