← Beranda

1,45 Juta Ton FABA Sisa Pembakaran PLTU Dimanfaatkan Jadi Material Batako hingga Tanggul Laut

Dimas Nur ApriantoJumat, 28 Juli 2023 | 06.18 WIB
Ilustrasi rumah yang menggunakan bahan bangunan yang berasal dari FABA.

JawaPos.com–PT PLN (Persero) terus mendorong pemanfaatan material Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau abu sisa proses pembakaran batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). FABA dimanfaatkan menjadi bahan baku keperluan berbagai sektor yang dapat membangkitkan ekonomi masyarakat.

Sepanjang 2023, dari pembakaran batu bara PLTU PLN menghasilkan FABA 1,43 juta ton. Hingga Juni, total pemanfaatan FABA dari PLTU telah mencapai 1,45 juta ton atau 101,19 persen dari total produksi FABA. Angka tersebut juga meningkat sekitar 50 persen jika dibandingkan semester I 2022 yang hanya 951 ribu ton.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pemanfaatan FABA merupakan bukti nyata komitmen PLN dalam mengolah sisa pembakaran batu bara dari operasional pembangkit agar menjadi lebih bermanfaat. FABA kini menjadi katalis penggerak roda ekonomi masyarakat di sekitar PLTU.

”Kini seluruh pembangkit PLN menjadi episentrum perbaikan lingkungan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga pembangkit PLN tak hanya bisa menjadi sumber listrik tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi di masyarakat,” kata Darmawan.

Sepanjang semester I 2023, PLN telah memanfaatkan FABA menjadi lebih dari 1 juta paving, 246 ribu batako, 2 ribu tetrapod, 48 kilometer jalan beton, 34 ribu ton material stabilisasi lahan, 699 ton bahan pupuk. Pemanfaatan terbesar FABA digunakan sebagai substitusi bahan baku semen, yaitu sebesar 671.287 ton atau 47 persen dari total pemanfaatan FABA. 

Dia menjelaskan, berdasar grafik bulanan, pemanfaatan FABA terus mengalami peningkatan di periode semester I 2023. Juni merupakan jumlah terbanyak pemanfaatan FABA mencapai 129 persen, mengalami kenaikan jika dibandingkan pemanfaatan pada Mei 83,8 persen.

Dia menambahkan, setelah dikategorikan sebagai limbah yang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), FABA dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dengan kolaborasi bersama masyarakat, PLN membuka kesempatan kepada semua kalangan yang ingin memanfaatkan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi baik sebagai campuran dalam industri konstruksi maupun infrastruktur.

”PLN terbuka kepada masyarakat yang ingin ikut serta memanfaatkan FABA ini. FABA bukan limbah B3 sehingga dapat diolah dan memberikan banyak manfaat,” ucap Darmawan.

”Upaya yang dilakukan PLN ini merupakan komitmen perseroan terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah dia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah