← Beranda

5 Keutamaan Ibadah Haji yang Perlu Diketahui agar Semakin Mantap Menunaikannya

Alfi YudaKamis, 22 Mei 2025 | 18.17 WIB
Ilustrasi ibadah haji. (Pexels/KOFS 24)

JawaPos.com - Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu bentuk pengabdian paling mulia dalam ajaran Islam. Sebagai rukun Islam kelima, perjalanan suci ini menjadi dambaan bagi setiap Muslim yang ingin menyempurnakan ibadahnya.

Kewajiban menunaikan haji hanya berlaku bagi yang telah memiliki kemampuan, baik secara fisik, mental, maupun finansial. Artinya, tidak semua orang wajib berhaji, kecuali mereka yang benar-benar mampu melaksanakannya dengan layak.

Dilansir dari laman resmi kabtulungagung.baznas.go.id, rangkaian ibadah haji dimulai pada 8 Dzulhijjah yang dikenal dengan sebutan Hari Tarwiyah.

Pada hari berikutnya, yaitu 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah, seluruh jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk menjalani prosesi wukuf. Inilah momen puncak dalam ibadah haji yang sangat sakral. Saat malam tiba, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam sambil mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan dalam pelontaran jumrah.

Tanggal 10 Dzulhijjah menjadi hari yang sangat penting karena bertepatan dengan Idul Adha. Di hari itu, jemaah melakukan lempar jumrah Aqabah, menyembelih hewan kurban, mencukur rambut (tahallul), serta melaksanakan thawaf ifadah di Ka'bah.

Baca Juga: One Team, One Spirit, One Goal: Pesan Menag Nasaruddin Umar untuk Petugas Haji 2025

Selanjutnya, jemaah melanjutkan pelontaran jumrah selama hari-hari Tasyrik, yaitu pada 11 hingga 13 Dzulhijjah. Setelah seluruh rangkaian selesai, jemaah kembali ke Makkah untuk melakukan thawaf wada’ sebagai tanda perpisahan dengan Tanah Suci.

Melaksanakan ibadah haji tidak hanya sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban agama. Mengutip artikel bpkh.go.id, haji juga memiliki keutamaan besar yang membawa banyak keberkahan dalam hidup seseorang.

Oleh sebab itu, sebagai umat Islam, sudah sepatutnya memahami berbagai keutamaan dari ibadah haji agar semakin kuat niat dan semangat untuk menunaikannya.

Berikut beberapa keutamaan ibadah haji yang patut Anda ketahui untuk menguatkan niat segera menunaikannya.

1. Haji termasuk Jihad fii Sabilillah (jihad di jalan Allah SWT)

Dari ‘Aisyah-ummul Mukminin-radhiyallahu 'anha, ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ

"Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?"."Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur", jawab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Bukhari no. 1520)

2. Haji merupakan Amalan yang Paling Afdhal

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya, "Amalan apa yang paling afdhol?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya". Ada yang bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Nabi shallallahu ;alaihi wa sallam menjawab, "Jihad di jalan Allah." Ada yang bertanya kembali, "Kemudian apa lagi?" "Haji mabrur", jawab Nabi shallallahu ;alaihi wa sallam." (HR. Bukhari no. 1519)

3. Menghapuskan Kesalahan dan Dosa-dosa Masa Lalu

Ketiga, ibadah haji dapat menghapus semua dosa masa silam yang telah dilakukan seseorang. Dari Abu Hurairah Dia berkata bahwa Rasulullah saw., bersabda:

 مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

"Barangsiapa berhaji di Baitullah itu dengan tidak berbuat rafats dan fasik, dia akan kembali sebagaimana saat dilahirkan oleh ibunya (bersih dari dosa)." (HR. Bukhari no. 1521)

Baca Juga: 100 Ribu Jemaah Haji Tiba di Makkah, Suhu Tembus 42°C, PPIH Minta Jaga Fisik

4. Mendapat Balasan Surga

Balasan bagi orang yang beribadah haji yang mabrur adalah surga. Hal sebagaimana disampaikan dalam sabda Rasulullah saw.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

"Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain Surga." (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, "Yang dimaksud, 'tidak ada balasan yang pantas baginya selain Surga', bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk Surga." Syarh Shahih Muslim, 9/119.

5. Ibadah Haji adalah Panggilan Spesial dari Allah SWT

Ibadah haji adalah undangan spesial dari Allah SWT, yang diberikan kepada seseorang yang dipilihnya. Buktinya, Allah SWT sengaja menyuruh segenap kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah haji sebagaimana dijelaskan di dalam surah Al Hajj ayat 27 yang artinya:

"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh."

Karena Allah SWT telah memberikan undangan secara langsung, maka para jemaah haji dianggap sebagai tamu istimewa-Nya (dhuyuf Allah, Dhuyuf ar-Rahman).

Para jemaah pun patut merasa bangga, sebab mereka telah terpilih dari miliaran manusia di dunia untuk mendapat kehormatan menjadi tamu Allah SWT Sang Pencipta langit dan bumi.

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dijelaskan dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw., sesungguhnya beliau bersabda:

"Para haji dan orang yang berumrah adalah tamu-tamu Allah. Jika mereka berdoa kepadanya, Allah akan mengabulkannya. Dan jika mereka meminta ampunan kepadanya, Allah akan mengampuninya."

(*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah