JawaPos.com - Peristiwa-peristiwa penting dalam hidup, baik yang positif atau negatif, dapat menyebabkan stres secara psikologis.
Dilansir dari Siloam Hospital, coping mechanism atau mekanisme koping adalah cara atau taktik seseorang dalam menghadapi situasi yang membuatnya merasa stres atau tertekan.
Tujuan dari mekanisme koping ini adalah membantu seseorang mengatur emosi yang muncul akibat stres, misalnya rasa kesepian, marah, sedih, cemas hingga depresi.
Perlu diketahui jika mekanisme koping ini terdapat dua jenis yaitu mekanisme koping yang sehat dan yang tidak sehat.
Untuk koping mekanisme sehat akan melakukan upaya untuk menenangkan hati dan pikirannya sementara waktu dengan melakukan kegiatan yang positif.
Hal positif tersebut adalah seperti merawat diri, journaling, melakukan hobi dan lain sebagainya.
Sedangkan untuk mekanisme yang tidak sehat dapat menyebabkan masalah yang lebih besar, sehingga dapat memengaruhi fisik dan emosional.
Contoh mekanisme koping yang tidak sehat adalah makan secara berlebihan, melukai diri sendiri, menutup diri dari orang lain dan lain sebagainya.
Menurut Johns Hopkins Medicine, cara untuk meningkatkan mekanisme koping adalah dengan memperbaiki atau meningkatkan ketahanan pada diri sendiri.
Menurut American Psychological Association (APA), ketahanan adalah proses beradaptasi dengan baik dalam menghadapi kesulitan, trauma, ancaman, atau sumber stres yang signifikan.
Terdapat 10 strategi yang disarankan oleh APA untuk membangun ketahanan.
- Membangun hubungan atau koneksi
Menjaga hubungan baik dengan anggota keluarga dan teman dekat, menerima bantuan dan dukungan dari mereka yang peduli.
Selain itu aktif dalam organisasi kemasyarakatan, organisasi berbasis agama, atau organisasi lokal lainnya dapat membantu dalam membangun ketahanan.
- Menghindari melihat krisis sebagai masalah yang tidak dapat diatasi
Mencoba untuk melihat lebih jauh dari saat ini, bagaimana keadaan di masa depan dapat menjadi lebih baik.
Selain itu, mencatat cara-cara halus yang dapat membuat perasaan lebih baik ketika menghadapi situasi yang sulit.
- Menerima bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan
Mencoba untuk meningkatkan fleksibilitas dan memahami bahwa beberapa tujuan mungkin tidak lagi dapat dicapai.
Belajar menerima keadaan yang tidak dapat diubah dapat membantu memusatkan perhatian pada keadaan yang dapat diubah.
- Bergerak menuju tujuan
Mengembangkan tujuan yang realistis dan membagi menjadi tujuan-tujuan kecil yang dapat dicapai. Mencoba untuk mencapai setidaknya sejumlah kecil kemajuan menuju tujuan untuk setiap hari.
- Bertindak tegas
Bertindaklah terhadap situasi yang merugikan sebanyak dan sesegera mungkin. Ambil tindakan daripada melepaskan diri dari masalah dan berharap masalah itu akan hilang.
- Mencari peluang untuk menemukan jati diri
Melakukan evaluasi dan menyusun kembali situasi yang merugikan serta periksa kembali langkah yang telah diambil.
Mungkin orang - orang yang telah mengalami tragedi dan kesulitan pribadi yang intens telah memberitahukan hubungan yang lebih baik.
Selain itu adanya rasa kekuatan diri yang lebih besar, peningkatan harga diri, spiritualitas yang lebih berkembang, dan penghargaan yang lebih tinggi terhadap kehidupan.
Baca Juga: Mitos Semata! Stres Bukanlah Merupakan Satu-Satunya Penyebab Meningkatnya Kasus Stroke
- Mengembangkan pandangan positif tentang diri sendiri
Mengembangkan kepercayaan diri dalam kemampuan diri untuk memecahkan masalah dan percaya pada naluri diri sendiri.
- Menjaga agar segala sesuatunya tetap dalam perspektif
Mencoba untuk mempertimbangkan situasi stres dalam konteks yang lebih luas dan pertahankan perspektif jangka panjang.
Mencoba untuk menghindari membesar-besarkan peristiwa yang tidak menyenangkan di luar proporsinya.
- Pertahankan pandangan penuh harapan
Mencoba memvisualisasikan apa yang diinginkan daripada mengkhawatirkan apa yang ditakutkan. Pandangan yang optimis memungkinkan untuk mengharapkan hal-hal baik terjadi dalam hidup.
- Menjaga diri sendiri
Memperhatikan kebutuhan dan perasaan pada diri sendiri. Berpartisipasilah dalam kegiatan yang menyenangkan dan membuat rileks, seperti olahraga, hiburan, dan hobi.
Penggunaan keterampilan mengatasi masalah yang efektif sering kali dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan emosional.
Dilansir dari Good Therapy, orang yang mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang penuh tekanan atau traumatis (dan dampak jangka panjang dari kejadian tersebut) melalui mekanisme penanggulangan yang produktif, akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya sebagai akibat dari peristiwa yang menyakitkan atau menantang.
Gaya koping dapat berfokus pada masalah yang disebut instrumental atau berfokus pada emosi.
Strategi koping yang berfokus pada masalah biasanya dikaitkan dengan metode menangani masalah untuk mengurangi stres.
Sementara mekanisme yang berfokus pada emosi dapat membantu orang menangani perasaan tertekan yang diakibatkan oleh masalah.
Namun jika mengalami stres dan tidak tahu cara mengatasinya, terapis atau ahli kesehatan mental lainnya sering kali dapat membantu untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan mengatasi stres.