← Beranda

Hari Terakhir Tayang di Bioskop! Simak 5 Fakta Unik Film Animasi “Turning Red” yang Punya Gaya Visual Baru

Hildaniar NovitasariMinggu, 11 Februari 2024 | 19.01 WIB
Ilustrasi film animasi "Turning Red" yang tayang terbatas di Bioskop. (/HO-Disney Indonesia)

JawaPos.com – Film animasi "Turning Red" dari Disney and Pixar yang disutradarai oleh Domee Shi, tayang secara spesial dan terbatas di bioskop pada tanggal 9 Februari hingga 11 Februari 2024.

Film berjudul Turning Red yang di produseri oleh Lindsey Collins ini diperankan oleh sederet aktor dan aktris yang menjadi pengisi suara, di antaranya Rosalie Chiang, Sandra Oh, Maitreyi Ramakrishnan, Ava Morse, dan Hyein Park.

Film ini menceritakan tentang Mei Lee (Rosalie Chiang sebagai pengisi suara), seorang gadis berusia 13 tahun penuh percaya diri dan unik.

Baca Juga: Tidak Suka Film Musikal? Coba Dulu 10 Rekomendasi Film Musikal Terbaik Ini, Dijamin Ketagihan

Akan tetapi, Mei Lee dihadapkan pada sebuah dilema saat harus memutuskan, apakah dia harus tetap menjadi anak baik-baik kesayangan ibunya atau menikmati kekacauan dunia remaja.

Ming (Sandra Oh sebagai pengisi suara) merupakan ibu yang sangat perhatian, dia tidak pernah jauh dari anaknya, terutama dalam sebuah kondisi yang sangat mengerikan bagi para remaja.

Seakan-akan permasalahan remaja yang dihadapi Mei Lee belum cukup, dia juga harus menghadapi situasi unik, di mana ia akan berubah menjadi seekor panda merah raksasa setiap kali ia merasa terlalu emosional.

Baca Juga: Johnny Depp, Aktor dari karakter Kapten Jack Sparrow, Dikabarkan Tidak Muncul di Film Terbaru Pirates of the Caribbean

Film ini menceritakan kehidupan ala awal tahun 2000-an yang khas, seperti adanya geng di sekolah dan boyband idola yang menjadi perdebatan dengan orang tua.

Melansir dari Antara, Minggu (11/2), berikut lima fakta unik film animasi garapan Disney and Pixar “Turning Red” yang secara khusus tayang terbatas di bioskop.

1. Kembali ke tahun 2000-an

Film ini berlatar belakang awal tahun 2000-an, Disney and Pixar mengungkap ingin menghidupkan kembali perasaan nostalgia bagi para penonton.

Baca Juga: Film Lampir Sajikan Cerita tentang Ambisi Perempuan Memiliki Kecantikan Abadi

Berlatar di Toronto, Kanada pada tahun 2002, para kru film berusaha keras untuk menciptakan dunia yang terasa familier di zaman tersebut. Turning Red memiliki visual yang didominasi oleh palet warna pastel nan cerah dan memanjakan mata.

Tim produksi memasukkan banyak referensi seperti telepon gantung di dinding, komputer gaya lama, pemutar CD, Tamagotchi yang dimainkan oleh Mei Lee, hingga pita VHS yang menghiasi rak-rak di rumah.

2. Kehadiran boyband spesial 

Pada tahun 2000-an boyband sangat populer dan banyak digandrungi para remaja. Hal ini juga menjadi bagian dari cerita Disney and Pixar “Turning Red”. Mereka menciptakan sebuah boyband khusus untuk film ini, yang dinamai 4*Town.

Uniknya, Boyband, 4*Town tak hanya bisa dinikmati dalam film itu saja, namun  juga memiliki halaman media sosial khusus, hingga lagu dan video klip tersendiri.

Baca Juga: Review Film Agak Laen: Komedi Unik dengan Berbagai Elemen yang Tembus 2 Juta Penonton Usai Seminggu Tayang

Khusus dalam Disney and Pixar  “Turning Red”, para pembuat film membuat adegan di mana boyband tersebut mengadakan konser di Toronto. Oleh karena itu, departemen layout mengambil inspirasi dari konser-konser boyband dari tahun 2000-an untuk menciptakan pengalaman yang akurat.

3. Tontonan unik Mei dan Ming

Dalam film bertajuk Turning Red ini, Mei dan Ming sebagai pemeran utama tampak menghabiskan waktu berdua dengan menonton acara “Jade Palace Diaries”.

Tim produksi Disney and Pixar “Turning Red” sebenarnya membuat naskah dua halaman untuk drama tersebut, tetapi hanya beberapa gambar yang dapat dilihat di TV demi untuk menciptakan pengalaman yang detail.

Baca Juga: Bintangi Film Puang Bos, Berikut Profil dan Biodata Michelle Ziudith

Sebagai referensi, terdapat Logo TV yang dibuat berbentuk anak pangsit untuk menggambarkan film pendek peraih Oscar 2018 berjudul “Bao” dan menampilkan nama belakang sutradara Domee Shi sebagai nama saluran.

Secara keseluruhan, film ini menampilkan karakter yang beragam secara ras di kota multikultural tempat mereka tinggal.

4. Jumlah fantastis dalam produksi “Turning Red”

Produksi film Disney and Pixar “Turning Red” memiliki statistik unik yang menggambarkan betapa detail dari film tersebut.

Baca Juga: Michelle Ziudith Bintangi Film Puang Bos, Angkat Sejarah Pembuatan Kapal Pinisi yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Beberapa statistik itu di antaranya, 494 panda merah yang muncul dalam mimpi buruk Mei, 14 kendaraan berbeda yang diciptakan sebagai latar, dan dipakai sebanyak 527.562 kali dalam 641 adegan, serta 303 karakter dengan tampilan khusus dan unik.

5. Punya Gaya Berbeda dari Film Pixar Lainnya

Film Turning Red memiliki gaya animasi yang bisa dibilang cukup baru dan berbeda dari film-film Pixar sebelumnya.

Sutradara Shi dan tim animasi banyak mengadopsi gaya penggambaran seperti animasi dan komik Jepang (anime dan manga). Hal tersebut membuat karakter-karakter dalam film ini menjadi semakin hidup, dramatis, ekspresif, dan jenaka.

EDITOR: Nicolaus Ade